<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil Ungkap Alasan Investor Masuk RI Lewat Singapura</title><description>Banyak investor yang menjadikan negara-negara di Asia Tenggara sebagai perantara untuk berinvestasi di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2828125/bahlil-ungkap-alasan-investor-masuk-ri-lewat-singapura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2828125/bahlil-ungkap-alasan-investor-masuk-ri-lewat-singapura"/><item><title>Bahlil Ungkap Alasan Investor Masuk RI Lewat Singapura</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2828125/bahlil-ungkap-alasan-investor-masuk-ri-lewat-singapura</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2828125/bahlil-ungkap-alasan-investor-masuk-ri-lewat-singapura</guid><pubDate>Jum'at 09 Juni 2023 16:44 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/09/320/2828125/bahlil-ungkap-alasan-investor-masuk-ri-lewat-singapura-Q0U4yHU0JW.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/09/320/2828125/bahlil-ungkap-alasan-investor-masuk-ri-lewat-singapura-Q0U4yHU0JW.JPG</image><title>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan masih banyak investor yang menjadikan negara-negara di Asia Tenggara sebagai perantara untuk berinvestasi di Indonesia. Di mana salah satu negara tersebut adalah Singapura

&quot;Sekali lagi saya mengatakan di forum yang terhormat ini, masih banyak negara-negara lain yang masuk (investasi) ke Indonesia mereka masih menjadikan negara di Asia Tenggara sebagai hub,&quot; kata Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/6/2023).

BACA JUGA:
Pertumbuhan Ekonomi Diapresiasi Dunia, IMF Minta Indonesia Bantu Negara Lain

Bahlil mengaku sudah mencari tahu kenapa investor masih suka menjadikan Singapura sebagai hub. Ternyata menurutnya investor beralasan kalau Indonesia belum memiliki financial center sebaik Singapura dan Malaysia.

&quot;Saya mencari terus alasannya, ternyata kita katanya financial center kita belum sebaik Lagoon dan Singapura,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Bidik Pertumbuhan Investor Saham Syariah 10%, BEI Pakai Strategi Ini

Oleh karena itu menurut Bahlil agar investor tidak lagi menjadikan Singapura sebagai perantara, Indonesia akan membangun financial center di Ibu Kota Nusantara.

&quot;Kemarin di Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2023 di IKN kami sudah mengakomodir untuk ditempatkan finansial center IKN itu sama dengan Singapura dan Lagoon. Pajaknya kecil sekali,&quot; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xNS8xLzE2NjE4Ny81L3g4a3libzE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, Menteri Bahlil mengancam akan mengurangi insentif untuk para investor yang menanamkan investasi ke Indonesia melalui negara perantara.



&quot;Saya tahu ini sebagian uang China masuk lewat Singapura dulu baru ke Indonesia. Nanti ke depan kalau tidak ada yang masuk langsung insentifnya tidak akan kita berikan secara maksimal,&quot; tutur Bahlil.



Bahlil menegaskan, Indonesia saat ini sudah menjadi negara yang berdaulat dan tidak bisa dianggap rendah.



&quot;Tidak boleh ada yang mengklaim bahwa Indonesia berada di bawah negara lain. Indonesia sekarang menterinya sudah pinter-pinter,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan masih banyak investor yang menjadikan negara-negara di Asia Tenggara sebagai perantara untuk berinvestasi di Indonesia. Di mana salah satu negara tersebut adalah Singapura

&quot;Sekali lagi saya mengatakan di forum yang terhormat ini, masih banyak negara-negara lain yang masuk (investasi) ke Indonesia mereka masih menjadikan negara di Asia Tenggara sebagai hub,&quot; kata Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/6/2023).

BACA JUGA:
Pertumbuhan Ekonomi Diapresiasi Dunia, IMF Minta Indonesia Bantu Negara Lain

Bahlil mengaku sudah mencari tahu kenapa investor masih suka menjadikan Singapura sebagai hub. Ternyata menurutnya investor beralasan kalau Indonesia belum memiliki financial center sebaik Singapura dan Malaysia.

&quot;Saya mencari terus alasannya, ternyata kita katanya financial center kita belum sebaik Lagoon dan Singapura,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Bidik Pertumbuhan Investor Saham Syariah 10%, BEI Pakai Strategi Ini

Oleh karena itu menurut Bahlil agar investor tidak lagi menjadikan Singapura sebagai perantara, Indonesia akan membangun financial center di Ibu Kota Nusantara.

&quot;Kemarin di Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2023 di IKN kami sudah mengakomodir untuk ditempatkan finansial center IKN itu sama dengan Singapura dan Lagoon. Pajaknya kecil sekali,&quot; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xNS8xLzE2NjE4Ny81L3g4a3libzE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Sebelumnya, Menteri Bahlil mengancam akan mengurangi insentif untuk para investor yang menanamkan investasi ke Indonesia melalui negara perantara.



&quot;Saya tahu ini sebagian uang China masuk lewat Singapura dulu baru ke Indonesia. Nanti ke depan kalau tidak ada yang masuk langsung insentifnya tidak akan kita berikan secara maksimal,&quot; tutur Bahlil.



Bahlil menegaskan, Indonesia saat ini sudah menjadi negara yang berdaulat dan tidak bisa dianggap rendah.



&quot;Tidak boleh ada yang mengklaim bahwa Indonesia berada di bawah negara lain. Indonesia sekarang menterinya sudah pinter-pinter,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
