<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Delta Dunia (DOID) Bagi-Bagi Dividen Rp106,3 Miliar</title><description>Delta Dunia Group menyetujui pembagian dividen kepada para pemegang saham sebesar USD7,15 juta atau sekitar Rp106,3 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/12/278/2829353/delta-dunia-doid-bagi-bagi-dividen-rp106-3-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/12/278/2829353/delta-dunia-doid-bagi-bagi-dividen-rp106-3-miliar"/><item><title>Delta Dunia (DOID) Bagi-Bagi Dividen Rp106,3 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/12/278/2829353/delta-dunia-doid-bagi-bagi-dividen-rp106-3-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/12/278/2829353/delta-dunia-doid-bagi-bagi-dividen-rp106-3-miliar</guid><pubDate>Senin 12 Juni 2023 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/12/278/2829353/delta-dunia-doid-bagi-bagi-dividen-rp106-3-miliar-bgvjL1GdsF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">DOID bagikan dividen (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/12/278/2829353/delta-dunia-doid-bagi-bagi-dividen-rp106-3-miliar-bgvjL1GdsF.jpg</image><title>DOID bagikan dividen (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) atau Delta Dunia Group menyetujui pembagian dividen kepada para pemegang saham sebesar USD7,15 juta atau sekitar Rp106,3 miliar. Hal ini ditetapkan dalam Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).
Presiden Direktur Delta Dunia Group Ronald Sutardja mengatakan, dividen tersebut merupakan bagian dari laba bersih yang diperoleh perusahaan sepanjang 2022 senilai USD29 juta atau sekitar Rp431,3 miliar dari total pendapatan USD1,554 miliar atau sekitar Rp23,115 triliun.

BACA JUGA:
Jaya Konstruksi (JKON) Tebar Dividen Rp48,92 Miliar


&quot;Perusahaan telah membayarkan dividen interim sebesar 5,15 juta dolar AS atau sekitar Rp76,6 miliar kepada pemegang saham pada tanggal 30 Desember 2022,&quot; ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Senin (12/6/2023).

BACA JUGA:
Harum Energy (HRUM) Emiten Milik Kiki Barki Tak Bagi Dividen, Ini Alasannya


Sebesar USD2 juta sisanya atau sekitar Rp29,7 miliar akan dibayarkan dalam bentuk dividen tunai final dengan jadwal yang akan diumumkan di situs web Bursa Efek Indonesia dan Delta Dunia Group. Sementara itu, sisa laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk perseroan sejumlah USD21,5 juta atau sekitar Rp319 miliar akan dialokasikan untuk memperkuat permodalan perseroan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ronald menambahkan, sepanjang 2022 perusahaan mencatatkan pendapatan  (revenue) sebesar USD1,554 miliar atau sekitar Rp23,115 triliun,  meningkat 71% dari 2021. Sementara itu dalam RUPS yang digelar pada 8  Juni 2023 itu juga menyetujui rencana perseroan dan/atau PT Bukit Makmur  Mandiri Utama (BUMA), anak perusahaan Delta Dunia Group, untuk  menerbitkan Surat Utang berdenominasi Dolar Amerika Serikat guna  memperoleh alternatif pembiayaan.
Surat utang ini nantinya akan ditawarkan kepada investor di luar  wilayah Republik Indonesia, dengan jumlah maksimal sebesar USD500 juta  atau sekitar Rp7,43 triliun.&amp;ldquo;Rencana penerbitan surat utang bertujuan  untuk terus memperkuat kondisi keuangan serta kegiatan usaha BUMA,&quot; ujar  Ronald.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) atau Delta Dunia Group menyetujui pembagian dividen kepada para pemegang saham sebesar USD7,15 juta atau sekitar Rp106,3 miliar. Hal ini ditetapkan dalam Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).
Presiden Direktur Delta Dunia Group Ronald Sutardja mengatakan, dividen tersebut merupakan bagian dari laba bersih yang diperoleh perusahaan sepanjang 2022 senilai USD29 juta atau sekitar Rp431,3 miliar dari total pendapatan USD1,554 miliar atau sekitar Rp23,115 triliun.

BACA JUGA:
Jaya Konstruksi (JKON) Tebar Dividen Rp48,92 Miliar


&quot;Perusahaan telah membayarkan dividen interim sebesar 5,15 juta dolar AS atau sekitar Rp76,6 miliar kepada pemegang saham pada tanggal 30 Desember 2022,&quot; ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Senin (12/6/2023).

BACA JUGA:
Harum Energy (HRUM) Emiten Milik Kiki Barki Tak Bagi Dividen, Ini Alasannya


Sebesar USD2 juta sisanya atau sekitar Rp29,7 miliar akan dibayarkan dalam bentuk dividen tunai final dengan jadwal yang akan diumumkan di situs web Bursa Efek Indonesia dan Delta Dunia Group. Sementara itu, sisa laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk perseroan sejumlah USD21,5 juta atau sekitar Rp319 miliar akan dialokasikan untuk memperkuat permodalan perseroan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ronald menambahkan, sepanjang 2022 perusahaan mencatatkan pendapatan  (revenue) sebesar USD1,554 miliar atau sekitar Rp23,115 triliun,  meningkat 71% dari 2021. Sementara itu dalam RUPS yang digelar pada 8  Juni 2023 itu juga menyetujui rencana perseroan dan/atau PT Bukit Makmur  Mandiri Utama (BUMA), anak perusahaan Delta Dunia Group, untuk  menerbitkan Surat Utang berdenominasi Dolar Amerika Serikat guna  memperoleh alternatif pembiayaan.
Surat utang ini nantinya akan ditawarkan kepada investor di luar  wilayah Republik Indonesia, dengan jumlah maksimal sebesar USD500 juta  atau sekitar Rp7,43 triliun.&amp;ldquo;Rencana penerbitan surat utang bertujuan  untuk terus memperkuat kondisi keuangan serta kegiatan usaha BUMA,&quot; ujar  Ronald.</content:encoded></item></channel></rss>
