<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>50 Tahun Kemitraan ASEAN-Jepang Momentum Pererat Hubungan Dagang dan Investasi</title><description>Kemitraan erat yang terjalin antara perhimpunan negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) dan Jepang selama 50 tahun akan mengakselerasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2828116/50-tahun-kemitraan-asean-jepang-momentum-pererat-hubungan-dagang-dan-investasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2828116/50-tahun-kemitraan-asean-jepang-momentum-pererat-hubungan-dagang-dan-investasi"/><item><title>50 Tahun Kemitraan ASEAN-Jepang Momentum Pererat Hubungan Dagang dan Investasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2828116/50-tahun-kemitraan-asean-jepang-momentum-pererat-hubungan-dagang-dan-investasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2828116/50-tahun-kemitraan-asean-jepang-momentum-pererat-hubungan-dagang-dan-investasi</guid><pubDate>Jum'at 09 Juni 2023 16:31 WIB</pubDate><dc:creator>Safina Asha Jamna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/09/320/2828116/50-tahun-kemitraan-asean-jepang-momentum-pererat-hubungan-dagang-dan-investasi-NAnCFcgTev.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perdagangan dan Investasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/09/320/2828116/50-tahun-kemitraan-asean-jepang-momentum-pererat-hubungan-dagang-dan-investasi-NAnCFcgTev.jpg</image><title>Perdagangan dan Investasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kemitraan erat yang terjalin antara perhimpunan negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) dan Jepang selama 50 tahun akan mengakselerasi penguatan integrasi perekonomian dan membentuk kawasan perdagangan bebas serta meningkatkan daya saing di pasar global.

Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) Arsjad Rasjid menyatakan, kemitraan ASEAN-Jepang yang sudah terbangun selama 50 tahun akan mempercepat  liberalisasi dalam memfasilitasi perdagangan barang, jasa, dan investasi di kawasan.

&amp;ldquo;Pada tahun ini akan dirayakan setengah abad  hubungan kerja sama ASEAN-Jepang. Selain itu, tahun 2023 juga menandai kepemimpinan Jepang sebagai Ketua G7 dan Indonesia sebagai Ketua ASEAN-BAC. Ini menjadi  momentum sangat baik bagi ASEAN-BAC untuk  mempererat hubungan perdagangan dan investasi dengan Jepang,&amp;rdquo; kata Arsjad dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (9/6/2023).

BACA JUGA:RI Tawarkan 300 Paket Investasi di IKN Rp38,6 Triliun&amp;nbsp;


Arsjad bersama delegasi berada di Tokyo,  dalam rangka roadshow kepemimpinan Indonesia pada ASEAN-BAC Tahun 2023. Sebelumnya, Arsjad  juga telah melakukan roadshow  ke Malaysia,  Filipina, Singapura, Vietnam, Kamboja, Brunei Darussalam, Myanmar, Laos, dan Inggris.

Selain bertemu Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Nishimura Yasutoshi, delegasi ASEAN-BAC juga akan berdialog dengan pimpinan asosiasi pengusaha, di antaranya Japan External Trade Organization (JETRO), SME Support Japan (SMRJ), Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Japan Association of Corporate Executives (Keizai Doyukai), Japan Business Federation (Keidanren), ASEAN Japan Center, MUFG Bank, Japan Chamber of Commerce of Commerce (JCCI), Asia Zero Emission Community (AZEC), dan PayPay.

Dia mengungkapkan, sebagai pemegang keketuaan ASEAN Tahun 2023, Indonesia dan Jepang juga akan merayakan 65 tahun hubungan diplomatik kedua negara. G7 dan ASEAN, lanjutnya,  merupakan organisasi dunia yang  berpengaruh dalam perpolitikan dan perekonomian dunia.

&amp;ldquo;Jepang adalah negara yang rajin berinvestasi di ASEAN. Interaksi Jepang dengan ASEAN sangat intensif dan telah dimulai sejak ASEAN dibentuk. Bahkan, Jepang sampai saat ini merupakan mitra dialog terpercaya ASEAN,&amp;rdquo; jelas Arsjad.

BACA JUGA:Intip Peluang Investasi di Jakarta Pasca Ibu Kota Pindah ke Kaltim&amp;nbsp;


Jepang sebagai mitra strategis ASEAN, lanjutnya, akan bersama-sama  ASEAN-BAC menciptakan wadah yang lebih kuat yang menaungi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat  berinovasi bersama melalui teknologi dan adaptif  menghadapi dinamika perubahan.

&amp;ldquo;Kami  bekerja sama dengan Organisasi Perdagangan Eksternal Jepang (JETRO)  sedang mengembangkan dan menumbuhkan UMKM di kawasan,&amp;rdquo; kata Arsjad.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNy80LzE2NjkyNC81L3g4bGtsZGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selama berada di Tokyo, Arsjad juga menandatangani tiga nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Chairman Japan External Trade Organisation (JETRO) Norihiko Ishiguro.



Ketiga MoU yang ditandatangani terdiri atas, penyelenggaraan KTT Pemimpin Bisnis Muda ASEAN-Jepang dan KTT Pemimpin Bisnis Generasi Z, ASEAN-Japan Co-Creation Fast Track Initiative untuk mengakselerasi inovasi global terbuka perusahaan startup Jepang.



&amp;ldquo;Kami juga sepakat mempromosikan kerja sama Asia Zero Emission Community (AZEC) dan ASEAN Net Zero Hub. Asia Tenggara adalah salah satu kawasan yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Dampak iklim di kawasan ini sangat serius, karena berpotensi mempengaruhi masyarakat yang rentan dan menempatkan jutaan orang ke jurang kemiskinan ekstrem,&amp;rdquo; kata Arsjad.



Hal senada juga diungkapkan Radju Munusamy selaku ASEAN-BAC Policy Manager Sustainable Development yang mengatakan AZEC dan ASEAN Net Zero Hub erat kaitannya dengan orkestrasi upaya negara-negara Asia Tenggara dalam mencapai target net zero emission (NZE) atau emisi nol bersih pada tahun 2060.



&amp;ldquo;Kami ingin memperkuat ketahanan rantai nilai ASEAN terhadap dampak perubahan iklim, sehingga memungkinkan mencapai emisi nol bersih dan tujuan pembangunan berkelanjutan,&amp;rdquo; kata Radju.</description><content:encoded>JAKARTA - Kemitraan erat yang terjalin antara perhimpunan negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) dan Jepang selama 50 tahun akan mengakselerasi penguatan integrasi perekonomian dan membentuk kawasan perdagangan bebas serta meningkatkan daya saing di pasar global.

Ketua ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) Arsjad Rasjid menyatakan, kemitraan ASEAN-Jepang yang sudah terbangun selama 50 tahun akan mempercepat  liberalisasi dalam memfasilitasi perdagangan barang, jasa, dan investasi di kawasan.

&amp;ldquo;Pada tahun ini akan dirayakan setengah abad  hubungan kerja sama ASEAN-Jepang. Selain itu, tahun 2023 juga menandai kepemimpinan Jepang sebagai Ketua G7 dan Indonesia sebagai Ketua ASEAN-BAC. Ini menjadi  momentum sangat baik bagi ASEAN-BAC untuk  mempererat hubungan perdagangan dan investasi dengan Jepang,&amp;rdquo; kata Arsjad dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (9/6/2023).

BACA JUGA:RI Tawarkan 300 Paket Investasi di IKN Rp38,6 Triliun&amp;nbsp;


Arsjad bersama delegasi berada di Tokyo,  dalam rangka roadshow kepemimpinan Indonesia pada ASEAN-BAC Tahun 2023. Sebelumnya, Arsjad  juga telah melakukan roadshow  ke Malaysia,  Filipina, Singapura, Vietnam, Kamboja, Brunei Darussalam, Myanmar, Laos, dan Inggris.

Selain bertemu Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Nishimura Yasutoshi, delegasi ASEAN-BAC juga akan berdialog dengan pimpinan asosiasi pengusaha, di antaranya Japan External Trade Organization (JETRO), SME Support Japan (SMRJ), Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Japan Association of Corporate Executives (Keizai Doyukai), Japan Business Federation (Keidanren), ASEAN Japan Center, MUFG Bank, Japan Chamber of Commerce of Commerce (JCCI), Asia Zero Emission Community (AZEC), dan PayPay.

Dia mengungkapkan, sebagai pemegang keketuaan ASEAN Tahun 2023, Indonesia dan Jepang juga akan merayakan 65 tahun hubungan diplomatik kedua negara. G7 dan ASEAN, lanjutnya,  merupakan organisasi dunia yang  berpengaruh dalam perpolitikan dan perekonomian dunia.

&amp;ldquo;Jepang adalah negara yang rajin berinvestasi di ASEAN. Interaksi Jepang dengan ASEAN sangat intensif dan telah dimulai sejak ASEAN dibentuk. Bahkan, Jepang sampai saat ini merupakan mitra dialog terpercaya ASEAN,&amp;rdquo; jelas Arsjad.

BACA JUGA:Intip Peluang Investasi di Jakarta Pasca Ibu Kota Pindah ke Kaltim&amp;nbsp;


Jepang sebagai mitra strategis ASEAN, lanjutnya, akan bersama-sama  ASEAN-BAC menciptakan wadah yang lebih kuat yang menaungi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat  berinovasi bersama melalui teknologi dan adaptif  menghadapi dinamika perubahan.

&amp;ldquo;Kami  bekerja sama dengan Organisasi Perdagangan Eksternal Jepang (JETRO)  sedang mengembangkan dan menumbuhkan UMKM di kawasan,&amp;rdquo; kata Arsjad.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNy80LzE2NjkyNC81L3g4bGtsZGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selama berada di Tokyo, Arsjad juga menandatangani tiga nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Chairman Japan External Trade Organisation (JETRO) Norihiko Ishiguro.



Ketiga MoU yang ditandatangani terdiri atas, penyelenggaraan KTT Pemimpin Bisnis Muda ASEAN-Jepang dan KTT Pemimpin Bisnis Generasi Z, ASEAN-Japan Co-Creation Fast Track Initiative untuk mengakselerasi inovasi global terbuka perusahaan startup Jepang.



&amp;ldquo;Kami juga sepakat mempromosikan kerja sama Asia Zero Emission Community (AZEC) dan ASEAN Net Zero Hub. Asia Tenggara adalah salah satu kawasan yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Dampak iklim di kawasan ini sangat serius, karena berpotensi mempengaruhi masyarakat yang rentan dan menempatkan jutaan orang ke jurang kemiskinan ekstrem,&amp;rdquo; kata Arsjad.



Hal senada juga diungkapkan Radju Munusamy selaku ASEAN-BAC Policy Manager Sustainable Development yang mengatakan AZEC dan ASEAN Net Zero Hub erat kaitannya dengan orkestrasi upaya negara-negara Asia Tenggara dalam mencapai target net zero emission (NZE) atau emisi nol bersih pada tahun 2060.



&amp;ldquo;Kami ingin memperkuat ketahanan rantai nilai ASEAN terhadap dampak perubahan iklim, sehingga memungkinkan mencapai emisi nol bersih dan tujuan pembangunan berkelanjutan,&amp;rdquo; kata Radju.</content:encoded></item></channel></rss>
