<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Berjangka Rebound 1%</title><description>Harga emas berjangka melonjak pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2827733/harga-emas-berjangka-rebound-1</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2827733/harga-emas-berjangka-rebound-1"/><item><title>Harga Emas Berjangka Rebound 1%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2827733/harga-emas-berjangka-rebound-1</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2827733/harga-emas-berjangka-rebound-1</guid><pubDate>Jum'at 09 Juni 2023 07:27 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/09/320/2827733/harga-emas-berjangka-rebound-1-wG9g1fNCOz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas berjangka naik (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/09/320/2827733/harga-emas-berjangka-rebound-1-wG9g1fNCOz.jpg</image><title>Harga emas berjangka naik (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga emas berjangka melonjak pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas dunia berbalik menguat dari kerugian sesi sebelumnya karena investor bereaksi terhadap laporan klaim pengangguran Amerika Serikat yang mengecewakan ketika pasar menunggu pertemuan Federal Reserve pekan depan.
Dilansir dari Antara, Jumat (9/6/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, melonjak USD20,2 atau 1,03% menjadi USD1.978,60 per ounce.

BACA JUGA:
Harga Emas Antam Hari Ini Terjun Bebas, Ini Daftar Lengkapnya


Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (8/6/2023) bahwa klaim pengangguran awal AS naik 28.000 menjadi 261.000 dalam pekan yang berakhir 3 Juni, kenaikan terbesar sejak Juli 2021 dan melebihi perkiraan para ekonom.
Kenaikan klaim pengangguran memicu ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve mungkin tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakannya minggu depan, meredam dolar AS, yang pada gilirannya mendukung emas.

BACA JUGA:
Harga Emas Anjlok Jelang Pertemuan Federal Reserve


Sementara itu, Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Kamis (8/6/2023) bahwa persediaan grosir AS turun tipis 0,1% pada April setelah turun 0,2% yang direvisi pada Maret.
Para pedagang sekarang memperhatikan data inflasi AS yang akan dirilis pada Selasa (13/6/2023), sehari menjelang pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kenaikan suku bunga yang mengejutkan di Australia dan Kanada  mendorong beberapa ekspektasi bahwa Fed juga akan mengikutinya,  mengingat inflasi AS dan pasar tenaga kerja berjalan jauh di atas target  bank sentral.
Tetapi, pertumbuhan ekonomi AS juga telah mendingin secara  substansial dalam beberapa bulan terakhir, memberi ruang terbatas bagi  Fed untuk mempertahankan kenaikan suku bunga.
Naiknya suku bunga menjadi pertanda buruk bagi aset yang tidak  memberikan imbal hasil seperti emas, karena hal itu menaikkan peluang  kerugian. Tetapi jika Fed mengumumkan jeda minggu depan, suku bunga AS  diperkirakan akan tetap lebih tinggi lebih lama, membuat pasar logam di  bawah tekanan.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli menguat 81,90 sen  atau 3,48%, menjadi ditutup pada USD24,348 per ounce. Platinum untuk  pengiriman Juli merosot USD10,7 atau 1,04%, menjadi menetap pada  USD1.013,90 per ounce.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga emas berjangka melonjak pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Harga emas dunia berbalik menguat dari kerugian sesi sebelumnya karena investor bereaksi terhadap laporan klaim pengangguran Amerika Serikat yang mengecewakan ketika pasar menunggu pertemuan Federal Reserve pekan depan.
Dilansir dari Antara, Jumat (9/6/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, melonjak USD20,2 atau 1,03% menjadi USD1.978,60 per ounce.

BACA JUGA:
Harga Emas Antam Hari Ini Terjun Bebas, Ini Daftar Lengkapnya


Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (8/6/2023) bahwa klaim pengangguran awal AS naik 28.000 menjadi 261.000 dalam pekan yang berakhir 3 Juni, kenaikan terbesar sejak Juli 2021 dan melebihi perkiraan para ekonom.
Kenaikan klaim pengangguran memicu ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve mungkin tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakannya minggu depan, meredam dolar AS, yang pada gilirannya mendukung emas.

BACA JUGA:
Harga Emas Anjlok Jelang Pertemuan Federal Reserve


Sementara itu, Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Kamis (8/6/2023) bahwa persediaan grosir AS turun tipis 0,1% pada April setelah turun 0,2% yang direvisi pada Maret.
Para pedagang sekarang memperhatikan data inflasi AS yang akan dirilis pada Selasa (13/6/2023), sehari menjelang pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kenaikan suku bunga yang mengejutkan di Australia dan Kanada  mendorong beberapa ekspektasi bahwa Fed juga akan mengikutinya,  mengingat inflasi AS dan pasar tenaga kerja berjalan jauh di atas target  bank sentral.
Tetapi, pertumbuhan ekonomi AS juga telah mendingin secara  substansial dalam beberapa bulan terakhir, memberi ruang terbatas bagi  Fed untuk mempertahankan kenaikan suku bunga.
Naiknya suku bunga menjadi pertanda buruk bagi aset yang tidak  memberikan imbal hasil seperti emas, karena hal itu menaikkan peluang  kerugian. Tetapi jika Fed mengumumkan jeda minggu depan, suku bunga AS  diperkirakan akan tetap lebih tinggi lebih lama, membuat pasar logam di  bawah tekanan.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli menguat 81,90 sen  atau 3,48%, menjadi ditutup pada USD24,348 per ounce. Platinum untuk  pengiriman Juli merosot USD10,7 atau 1,04%, menjadi menetap pada  USD1.013,90 per ounce.</content:encoded></item></channel></rss>
