<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saham Turun Tajam, BEBS dan TAYS Masuk Radar UMA</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau pergerakan saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) dan PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/13/278/2829768/saham-turun-tajam-bebs-dan-tays-masuk-radar-uma</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/13/278/2829768/saham-turun-tajam-bebs-dan-tays-masuk-radar-uma"/><item><title>Saham Turun Tajam, BEBS dan TAYS Masuk Radar UMA</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/13/278/2829768/saham-turun-tajam-bebs-dan-tays-masuk-radar-uma</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/13/278/2829768/saham-turun-tajam-bebs-dan-tays-masuk-radar-uma</guid><pubDate>Selasa 13 Juni 2023 08:46 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/13/278/2829768/saham-turun-tajam-bebs-dan-tays-masuk-radar-uma-Lr3tzIYh9T.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham BEBS dan TAYS masuk radar UMA (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/13/278/2829768/saham-turun-tajam-bebs-dan-tays-masuk-radar-uma-Lr3tzIYh9T.jpg</image><title>Saham BEBS dan TAYS masuk radar UMA (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau pergerakan saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) dan PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS). Saham BEBS dan TAYS masuk dalam radar pantauan akibat adanya penurunan harga saham yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
Diketahui, untuk BEBS, emiten yang bergerak di bidang perdagangan grosir bahan bangunan dan perlengkapan bahan bangunan ini menunjukkan gerak saham yang menurun secara signifikan, turun 40,71% pada 5 hari terakhir perdagangan. Adapun, saham BEBS ditutup turun pada perdagangan Senin (12/6/2023) dengan melemah 14,65% di level 134.

BACA JUGA:
Cek Rekomendasi Saham Hari Ini saat IHSG Berpotensi Menguat


Sedangkan saham TAYS, emiten yang bergerak dalam industri FMCG (fast-moving consumer goods), khususnya di segmen makanan ringan ini juga turun 19,51% dalam sepekan. Saham TAYS juga ditutup melemah 5,71% di level 66 pada perdagangan kemarin.
&quot;Dengan ini kami menginformasikan adanya penurunan harga saham BEBS dan TAYS yang di luar kebiasaan yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),&quot; tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M. Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A., Selasa (13/6/2023).

BACA JUGA:
IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat Terbatas, Cek Saham Pilihan Berikut


Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.
Informasi terakhir mengenai BEBS adalah informasi tanggal 7 Juni 2023 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek.
Sebagai informasi, sebelumnya bursa telah mengumumkan Penghentian sementara perdagangan terhadap Saham BEBS di Pasar Reguler dan Tunai pada periode 18 Januari - 9 Mei 2023 dalam rangka suspensi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selanjutnya, informasi terakhir mengenai TAYS adalah informasi  tanggal 12 Juni 2023 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait  laporan bulanan registrasi pemegang efek.
Sebagai informasi, sebelumnya bursa telah mengumumkan UMA atas  perdagangan saham TAYS pada 30 September 2022 dan 8 Februari 2023. Saham  TAYS juga pernah disuspensi oleh bursa pada tanggal 19 Oktober 2022  dalam rangka cooling down dan periode 2-9 November 2022 dalam rangka  suspensi.
&quot;Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham BEBS  dan TAYS tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang  mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,&quot; tulis direksi bursa.
Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban  Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja  Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali  rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut  belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai  kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan  pengambilan keputusan investasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau pergerakan saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) dan PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS). Saham BEBS dan TAYS masuk dalam radar pantauan akibat adanya penurunan harga saham yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
Diketahui, untuk BEBS, emiten yang bergerak di bidang perdagangan grosir bahan bangunan dan perlengkapan bahan bangunan ini menunjukkan gerak saham yang menurun secara signifikan, turun 40,71% pada 5 hari terakhir perdagangan. Adapun, saham BEBS ditutup turun pada perdagangan Senin (12/6/2023) dengan melemah 14,65% di level 134.

BACA JUGA:
Cek Rekomendasi Saham Hari Ini saat IHSG Berpotensi Menguat


Sedangkan saham TAYS, emiten yang bergerak dalam industri FMCG (fast-moving consumer goods), khususnya di segmen makanan ringan ini juga turun 19,51% dalam sepekan. Saham TAYS juga ditutup melemah 5,71% di level 66 pada perdagangan kemarin.
&quot;Dengan ini kami menginformasikan adanya penurunan harga saham BEBS dan TAYS yang di luar kebiasaan yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),&quot; tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M. Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A., Selasa (13/6/2023).

BACA JUGA:
IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat Terbatas, Cek Saham Pilihan Berikut


Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.
Informasi terakhir mengenai BEBS adalah informasi tanggal 7 Juni 2023 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek.
Sebagai informasi, sebelumnya bursa telah mengumumkan Penghentian sementara perdagangan terhadap Saham BEBS di Pasar Reguler dan Tunai pada periode 18 Januari - 9 Mei 2023 dalam rangka suspensi.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selanjutnya, informasi terakhir mengenai TAYS adalah informasi  tanggal 12 Juni 2023 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait  laporan bulanan registrasi pemegang efek.
Sebagai informasi, sebelumnya bursa telah mengumumkan UMA atas  perdagangan saham TAYS pada 30 September 2022 dan 8 Februari 2023. Saham  TAYS juga pernah disuspensi oleh bursa pada tanggal 19 Oktober 2022  dalam rangka cooling down dan periode 2-9 November 2022 dalam rangka  suspensi.
&quot;Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham BEBS  dan TAYS tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang  mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,&quot; tulis direksi bursa.
Oleh karena itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban  Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja  Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali  rencana corporate action Perusahaan Tercatat apabila rencana tersebut  belum mendapatkan persetujuan RUPS dan mempertimbangkan berbagai  kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan  pengambilan keputusan investasi.</content:encoded></item></channel></rss>
