<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Hemat Rp2,12 triliun berkat Pola Kerja Baru</title><description>Kementerian Keuangan mengefisiensikan anggaran hingga Rp2,12 triliun selama periode 2020 hingga 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/12/320/2829361/sri-mulyani-hemat-rp2-12-triliun-berkat-pola-kerja-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/12/320/2829361/sri-mulyani-hemat-rp2-12-triliun-berkat-pola-kerja-baru"/><item><title>Sri Mulyani Hemat Rp2,12 triliun berkat Pola Kerja Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/12/320/2829361/sri-mulyani-hemat-rp2-12-triliun-berkat-pola-kerja-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/12/320/2829361/sri-mulyani-hemat-rp2-12-triliun-berkat-pola-kerja-baru</guid><pubDate>Senin 12 Juni 2023 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/12/320/2829361/sri-mulyani-hemat-rp2-12-triliun-berkat-pola-kerja-baru-4YpJNZEulT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani hemat anggaran (Foto: Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/12/320/2829361/sri-mulyani-hemat-rp2-12-triliun-berkat-pola-kerja-baru-4YpJNZEulT.jpg</image><title>Sri Mulyani hemat anggaran (Foto: Kemenkeu)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengefisiensikan anggaran hingga Rp2,12 triliun selama periode 2020 hingga 2023 berkat kebijakan pola kerja baru.
&amp;ldquo;Dengan berbagai langkah-langkah organisasi dan perbaikan birokrasi, kami mampu melakukan efisiensi anggaran hingga Rp2,12 triliun melalui pola kerja baru,&amp;rdquo; kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dilansir dari Antara, Senin (12/6/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Tak Buru-Buru Bayar Utang ke Jusuf Hamka, Ini Alasannya


Efisiensi tersebut diwujudkan melalui 11 kebijakan. Pertama, pengendalian belanja birokrasi yang mampu mengefisiensikan anggaran sebesar Rp534,42 miliar. Hal itu dilakukan misalnya melalui efisiensi perjalanan dinas.
Kedua, pembayaran belanja pegawai terpusat yang berdampak pada turunnya anggaran pengelolaan gaji dan optimalisasi sumber daya manusia (SDM) hingga Rp9,46 miliar.

BACA JUGA:
Kelola Belanja Negara Rp3.000 Triliun, Sri Mulyani: Kemenkeu Tak Minta Anggaran Ditambah


Ketiga, implementasi ruang kerja masa depan (RKMD) yang berdampak pada turunnya alokasi sewa kantor. Kebijakan tersebut mampu menekan anggaran hingga Rp14,35 miliar.
Keempat, konsolidasi pengadaan laptop melalui e-katalog LKPP dan kebijakan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang berhasil mengurangi anggaran sebesar Rp140,83 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kelima, kebijakan digitalisasi dari proses bisnis yang  mengefisiensikan anggaran sebesar Rp92,85 miliar. Keenam, pengadaan  alat-alat kolaborasi secara terpusat dengan kontribusi efisiensi sebesar  Rp290 miliar.
Ketujuh, kebijakan negative growth pegawai sebesar Rp902,69 miliar.  Sri Mulyani mengatakan Kemenkeu telah menurunkan jumlah pegawai sebesar  4,35% menjadi 78.882 orang dari sebelumnya sebanyak 82.468 orang.
Kedelapan, optimalisasi penggunaan sarana dan prasarana sebesar  Rp35,27 miliar. Menurut Menkeu, kebijakan tersebut tidak hanya untuk  efisiensi anggaran tetapi juga untuk meningkatkan inklusivitas dan  kebersamaan di lingkungan kerja Kemenkeu.
Kesembilan, prioritas pembentukan tim yang berdampak pada efisiensi  honorarium tim hingga Rp15,35 miliar. Kesepuluh, optimalisasi anggaran  penanganan pandemi sebesar Rp84,19 miliar. Terakhir, standardisasi dan  pemberian seminar kit yang selektif yang mampu menekan anggaran sebesar  Rp4,44 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengefisiensikan anggaran hingga Rp2,12 triliun selama periode 2020 hingga 2023 berkat kebijakan pola kerja baru.
&amp;ldquo;Dengan berbagai langkah-langkah organisasi dan perbaikan birokrasi, kami mampu melakukan efisiensi anggaran hingga Rp2,12 triliun melalui pola kerja baru,&amp;rdquo; kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dilansir dari Antara, Senin (12/6/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Tak Buru-Buru Bayar Utang ke Jusuf Hamka, Ini Alasannya


Efisiensi tersebut diwujudkan melalui 11 kebijakan. Pertama, pengendalian belanja birokrasi yang mampu mengefisiensikan anggaran sebesar Rp534,42 miliar. Hal itu dilakukan misalnya melalui efisiensi perjalanan dinas.
Kedua, pembayaran belanja pegawai terpusat yang berdampak pada turunnya anggaran pengelolaan gaji dan optimalisasi sumber daya manusia (SDM) hingga Rp9,46 miliar.

BACA JUGA:
Kelola Belanja Negara Rp3.000 Triliun, Sri Mulyani: Kemenkeu Tak Minta Anggaran Ditambah


Ketiga, implementasi ruang kerja masa depan (RKMD) yang berdampak pada turunnya alokasi sewa kantor. Kebijakan tersebut mampu menekan anggaran hingga Rp14,35 miliar.
Keempat, konsolidasi pengadaan laptop melalui e-katalog LKPP dan kebijakan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang berhasil mengurangi anggaran sebesar Rp140,83 miliar.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kelima, kebijakan digitalisasi dari proses bisnis yang  mengefisiensikan anggaran sebesar Rp92,85 miliar. Keenam, pengadaan  alat-alat kolaborasi secara terpusat dengan kontribusi efisiensi sebesar  Rp290 miliar.
Ketujuh, kebijakan negative growth pegawai sebesar Rp902,69 miliar.  Sri Mulyani mengatakan Kemenkeu telah menurunkan jumlah pegawai sebesar  4,35% menjadi 78.882 orang dari sebelumnya sebanyak 82.468 orang.
Kedelapan, optimalisasi penggunaan sarana dan prasarana sebesar  Rp35,27 miliar. Menurut Menkeu, kebijakan tersebut tidak hanya untuk  efisiensi anggaran tetapi juga untuk meningkatkan inklusivitas dan  kebersamaan di lingkungan kerja Kemenkeu.
Kesembilan, prioritas pembentukan tim yang berdampak pada efisiensi  honorarium tim hingga Rp15,35 miliar. Kesepuluh, optimalisasi anggaran  penanganan pandemi sebesar Rp84,19 miliar. Terakhir, standardisasi dan  pemberian seminar kit yang selektif yang mampu menekan anggaran sebesar  Rp4,44 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
