<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akui Minat Masyarakat Beli Kendaraan Listrik Masih Minim, Menperin: Ini Tak Mudah Butuh Waktu</title><description>Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan tak mudah mengubah kultur atau budaya masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/12/320/2829458/akui-minat-masyarakat-beli-kendaraan-listrik-masih-minim-menperin-ini-tak-mudah-butuh-waktu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/12/320/2829458/akui-minat-masyarakat-beli-kendaraan-listrik-masih-minim-menperin-ini-tak-mudah-butuh-waktu"/><item><title>Akui Minat Masyarakat Beli Kendaraan Listrik Masih Minim, Menperin: Ini Tak Mudah Butuh Waktu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/12/320/2829458/akui-minat-masyarakat-beli-kendaraan-listrik-masih-minim-menperin-ini-tak-mudah-butuh-waktu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/12/320/2829458/akui-minat-masyarakat-beli-kendaraan-listrik-masih-minim-menperin-ini-tak-mudah-butuh-waktu</guid><pubDate>Senin 12 Juni 2023 17:01 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/12/320/2829458/akui-minat-masyarakat-beli-kendaraan-listrik-masih-minim-menperin-ini-tak-mudah-butuh-waktu-4Uu8rjdDI2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kendaraan Listrik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/12/320/2829458/akui-minat-masyarakat-beli-kendaraan-listrik-masih-minim-menperin-ini-tak-mudah-butuh-waktu-4Uu8rjdDI2.jpg</image><title>Kendaraan Listrik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan tak mudah mengubah kultur atau budaya masyarakat dari yang biasa menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan tenaga listrik. Menurutnya, hal itu butuh waktu.
&quot;Ini tidak mudah, karena harus merubah cara berfikir, merubah kultur orang yang biasanya menggunakan fosil, harus dirubah ke listrik. Ini adalah masalah kultur, jadi ini takes time (memakan waktu),&quot; ujar Agus saat ditemui MNC Portal di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (12/6/2023).

BACA JUGA:
PLN Listriki 1.185 Desa Sepanjang 2022

Oleh karena itu, Agus bersama jajarannya terus berupaya mendorong minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Selain ramah lingkungan, namun juga untuk mempercepat pembangunan ekosistem dari kendaraan listrik di dalam negeri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNS8xLzE2Njg1NS81L3g4bGl6Nmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Jadi harus betul betul kita mulai dan lakukan, itu sebabnya program bantuan pemerintah kita ambil,&quot; cetusnya.

BACA JUGA:
Baru 4 Smelter yang Produksi Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik RI, Ini Penyebabnya

Lebih lanjut Menperin menyampaikan, berdasarkan data Sisapira, saat ini baru ada 4 unit kendaraan listrik yang tersalurkan, 2 unit terverifikasi dan 696 unit dalam proses pendaftaran dalam program bantuan pemerintah untuk pembelian kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) roda dua.Asal tahu saja, padahal, pemerintah sudah menyiapkan kuota bantuan sebanyak 200.000 unit kendaraan listrik roda dua untuk tahun 2023.
Dalam pemberian subsidi ini tepat sasaran, pemerintah pun memiliki kriteria penerima bantuan. Yakni, mereka merupakan penerima manfaat kredit usaha rakyat, bantuan produktif usaha mikro, bantuan subsidi upah, atau penerima subsidi listrik sampai dengan 900 VA.
&quot;Regulasi yang diputuskan pemerintah itu dimana calon penerima manfaat program tersebut kita buat sedemikian rigid-nya, sedemikian complicated sehingga bantuan pemerintah untuk belanja motor listrik itu bisa untuk lmasyarakat yang memang kita anggap wajar untuk dapat bantuan,&quot; pungkas Agus.
Sebagai informasi, Sisapira merupakan situs khusus yang dibuat Kemenperin untuk menyalurkan subsidi motor listrik. Dengan situs ini diharapkan dapat mempermudah penyaluran motor listrik subsidi dari produsen ke masyarakat.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan tak mudah mengubah kultur atau budaya masyarakat dari yang biasa menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan tenaga listrik. Menurutnya, hal itu butuh waktu.
&quot;Ini tidak mudah, karena harus merubah cara berfikir, merubah kultur orang yang biasanya menggunakan fosil, harus dirubah ke listrik. Ini adalah masalah kultur, jadi ini takes time (memakan waktu),&quot; ujar Agus saat ditemui MNC Portal di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (12/6/2023).

BACA JUGA:
PLN Listriki 1.185 Desa Sepanjang 2022

Oleh karena itu, Agus bersama jajarannya terus berupaya mendorong minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Selain ramah lingkungan, namun juga untuk mempercepat pembangunan ekosistem dari kendaraan listrik di dalam negeri.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNS8xLzE2Njg1NS81L3g4bGl6Nmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Jadi harus betul betul kita mulai dan lakukan, itu sebabnya program bantuan pemerintah kita ambil,&quot; cetusnya.

BACA JUGA:
Baru 4 Smelter yang Produksi Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik RI, Ini Penyebabnya

Lebih lanjut Menperin menyampaikan, berdasarkan data Sisapira, saat ini baru ada 4 unit kendaraan listrik yang tersalurkan, 2 unit terverifikasi dan 696 unit dalam proses pendaftaran dalam program bantuan pemerintah untuk pembelian kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) roda dua.Asal tahu saja, padahal, pemerintah sudah menyiapkan kuota bantuan sebanyak 200.000 unit kendaraan listrik roda dua untuk tahun 2023.
Dalam pemberian subsidi ini tepat sasaran, pemerintah pun memiliki kriteria penerima bantuan. Yakni, mereka merupakan penerima manfaat kredit usaha rakyat, bantuan produktif usaha mikro, bantuan subsidi upah, atau penerima subsidi listrik sampai dengan 900 VA.
&quot;Regulasi yang diputuskan pemerintah itu dimana calon penerima manfaat program tersebut kita buat sedemikian rigid-nya, sedemikian complicated sehingga bantuan pemerintah untuk belanja motor listrik itu bisa untuk lmasyarakat yang memang kita anggap wajar untuk dapat bantuan,&quot; pungkas Agus.
Sebagai informasi, Sisapira merupakan situs khusus yang dibuat Kemenperin untuk menyalurkan subsidi motor listrik. Dengan situs ini diharapkan dapat mempermudah penyaluran motor listrik subsidi dari produsen ke masyarakat.</content:encoded></item></channel></rss>
