<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Eropa Resmi Resesi, Menperin Bicara Dampaknya ke RI</title><description>Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pelemahan ekonomi global di beberapa negara akan berdampak langsung ke pasar Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2828015/eropa-resmi-resesi-menperin-bicara-dampaknya-ke-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2828015/eropa-resmi-resesi-menperin-bicara-dampaknya-ke-ri"/><item><title>Eropa Resmi Resesi, Menperin Bicara Dampaknya ke RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2828015/eropa-resmi-resesi-menperin-bicara-dampaknya-ke-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2828015/eropa-resmi-resesi-menperin-bicara-dampaknya-ke-ri</guid><pubDate>Jum'at 09 Juni 2023 14:51 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/09/320/2828015/eropa-resmi-resesi-menperin-bicara-dampaknya-ke-ri-QNPDXhu7At.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/09/320/2828015/eropa-resmi-resesi-menperin-bicara-dampaknya-ke-ri-QNPDXhu7At.jpg</image><title>Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pelemahan ekonomi global di beberapa negara akan berdampak langsung ke pasar Indonesia. Hal itu dikarenakan banyak produsen yang saat ini mencari market baru ke negara-negara dengan jumlah populasi yang banyak, seperti Indonesia.
Dia menyebut saat ini pasar di Eropa tengah mengalami pelemahan order yang diakibatkan oleh pelemahan ekonomi di negaranya. Sehingga produsen yang awalnya berjualan di Eropa, sekarang mencari tujuan ekspor baru di negara yang pertumbuhan ekonominya masih stabil.

BACA JUGA:
Badai PHK Terjang Industri Garmen hingga Tekstil, Menperin Siapkan Insentif

&quot;Jadi yang harus kita waspadai bahwa ada satu urgent, yaitu eropa yang sedang sulit ekonominya, sehingga sudah dapat dipastikan, daya beli masyarakat Eropa sedang turun,&quot; ujar Menperin saat jumpa pers di Kantornya, Jumat (9/6/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNS8xLzE2Njg1NS81L3g4bGl6Nmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara Indonesia sebagai negara populasi terbesar ke-4 dunia dengan jumlah 273,52 juta jiwa menjadi pasar yang cukup sexy bagi industri manufaktur di dunia untuk berjualan di Indonesia. Bersamaan dengan masuknya produk impor itu, produsen dalam negeri atau UMKM lokal menghadapi tantangan baru untuk produknya bersaing dengan barang impor.

BACA JUGA:
Menperin Klarifikasi soal Isuzu Pindahkan Pabrik dari Thailand ke RI

&quot;Sementara negara seperti Indonesia dan negara lain yang mempunyai kekuatan industri cukup besar, kita tidak menginginkan adanya penurunan utilisasi yang menyebabkan PHK,&quot; sambung Menperin.Sehingga menurut Menperin hal itu akan berdampak pada penguasaan pangsa pasar produsen dalam negeri yang makin sempit. Hal itu berdampak buruk ketika terdapat penurunan order dan berujung pada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).
&quot;Jadi market semakin lama semakin kecil, negara-negara yang akan dituju adalah negara yang memiliki populasi yang signifikan, itu yang akan diserbu produk yang biasanya dijual ke Eropa,&quot; lanjutnya.
Menperin menjelaskan saat ini pihaknya terus melakukan evaluasi kebijakan FTA (Free trade agreement) atau perdagangan bebas untuk mengatur lalulintas produk ekspor agar tidak membanjiri pasar domestik.
&quot;Kita pasti mengevaluasi, kita kan terus berkoordinasi dengan asosiasi, industri, dan mereka juga menyampaikan data terhadap serbuan barang dari luar. Sekarang eropa tidak bisa menyerap, sekarang dia akan mencari destinasi lain termasuk Indonesia, ini evaluasi yang kita lakukan setiap hari,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pelemahan ekonomi global di beberapa negara akan berdampak langsung ke pasar Indonesia. Hal itu dikarenakan banyak produsen yang saat ini mencari market baru ke negara-negara dengan jumlah populasi yang banyak, seperti Indonesia.
Dia menyebut saat ini pasar di Eropa tengah mengalami pelemahan order yang diakibatkan oleh pelemahan ekonomi di negaranya. Sehingga produsen yang awalnya berjualan di Eropa, sekarang mencari tujuan ekspor baru di negara yang pertumbuhan ekonominya masih stabil.

BACA JUGA:
Badai PHK Terjang Industri Garmen hingga Tekstil, Menperin Siapkan Insentif

&quot;Jadi yang harus kita waspadai bahwa ada satu urgent, yaitu eropa yang sedang sulit ekonominya, sehingga sudah dapat dipastikan, daya beli masyarakat Eropa sedang turun,&quot; ujar Menperin saat jumpa pers di Kantornya, Jumat (9/6/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNS8xLzE2Njg1NS81L3g4bGl6Nmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara Indonesia sebagai negara populasi terbesar ke-4 dunia dengan jumlah 273,52 juta jiwa menjadi pasar yang cukup sexy bagi industri manufaktur di dunia untuk berjualan di Indonesia. Bersamaan dengan masuknya produk impor itu, produsen dalam negeri atau UMKM lokal menghadapi tantangan baru untuk produknya bersaing dengan barang impor.

BACA JUGA:
Menperin Klarifikasi soal Isuzu Pindahkan Pabrik dari Thailand ke RI

&quot;Sementara negara seperti Indonesia dan negara lain yang mempunyai kekuatan industri cukup besar, kita tidak menginginkan adanya penurunan utilisasi yang menyebabkan PHK,&quot; sambung Menperin.Sehingga menurut Menperin hal itu akan berdampak pada penguasaan pangsa pasar produsen dalam negeri yang makin sempit. Hal itu berdampak buruk ketika terdapat penurunan order dan berujung pada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).
&quot;Jadi market semakin lama semakin kecil, negara-negara yang akan dituju adalah negara yang memiliki populasi yang signifikan, itu yang akan diserbu produk yang biasanya dijual ke Eropa,&quot; lanjutnya.
Menperin menjelaskan saat ini pihaknya terus melakukan evaluasi kebijakan FTA (Free trade agreement) atau perdagangan bebas untuk mengatur lalulintas produk ekspor agar tidak membanjiri pasar domestik.
&quot;Kita pasti mengevaluasi, kita kan terus berkoordinasi dengan asosiasi, industri, dan mereka juga menyampaikan data terhadap serbuan barang dari luar. Sekarang eropa tidak bisa menyerap, sekarang dia akan mencari destinasi lain termasuk Indonesia, ini evaluasi yang kita lakukan setiap hari,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
