<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kelola Belanja Negara Rp3.000 Triliun, Sri Mulyani: Kemenkeu Tak Minta Anggaran Ditambah</title><description>Sri Mulyani Indrawati menegaskan Kementerian Keuangan tidak meminta tambahan anggaran meskipun menjadi pengelola APBN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/12/320/2829236/kelola-belanja-negara-rp3-000-triliun-sri-mulyani-kemenkeu-tak-minta-anggaran-ditambah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/12/320/2829236/kelola-belanja-negara-rp3-000-triliun-sri-mulyani-kemenkeu-tak-minta-anggaran-ditambah"/><item><title>Kelola Belanja Negara Rp3.000 Triliun, Sri Mulyani: Kemenkeu Tak Minta Anggaran Ditambah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/12/320/2829236/kelola-belanja-negara-rp3-000-triliun-sri-mulyani-kemenkeu-tak-minta-anggaran-ditambah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/12/320/2829236/kelola-belanja-negara-rp3-000-triliun-sri-mulyani-kemenkeu-tak-minta-anggaran-ditambah</guid><pubDate>Senin 12 Juni 2023 12:34 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/12/320/2829236/kelola-belanja-negara-rp3-000-triliun-sri-mulyani-kemenkeu-tak-minta-anggaran-ditambah-Ji9g2ONODc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani tegaskan kemenkeu tak minta tambah anggaran (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/12/320/2829236/kelola-belanja-negara-rp3-000-triliun-sri-mulyani-kemenkeu-tak-minta-anggaran-ditambah-Ji9g2ONODc.jpg</image><title>Sri Mulyani tegaskan kemenkeu tak minta tambah anggaran (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan Kementerian Keuangan tidak meminta tambahan anggaran meskipun menjadi pengelola APBN. Dia mengatakan, Kemenkeu memperbaiki organisasi dan SDM-nya agar berkompeten dan memiliki integritas serta profesional.
Selama ini, pihaknya terus mengedepankan aspek-aspek disiplin anggaran dan pengelolaan anggaran yang efisien dan juga kepantasan dari sisi penggunaan anggaran.

BACA JUGA:
Jurus Sri Mulyani agar Kasus Rafael Alun Cs Tak Terulang Lagi

&quot;Meskipun Kemenkeu sendiri sebagai pengelola keuangan negara dengan belanja total negara adalah Rp3.000 triliun ini tidak menjadi alasan Kemenkeu untuk meminta anggaran sendiri lebih banyak,&quot; ujar Sri dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (12/6/2023).
Bahkan kalau dilihat, dia menyebut bahwa Kemenkeu terus melakukan efisiensi. Negative growth dari SDM Kemenkeu menurutnya sangat terlihat sekali dalam 5 tahun terakhir. Tahun 2019, jumlah SDM Kemenkeu masih sebesar 82.468 orang dan sekarang ada di 78.520 orang.

BACA JUGA:
Akui Biaya Logistik di Indonesia Mahal, Sri Mulyani: Geografis Kita Rumit

&quot;Kita setiap tahun melakukan negative growth, artinya jumlah yang retired dibandingkan yang direkrut baru, lebih kecil yang direkrut. Sehingga, total headcount menurun,&quot; ungkap Sri.
Dia mengatakan bahwa pihaknya mengantisipasi dengan dukungan teknologi dan peranan cara kerja baru. Kemenkeu, lanjut Sri, lebih mementingkan kepada kualitas dan kompetensi dibandingkan jumlah. Dari sisi Indeks Kepuasan Penggunaan Layanan, Nilai Reformasi Birokrasi, dan Nilai AKIP Kemenkeu membuat progres.


&quot;Ini tentu membuat kita tidak terlena, kita memahami bahwa organisasi  yang besar dengan jumlah SDM yang sangat banyak tentu juga memiliki  hal-hal untuk terus diperbaiki. Makanya Kemenkeu terus melakukan  transformasi kelembagaan,&quot; jelas Sri.
Sambung dia memaparkan, tujuannya adalah untuk memperkuat tata kelola  dan perbaikan layanan. Berbagai kasus yang terjadi juga memberikan  pembelajaran yang sangat penting bagi Kemenkeu.
&quot;Kami terus menata SDM agar mereka tidak hanya dari jumlah, namun  kompetensi dan karakter untuk pelayanan. Kami juga mensimplifikasi  proses bisnis agar pelayanan lebih pasti dan efisien, memperkuat  pengawasan internal, ini adalah bagian dari koreksi terhadap berbagai  tata kelola yang beberapa saat terakhir ini menjadi sorotan publik,&quot;  ungkapnya.
Tak hanya itu, penguatan kelembagaan juga terus dilakukan, penguatan  budaya kerja dan transformasi digital di mana sedapat mungkin teknologi  digital mampu meningkatkan kualitas dan kecepatan pelayanan serta  mengurangi kemungkinan interaksi yang bisa berujung kepada masalah tata  kelola. &quot;Kita terus memfokuskan pada perbaikan efisiensi dan perbaikan  anggaran kita,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan Kementerian Keuangan tidak meminta tambahan anggaran meskipun menjadi pengelola APBN. Dia mengatakan, Kemenkeu memperbaiki organisasi dan SDM-nya agar berkompeten dan memiliki integritas serta profesional.
Selama ini, pihaknya terus mengedepankan aspek-aspek disiplin anggaran dan pengelolaan anggaran yang efisien dan juga kepantasan dari sisi penggunaan anggaran.

BACA JUGA:
Jurus Sri Mulyani agar Kasus Rafael Alun Cs Tak Terulang Lagi

&quot;Meskipun Kemenkeu sendiri sebagai pengelola keuangan negara dengan belanja total negara adalah Rp3.000 triliun ini tidak menjadi alasan Kemenkeu untuk meminta anggaran sendiri lebih banyak,&quot; ujar Sri dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (12/6/2023).
Bahkan kalau dilihat, dia menyebut bahwa Kemenkeu terus melakukan efisiensi. Negative growth dari SDM Kemenkeu menurutnya sangat terlihat sekali dalam 5 tahun terakhir. Tahun 2019, jumlah SDM Kemenkeu masih sebesar 82.468 orang dan sekarang ada di 78.520 orang.

BACA JUGA:
Akui Biaya Logistik di Indonesia Mahal, Sri Mulyani: Geografis Kita Rumit

&quot;Kita setiap tahun melakukan negative growth, artinya jumlah yang retired dibandingkan yang direkrut baru, lebih kecil yang direkrut. Sehingga, total headcount menurun,&quot; ungkap Sri.
Dia mengatakan bahwa pihaknya mengantisipasi dengan dukungan teknologi dan peranan cara kerja baru. Kemenkeu, lanjut Sri, lebih mementingkan kepada kualitas dan kompetensi dibandingkan jumlah. Dari sisi Indeks Kepuasan Penggunaan Layanan, Nilai Reformasi Birokrasi, dan Nilai AKIP Kemenkeu membuat progres.


&quot;Ini tentu membuat kita tidak terlena, kita memahami bahwa organisasi  yang besar dengan jumlah SDM yang sangat banyak tentu juga memiliki  hal-hal untuk terus diperbaiki. Makanya Kemenkeu terus melakukan  transformasi kelembagaan,&quot; jelas Sri.
Sambung dia memaparkan, tujuannya adalah untuk memperkuat tata kelola  dan perbaikan layanan. Berbagai kasus yang terjadi juga memberikan  pembelajaran yang sangat penting bagi Kemenkeu.
&quot;Kami terus menata SDM agar mereka tidak hanya dari jumlah, namun  kompetensi dan karakter untuk pelayanan. Kami juga mensimplifikasi  proses bisnis agar pelayanan lebih pasti dan efisien, memperkuat  pengawasan internal, ini adalah bagian dari koreksi terhadap berbagai  tata kelola yang beberapa saat terakhir ini menjadi sorotan publik,&quot;  ungkapnya.
Tak hanya itu, penguatan kelembagaan juga terus dilakukan, penguatan  budaya kerja dan transformasi digital di mana sedapat mungkin teknologi  digital mampu meningkatkan kualitas dan kecepatan pelayanan serta  mengurangi kemungkinan interaksi yang bisa berujung kepada masalah tata  kelola. &quot;Kita terus memfokuskan pada perbaikan efisiensi dan perbaikan  anggaran kita,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
