<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Foxconn Tak Kunjung Bangun Pabrik di RI, Bahlil: Ada Masalah Internal</title><description>Bahlil Lahadalia menyatakan perkembangan investasi perusahaan asal Taiwan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2828223/foxconn-tak-kunjung-bangun-pabrik-di-ri-bahlil-ada-masalah-internal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2828223/foxconn-tak-kunjung-bangun-pabrik-di-ri-bahlil-ada-masalah-internal"/><item><title>Foxconn Tak Kunjung Bangun Pabrik di RI, Bahlil: Ada Masalah Internal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2828223/foxconn-tak-kunjung-bangun-pabrik-di-ri-bahlil-ada-masalah-internal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/09/320/2828223/foxconn-tak-kunjung-bangun-pabrik-di-ri-bahlil-ada-masalah-internal</guid><pubDate>Jum'at 09 Juni 2023 19:48 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/09/320/2828223/foxconn-tak-kunjung-bangun-pabrik-di-ri-bahlil-ada-masalah-internal-oUGMGg0EOY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/09/320/2828223/foxconn-tak-kunjung-bangun-pabrik-di-ri-bahlil-ada-masalah-internal-oUGMGg0EOY.jpg</image><title>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyatakan perkembangan investasi perusahaan asal Taiwan, Hon Hai Precision Industry Co. Ltd. atau Foxconn di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah.
Bahlil mengatakan, ada sedikit dinamika yang terjadi di internal pemanufaktur smartphone dan IT asal Taiwan tersebut yang menyebabkan tertundanya ground breaking pabriknya di Indonesia.

BACA JUGA:
Bahlil: IKN 100% Jadi asal Presiden Selanjutnya Sejalan dengan Jokowi

&quot;Ya di tahun ini kemarin ada terjadi dinamika sedikit di internal mereka yang akan mungkin sudah hampir selesai,&quot; ujar Bahlil kepada awak media, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/6/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNS8xLzE2Njg1NS81L3g4bGl6Nmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Bahlil berjanji akan menyampaikan perkembangan selanjutnya terkait dengan pembangunan pabrik Foxconn untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik hingga baterai. &quot;Kalau sudah selesai saya akan sampaikan InsyaAllah doain ya,&quot; ucap Bahlil.

BACA JUGA:
LRT Jabodebek Diresmikan 18 Agustus, Kereta Cepat Oktober-November

Meski demikian, Bahlil belum berani memastikan di kuartal berapa Focxonn akan mulai membangun pabriknya di Indonesia. &quot;Kuartalnya saya nggak berani jawab,&quot; ujarnya.Sebelumnya, Foxconn dikabarkan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk memulai pengembangan ekosistem kendaraan listrik pada awal tahun 2023.
Foxconn akan menggandeng beberapa perusahaan seperti Gogoro, Industri Baterai Indonesia (IBC), dan Indika Energy serta direncanakan berinvestasi sebesar USD8 miliar untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan baterai listrik.
&quot;Mereka akan memulai groundbreaking pada awal tahun. Mereka akan masuk ekosistem kendaraan mobil terutama bus. Yang kedua mereka akan melakukan investasi di ekosistem baterainya. Lokasinya di Batang,&quot; kata Bahlil beberapa waktu lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyatakan perkembangan investasi perusahaan asal Taiwan, Hon Hai Precision Industry Co. Ltd. atau Foxconn di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah.
Bahlil mengatakan, ada sedikit dinamika yang terjadi di internal pemanufaktur smartphone dan IT asal Taiwan tersebut yang menyebabkan tertundanya ground breaking pabriknya di Indonesia.

BACA JUGA:
Bahlil: IKN 100% Jadi asal Presiden Selanjutnya Sejalan dengan Jokowi

&quot;Ya di tahun ini kemarin ada terjadi dinamika sedikit di internal mereka yang akan mungkin sudah hampir selesai,&quot; ujar Bahlil kepada awak media, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/6/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNS8xLzE2Njg1NS81L3g4bGl6Nmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Bahlil berjanji akan menyampaikan perkembangan selanjutnya terkait dengan pembangunan pabrik Foxconn untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik hingga baterai. &quot;Kalau sudah selesai saya akan sampaikan InsyaAllah doain ya,&quot; ucap Bahlil.

BACA JUGA:
LRT Jabodebek Diresmikan 18 Agustus, Kereta Cepat Oktober-November

Meski demikian, Bahlil belum berani memastikan di kuartal berapa Focxonn akan mulai membangun pabriknya di Indonesia. &quot;Kuartalnya saya nggak berani jawab,&quot; ujarnya.Sebelumnya, Foxconn dikabarkan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk memulai pengembangan ekosistem kendaraan listrik pada awal tahun 2023.
Foxconn akan menggandeng beberapa perusahaan seperti Gogoro, Industri Baterai Indonesia (IBC), dan Indika Energy serta direncanakan berinvestasi sebesar USD8 miliar untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan baterai listrik.
&quot;Mereka akan memulai groundbreaking pada awal tahun. Mereka akan masuk ekosistem kendaraan mobil terutama bus. Yang kedua mereka akan melakukan investasi di ekosistem baterainya. Lokasinya di Batang,&quot; kata Bahlil beberapa waktu lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
