<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perusahaan Telekomunikasi yang Ternyata Milik Konglomerat Low Tuck Kwong</title><description>Perusahaan telekomunikasi yang ternyata milik konglomerat Low Tuck Kwong.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/10/455/2828101/perusahaan-telekomunikasi-yang-ternyata-milik-konglomerat-low-tuck-kwong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/10/455/2828101/perusahaan-telekomunikasi-yang-ternyata-milik-konglomerat-low-tuck-kwong"/><item><title>Perusahaan Telekomunikasi yang Ternyata Milik Konglomerat Low Tuck Kwong</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/10/455/2828101/perusahaan-telekomunikasi-yang-ternyata-milik-konglomerat-low-tuck-kwong</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/10/455/2828101/perusahaan-telekomunikasi-yang-ternyata-milik-konglomerat-low-tuck-kwong</guid><pubDate>Sabtu 10 Juni 2023 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/09/455/2828101/perusahaan-telekomunikasi-yang-ternyata-milik-konglomerat-low-tuck-kwong-FbZ7GUCjxP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perusahaan telekomunikasi yang ternyata milik Low Tuck Kwong (Foto: Forbes)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/09/455/2828101/perusahaan-telekomunikasi-yang-ternyata-milik-konglomerat-low-tuck-kwong-FbZ7GUCjxP.jpg</image><title>Perusahaan telekomunikasi yang ternyata milik Low Tuck Kwong (Foto: Forbes)</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan telekomunikasi yang ternyata milik konglomerat Low Tuck Kwong. Dikutip Forbes, Low Tuck Kwong memiliki harta kekayaan sebesar USD25,5 miliar atau setara Rp388,2 triliun (Rp15.226/USD).
Tak hanya mengelola perusahaan tambang batu bara, ternyata ada beragam bisnis lain yang ditekuni Low Tuck Kwong yakni perusahaan telekomunikasi.

BACA JUGA:
Punya Harta Rp398 Triliun, Kekayaan Budi Hartono Lewati Low Tuck Kwong 


Berikut perusahaan telekomunikasi yang ternyata milik konglomerat Low Tuck Kwong adalah Voksel Electric
Voksel Electric adalah perusahaan yang berfokus dalam pembuatan produksi kabel dan kawat listrik berbagai tegangan di Indonesia.

BACA JUGA:
Budi Hartono Kembali Jadi Orang Terkaya di Indonesia Kalahkan Low Tuck Kwong


Sebagai informasi, Low Tuck Kwong juga mendukung SEAX Global, yang membangun sistem kabel bawah laut untuk konektivitas internet yang menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia.
Berikut ini profil dari Voksel Electric
Didirikan pada tanggal 19 April 1971, PT Voksel Electric Tbk bergerak di bidang industri kabel. Pada tahun 1989, Perseroan berubah status menjadi Penanaman Modal Asing melalui perjanjian joint venture dengan Showa Electric Wire &amp;amp; Cable Co. Ltd. (&amp;ldquo;Showa&amp;rdquo;), sebuah perusahaan kabel terkemuka di Jepang yang telah berganti nama menjadi SWCC Showa Cable Systems Co. Ltd. sejak tahun 2006.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNi80LzEyMzE0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sejalan dengan pesatnya perkembangan industri kabel dan pertumbuhan  strategis yang semakin agresif, Perusahaan melakukan penawaran umum  perdana di Bursa Efek Jakarta (sekarang menjadi Bursa Efek Indonesia)  dan Bursa Efek Surabaya pada tanggal 20 Desember, 1990. Dengan kerja  keras dan dedikasi dari seluruh manajemen dan staf Perusahaan,  Perusahaan berhasil memposisikan diri sebagai salah satu produsen kabel  terkemuka di Indonesia. Bisnis inti Perusahaan meliputi manufaktur kabel  listrik, telekomunikasi, dan serat optik.
Perseroan memasarkan produknya baik di dalam maupun ke luar negeri.  Untuk pasar domestik, mayoritas penjualan bersumber dari PT Perusahaan  Listrik Negara (PLN) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom).  Selain itu, Perseroan juga memasok kabel kepada kontraktor dan  distributor. Untuk penjualan ekspor, Perseroan melakukan pemasaran ke  berbagai negara seperti: Singapura, Malaysia, Timor Leste, Filipina,  Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Nepal, Bhutan, India, Sri Lanka,  Bangladesh, Pakistan, Afganistan, UEA, Yaman, Saudi Arab, Qatar,  Lebanon, Irak, Yordania, Mesir, Jepang, Korea Selatan, Australia,  Panama, Brasil, Kenya, Tanzania, DR Kongo, Republik Kongo, Nigeria,  Ethiopia, Mozambik, Uganda, Eritrea, Malta, Mauritius, Siprus,  Seychelles, Liberia, Haiti, Suriname, Palestina, Hong Kong, Taiwan,  Tiongkok, Samoa, Chili, Ekuador, Brunei, Gabon, Ghana, Angola, Pantai  Gading, Burundi, Rwanda, Madagaskar.</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan telekomunikasi yang ternyata milik konglomerat Low Tuck Kwong. Dikutip Forbes, Low Tuck Kwong memiliki harta kekayaan sebesar USD25,5 miliar atau setara Rp388,2 triliun (Rp15.226/USD).
Tak hanya mengelola perusahaan tambang batu bara, ternyata ada beragam bisnis lain yang ditekuni Low Tuck Kwong yakni perusahaan telekomunikasi.

BACA JUGA:
Punya Harta Rp398 Triliun, Kekayaan Budi Hartono Lewati Low Tuck Kwong 


Berikut perusahaan telekomunikasi yang ternyata milik konglomerat Low Tuck Kwong adalah Voksel Electric
Voksel Electric adalah perusahaan yang berfokus dalam pembuatan produksi kabel dan kawat listrik berbagai tegangan di Indonesia.

BACA JUGA:
Budi Hartono Kembali Jadi Orang Terkaya di Indonesia Kalahkan Low Tuck Kwong


Sebagai informasi, Low Tuck Kwong juga mendukung SEAX Global, yang membangun sistem kabel bawah laut untuk konektivitas internet yang menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia.
Berikut ini profil dari Voksel Electric
Didirikan pada tanggal 19 April 1971, PT Voksel Electric Tbk bergerak di bidang industri kabel. Pada tahun 1989, Perseroan berubah status menjadi Penanaman Modal Asing melalui perjanjian joint venture dengan Showa Electric Wire &amp;amp; Cable Co. Ltd. (&amp;ldquo;Showa&amp;rdquo;), sebuah perusahaan kabel terkemuka di Jepang yang telah berganti nama menjadi SWCC Showa Cable Systems Co. Ltd. sejak tahun 2006.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8wNi80LzEyMzE0Mi8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sejalan dengan pesatnya perkembangan industri kabel dan pertumbuhan  strategis yang semakin agresif, Perusahaan melakukan penawaran umum  perdana di Bursa Efek Jakarta (sekarang menjadi Bursa Efek Indonesia)  dan Bursa Efek Surabaya pada tanggal 20 Desember, 1990. Dengan kerja  keras dan dedikasi dari seluruh manajemen dan staf Perusahaan,  Perusahaan berhasil memposisikan diri sebagai salah satu produsen kabel  terkemuka di Indonesia. Bisnis inti Perusahaan meliputi manufaktur kabel  listrik, telekomunikasi, dan serat optik.
Perseroan memasarkan produknya baik di dalam maupun ke luar negeri.  Untuk pasar domestik, mayoritas penjualan bersumber dari PT Perusahaan  Listrik Negara (PLN) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom).  Selain itu, Perseroan juga memasok kabel kepada kontraktor dan  distributor. Untuk penjualan ekspor, Perseroan melakukan pemasaran ke  berbagai negara seperti: Singapura, Malaysia, Timor Leste, Filipina,  Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Nepal, Bhutan, India, Sri Lanka,  Bangladesh, Pakistan, Afganistan, UEA, Yaman, Saudi Arab, Qatar,  Lebanon, Irak, Yordania, Mesir, Jepang, Korea Selatan, Australia,  Panama, Brasil, Kenya, Tanzania, DR Kongo, Republik Kongo, Nigeria,  Ethiopia, Mozambik, Uganda, Eritrea, Malta, Mauritius, Siprus,  Seychelles, Liberia, Haiti, Suriname, Palestina, Hong Kong, Taiwan,  Tiongkok, Samoa, Chili, Ekuador, Brunei, Gabon, Ghana, Angola, Pantai  Gading, Burundi, Rwanda, Madagaskar.</content:encoded></item></channel></rss>
