<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banting Harga, Shell Lepas 35% Blok Masela ke Pertamina</title><description>Proses negosiasi antara Shell dan PT Pertamina (Persero) akhirnya menemukan titik terang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2828073/banting-harga-shell-lepas-35-blok-masela-ke-pertamina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2828073/banting-harga-shell-lepas-35-blok-masela-ke-pertamina"/><item><title>Banting Harga, Shell Lepas 35% Blok Masela ke Pertamina</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2828073/banting-harga-shell-lepas-35-blok-masela-ke-pertamina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2828073/banting-harga-shell-lepas-35-blok-masela-ke-pertamina</guid><pubDate>Jum'at 09 Juni 2023 15:52 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/09/320/2828073/banting-harga-shell-lepas-35-blok-masela-ke-pertamina-iyVlfboZoH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Migas. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/09/320/2828073/banting-harga-shell-lepas-35-blok-masela-ke-pertamina-iyVlfboZoH.jpg</image><title>Migas. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Proses negosiasi antara Shell dan PT Pertamina (Persero) soal pelepasan hak partisipasi atau participating interest (PI) Blok Masela sebesar 35% akhirnya menemukan titik terang.

Menteri ESDM Arifin Tasrif memastikan Pertamina akan mengakuisi proyek gas Lapangan Abadi Blok Masela.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina, Shell hingga BP AKR, Ada yang Turun

Terkait harga pelepasan PI yang sebelumnya disebut-sebut mencapai USD1 miliar atau sekitar Rp14,8 triliun. (Rp14.1800/USD)

Arifin mengungkapkan bahwa harga yang telah dibicarakan keduanya pun jauh dari angka tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menteri ESDM Kecewa soal Blok Masela, Shell Buka Suara

&quot;Akusisi. (Tetap) 35% dan angkanya tidak segitu (USD miliar). Jauh di bawah,&quot; ujarnya ketika ditemui di Kantornya, Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (9/6/2023).

Lebih lanjut, Arifin menuturkan rencana pemerintah melakukan evaluasi terhadap rencana pengembangan atau plant of development (POD) Blok Masela.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMC80LzE2MDQ2MS81L3g4ajZuZGU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hal itu lantaran dalam pengembangannya Blok Masela akan memasukan kegiatan penangkapan, pemamfaat dan penyimpanan karbon atau carbon capture, utilisation dan storage (CCUS).



&quot;Kan POD 1, ada POD 2 karena akan ada kegiatan karbonya mesti di capture jangan sampai keluar, kalau enggak pendanaan untuk ke proye-proyek fosil ini kan agak mendapatkan tekanan kurang mau kecuali untuk energi terbarukan. Jadi ya supaya gas ini gas bersih jadi harus dimasukan, bisa aja ada cost tapi kita minta costnya jangan sampai membebankan harga gas terutama untuk dalam negeri,&quot; terangnya.



Arifin juga menyebutkan bahwa sudah ada komitmen dari sejumlah pihak yang nantinya akan mengambil gas dari Blok Masela ini.



&quot;Sudah ada paling enggak MoU, sudah ada komitmen untuk offtake selain domestik juga ada berberapa. Kita prioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Proses negosiasi antara Shell dan PT Pertamina (Persero) soal pelepasan hak partisipasi atau participating interest (PI) Blok Masela sebesar 35% akhirnya menemukan titik terang.

Menteri ESDM Arifin Tasrif memastikan Pertamina akan mengakuisi proyek gas Lapangan Abadi Blok Masela.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina, Shell hingga BP AKR, Ada yang Turun

Terkait harga pelepasan PI yang sebelumnya disebut-sebut mencapai USD1 miliar atau sekitar Rp14,8 triliun. (Rp14.1800/USD)

Arifin mengungkapkan bahwa harga yang telah dibicarakan keduanya pun jauh dari angka tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menteri ESDM Kecewa soal Blok Masela, Shell Buka Suara

&quot;Akusisi. (Tetap) 35% dan angkanya tidak segitu (USD miliar). Jauh di bawah,&quot; ujarnya ketika ditemui di Kantornya, Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (9/6/2023).

Lebih lanjut, Arifin menuturkan rencana pemerintah melakukan evaluasi terhadap rencana pengembangan atau plant of development (POD) Blok Masela.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xMC80LzE2MDQ2MS81L3g4ajZuZGU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hal itu lantaran dalam pengembangannya Blok Masela akan memasukan kegiatan penangkapan, pemamfaat dan penyimpanan karbon atau carbon capture, utilisation dan storage (CCUS).



&quot;Kan POD 1, ada POD 2 karena akan ada kegiatan karbonya mesti di capture jangan sampai keluar, kalau enggak pendanaan untuk ke proye-proyek fosil ini kan agak mendapatkan tekanan kurang mau kecuali untuk energi terbarukan. Jadi ya supaya gas ini gas bersih jadi harus dimasukan, bisa aja ada cost tapi kita minta costnya jangan sampai membebankan harga gas terutama untuk dalam negeri,&quot; terangnya.



Arifin juga menyebutkan bahwa sudah ada komitmen dari sejumlah pihak yang nantinya akan mengambil gas dari Blok Masela ini.



&quot;Sudah ada paling enggak MoU, sudah ada komitmen untuk offtake selain domestik juga ada berberapa. Kita prioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
