<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>UMKM Diminta Jangan Tiru Produk China</title><description>Teten Masduki meminta para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia untuk tidak menduplikasi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/12/320/2829386/umkm-diminta-jangan-tiru-produk-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/12/320/2829386/umkm-diminta-jangan-tiru-produk-china"/><item><title>UMKM Diminta Jangan Tiru Produk China</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/12/320/2829386/umkm-diminta-jangan-tiru-produk-china</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/12/320/2829386/umkm-diminta-jangan-tiru-produk-china</guid><pubDate>Senin 12 Juni 2023 15:37 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/12/320/2829386/umkm-diminta-jangan-tiru-produk-china-b8DCBmxDIh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MenkopUKM Teten Masduki. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/12/320/2829386/umkm-diminta-jangan-tiru-produk-china-b8DCBmxDIh.jpg</image><title>MenkopUKM Teten Masduki. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki meminta para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia untuk tidak menduplikasi atau meniru produk-produk buatan China.
&quot;Jangan bikin produk yang dibikin China, kita enggak mungkin bisa bersaing, karena mereka sudah punya bahan baku,&quot; kata Teten dalam kuliah umum di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipantau secara daring, Senin (12/6/2023).

BACA JUGA:
Henny Rolupat, Bantu UMKM Malah Sukses Berdagang Batik Go Internasional

Menurut Teten para pelaku UMKM untuk mencari keunggulan domestik apa yang dimiliki oleh Indonesia, menurutnya banyak potensi yang bisa dikembangkan.



&quot;Untuk memulai usaha di Indonesia sekarang ini mudah tinggal Anda memang mempunyai kemauan,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Bangun Ekonomi Lokal, Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Dipenuhi UMKM

Sebelumnya, Teten menyebut ada 21 juta pelaku UMKM yang terhubung ke ekosistem digital dari target 30 juta pada 2024. Namun produk yang dijual, terutama di e-commerce sebagian besar dari China.&quot;Produk yang dijual (di e-commerce) sebagian besar itu produk China, produk impor,&quot; ucapnya.
Menurutnya itu menunjukkan bahwa industri di Tanah Air masih lemah. Pasalnya, masyarakat Indonesia masih banyak yang hanya menjadi pedagang, bukan produsen.
Oleh karena itu, dirinya mengajak lembaga pendidikan seperti universitas untuk melakukan perubahan, bukan hanya menyiapkan sarjana untuk menjadi pegawai pemerintahan atau swasta, tapi juga menciptakan pelaku usaha berkualitas.
&quot;Karena pasar dalam negeri kita ini sudah pasar bebas, maka kita harus bisa memenangkan persaingan sebelum kita masuk ke pasar global,&quot; kata Teten</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki meminta para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia untuk tidak menduplikasi atau meniru produk-produk buatan China.
&quot;Jangan bikin produk yang dibikin China, kita enggak mungkin bisa bersaing, karena mereka sudah punya bahan baku,&quot; kata Teten dalam kuliah umum di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipantau secara daring, Senin (12/6/2023).

BACA JUGA:
Henny Rolupat, Bantu UMKM Malah Sukses Berdagang Batik Go Internasional

Menurut Teten para pelaku UMKM untuk mencari keunggulan domestik apa yang dimiliki oleh Indonesia, menurutnya banyak potensi yang bisa dikembangkan.



&quot;Untuk memulai usaha di Indonesia sekarang ini mudah tinggal Anda memang mempunyai kemauan,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
Bangun Ekonomi Lokal, Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Dipenuhi UMKM

Sebelumnya, Teten menyebut ada 21 juta pelaku UMKM yang terhubung ke ekosistem digital dari target 30 juta pada 2024. Namun produk yang dijual, terutama di e-commerce sebagian besar dari China.&quot;Produk yang dijual (di e-commerce) sebagian besar itu produk China, produk impor,&quot; ucapnya.
Menurutnya itu menunjukkan bahwa industri di Tanah Air masih lemah. Pasalnya, masyarakat Indonesia masih banyak yang hanya menjadi pedagang, bukan produsen.
Oleh karena itu, dirinya mengajak lembaga pendidikan seperti universitas untuk melakukan perubahan, bukan hanya menyiapkan sarjana untuk menjadi pegawai pemerintahan atau swasta, tapi juga menciptakan pelaku usaha berkualitas.
&quot;Karena pasar dalam negeri kita ini sudah pasar bebas, maka kita harus bisa memenangkan persaingan sebelum kita masuk ke pasar global,&quot; kata Teten</content:encoded></item></channel></rss>
