<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IPO, VKTR Teknologi Patok Pasang Harga Rp100 per Saham</title><description>PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk memasang harga penawaran umum atau initial public offering (IPO) sebesar Rp100 per saham.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/13/278/2829935/ipo-vktr-teknologi-patok-pasang-harga-rp100-per-saham</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/13/278/2829935/ipo-vktr-teknologi-patok-pasang-harga-rp100-per-saham"/><item><title>IPO, VKTR Teknologi Patok Pasang Harga Rp100 per Saham</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/13/278/2829935/ipo-vktr-teknologi-patok-pasang-harga-rp100-per-saham</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/13/278/2829935/ipo-vktr-teknologi-patok-pasang-harga-rp100-per-saham</guid><pubDate>Selasa 13 Juni 2023 12:36 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/13/278/2829935/ipo-vktr-teknologi-patok-pasang-harga-rp100-per-saham-LxDKGU4pli.jpg" expression="full" type="image/jpeg">VKTR pasang harga IPO (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/13/278/2829935/ipo-vktr-teknologi-patok-pasang-harga-rp100-per-saham-LxDKGU4pli.jpg</image><title>VKTR pasang harga IPO (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk memasang harga penawaran umum atau initial public offering (IPO) sebesar Rp100 per saham. Perseroan mulai memasuki masa penawaran umum hingga 15 Juni 2023 mendatang.
Perseroan menawarkan sebanyak 8,75 miliar saham atau mewakili sebanyak 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga offering yang ditetapkan, calon emiten bus listrik Grup Bakrie ini berpotensi mengantongi dana sebesar Rp875 miliar.

BACA JUGA:
Banyak Antrean IPO, BEI Perketat Prosedur ke Sekuritas Penjamin

Selain itu, perseroan juga mengadakan program alokasi saham karyawan atau employee stock allocation (ESA) dengan jumlah sebanyak 0,46% dari saham yang ditawarkan dalam penawaran umum atau sebanyak 40 juta saham. Serta mengadakan program opsi kepemilikan saham kepada manajemen atau management stock option program (MSOP) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 1,31 miliar saham atau sebanyak-banyaknya 2,91%.

BACA JUGA:
Resmi IPO, Saham Maxindo Karya (MAXI) Langsung Turun 9% 


Perihal penggunaan dana, perseroan akan menggunakan 40,29% dana hasil IPO untuk belanja modal atau capital expenditure (capex), antara lain untuk keperluan pengembangan fasilitas perakitan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) segmen roda empat, pembangunan fasilitas baru produksi sepeda motor listrik, pembelian lahan serta untuk keperluan riset dan  pengembangan prototipe KBLBB.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selanjutnya, sebesar 11,69% dana hasil IPO akan diberikan kepada  perusahaan anak, yaitu Bakrie Autoparts (BA) dalam bentuk penyertaan  modal, yang akan digunakan untuk kepentingan pengembangan usaha yang  dapat mendukung kegiatan usaha perseroan. BA dan PT Dharma Controlcable  Indonesia (DCI) akan bekerja sama untuk membangun aluminium die casting  production line khususnya untuk memproduksi komponen KBLBB.
Lalu, sekitar 2,51% atau Rp21,46 miliar dana hasil IPO akan digunakan  untuk pelunasan seluruh dan sebagian pokok utang kepada PT Tambara Tama  Mandiri (TTM), sebesar 1,40% atau Rp11,94 miliar akan digunakan untuk  pelunasan seluruh pokok utang kepada PT Andara Multi Sarana (AMS), dan  44,11% lainnya akan digunakan sebagai modal kerja.
Lebih lanjut, perseroan dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia  (BEI) dengan kode VKTR pada 19 Juni 2023 mendatang. Sementara itu, VKTR  menunjuk PT Samuel Sekuritas Indonesia, PT Ciptadana Sekuritas Asia, dan  PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi  efek dan penjamin emisi efek.</description><content:encoded>JAKARTA - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk memasang harga penawaran umum atau initial public offering (IPO) sebesar Rp100 per saham. Perseroan mulai memasuki masa penawaran umum hingga 15 Juni 2023 mendatang.
Perseroan menawarkan sebanyak 8,75 miliar saham atau mewakili sebanyak 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga offering yang ditetapkan, calon emiten bus listrik Grup Bakrie ini berpotensi mengantongi dana sebesar Rp875 miliar.

BACA JUGA:
Banyak Antrean IPO, BEI Perketat Prosedur ke Sekuritas Penjamin

Selain itu, perseroan juga mengadakan program alokasi saham karyawan atau employee stock allocation (ESA) dengan jumlah sebanyak 0,46% dari saham yang ditawarkan dalam penawaran umum atau sebanyak 40 juta saham. Serta mengadakan program opsi kepemilikan saham kepada manajemen atau management stock option program (MSOP) dengan jumlah sebanyak-banyaknya 1,31 miliar saham atau sebanyak-banyaknya 2,91%.

BACA JUGA:
Resmi IPO, Saham Maxindo Karya (MAXI) Langsung Turun 9% 


Perihal penggunaan dana, perseroan akan menggunakan 40,29% dana hasil IPO untuk belanja modal atau capital expenditure (capex), antara lain untuk keperluan pengembangan fasilitas perakitan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) segmen roda empat, pembangunan fasilitas baru produksi sepeda motor listrik, pembelian lahan serta untuk keperluan riset dan  pengembangan prototipe KBLBB.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Selanjutnya, sebesar 11,69% dana hasil IPO akan diberikan kepada  perusahaan anak, yaitu Bakrie Autoparts (BA) dalam bentuk penyertaan  modal, yang akan digunakan untuk kepentingan pengembangan usaha yang  dapat mendukung kegiatan usaha perseroan. BA dan PT Dharma Controlcable  Indonesia (DCI) akan bekerja sama untuk membangun aluminium die casting  production line khususnya untuk memproduksi komponen KBLBB.
Lalu, sekitar 2,51% atau Rp21,46 miliar dana hasil IPO akan digunakan  untuk pelunasan seluruh dan sebagian pokok utang kepada PT Tambara Tama  Mandiri (TTM), sebesar 1,40% atau Rp11,94 miliar akan digunakan untuk  pelunasan seluruh pokok utang kepada PT Andara Multi Sarana (AMS), dan  44,11% lainnya akan digunakan sebagai modal kerja.
Lebih lanjut, perseroan dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia  (BEI) dengan kode VKTR pada 19 Juni 2023 mendatang. Sementara itu, VKTR  menunjuk PT Samuel Sekuritas Indonesia, PT Ciptadana Sekuritas Asia, dan  PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi  efek dan penjamin emisi efek.</content:encoded></item></channel></rss>
