<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Investasi Baterai Kendaraan Listrik, Luhut: Kita Belajar dari Mana Saja</title><description>Investor China berkomitmen menanamkan modalnya pada pengembangan pabrik kendaraan listrik berbasis baterai (EV Battery).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/13/320/2829773/china-investasi-baterai-kendaraan-listrik-luhut-kita-belajar-dari-mana-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/13/320/2829773/china-investasi-baterai-kendaraan-listrik-luhut-kita-belajar-dari-mana-saja"/><item><title>China Investasi Baterai Kendaraan Listrik, Luhut: Kita Belajar dari Mana Saja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/13/320/2829773/china-investasi-baterai-kendaraan-listrik-luhut-kita-belajar-dari-mana-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/13/320/2829773/china-investasi-baterai-kendaraan-listrik-luhut-kita-belajar-dari-mana-saja</guid><pubDate>Selasa 13 Juni 2023 08:55 WIB</pubDate><dc:creator>Safina Asha Jamna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/13/320/2829773/china-investasi-baterai-kendaraan-listrik-luhut-kita-belajar-dari-mana-saja-vj90Gn9qOo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investor China investasi baterai kendaraan listrik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/13/320/2829773/china-investasi-baterai-kendaraan-listrik-luhut-kita-belajar-dari-mana-saja-vj90Gn9qOo.jpg</image><title>Investor China investasi baterai kendaraan listrik (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Investor China berkomitmen menanamkan modalnya pada pengembangan pabrik kendaraan listrik berbasis baterai (EV Battery). Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menilai kerja sama itu merupakan langkah tepat dan baik.
Menurutnya, investasi China di Tanah Air mendorong pemerintah melalui BUMN melakukan lompatan besar untuk mengimplementasikan pengembangan EV Battery.

BACA JUGA:
Cerita Menko Luhut soal Indonesia Kelebihan Pasokan Listrik


&quot;Kolaborasi dengan Tiongkok (China) itu langkah yang baik untuk mempercepat implementasi kendaraan listrik, melalui kerja sama ini Indonesia dapat melakukan lompatan untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik lebih baik,&quot; ujar Luhut dikutip Selasa (13/6/2023).
Salah satu investor China yang resmi masuk dalam pengerjaan mega proyek di sektor energi di dalam negeri adalah Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).

BACA JUGA:
Tak Lagi Kelebihan Listrik, Menko Luhut Minta Dirut PLN Traktir Bakso


Produsen baterai ion litium ini melalui anak usahanya, Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) bekerja sama dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) untuk menggarap proyek Dragon.
Proyek Dragon merupakan pengembangan end to end dari proyek EV battery di Indonesia. Kedua entitas tengah menyusun joint feasibility study (JFS). Kajian itu terkait hilirisasi EV battery berupa RKEF, HPAL, battery material, battery cell, dan daur ulang (recycling).
&quot;Jadi kita belajar dari mana saja, sepanjang itu untuk kepentingan nasional kita nggak usah ragu-ragu,&quot; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wOC80LzE2NTkzNy81L3g4a3Jkb3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Luhut menjelaskan bahwa Indonesia masih membutuhkan sumber daya  manusia (SDM) hingga teknologi dari negara lain. Karena itu, kerja sama  dengan investor asing masih menjadi satu keharusan.
&quot;Jangan kita jadi inferior bahwa kita enggak bisa, tapi bahwa kita  enggak bisa ya kita bilang kita nggak bisa, belajar, mungkin enam bulan,  mungkin setahun, sehingga dengan demikian kualitas bangunan kita juga  bermutu,&quot; kata dia.
&quot;Kita ini kadang-kadang munafik, saya bilang pengawasan pembangunan  Ibu Kota Baru kita hire saja orang bule-bule, marah! Masa kita nggak  bisa, ya nggak bisa. Kualitas kita kadang masih miring-miring, kita  pakai saja dulu, nanti sampai jalan, kita masuki orang Indonesia,  seperti kejadian di industri-industri integrated kita, kita enggak perlu  malu,&quot; lanjut Luhut.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Investor China berkomitmen menanamkan modalnya pada pengembangan pabrik kendaraan listrik berbasis baterai (EV Battery). Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menilai kerja sama itu merupakan langkah tepat dan baik.
Menurutnya, investasi China di Tanah Air mendorong pemerintah melalui BUMN melakukan lompatan besar untuk mengimplementasikan pengembangan EV Battery.

BACA JUGA:
Cerita Menko Luhut soal Indonesia Kelebihan Pasokan Listrik


&quot;Kolaborasi dengan Tiongkok (China) itu langkah yang baik untuk mempercepat implementasi kendaraan listrik, melalui kerja sama ini Indonesia dapat melakukan lompatan untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik lebih baik,&quot; ujar Luhut dikutip Selasa (13/6/2023).
Salah satu investor China yang resmi masuk dalam pengerjaan mega proyek di sektor energi di dalam negeri adalah Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).

BACA JUGA:
Tak Lagi Kelebihan Listrik, Menko Luhut Minta Dirut PLN Traktir Bakso


Produsen baterai ion litium ini melalui anak usahanya, Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) bekerja sama dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) untuk menggarap proyek Dragon.
Proyek Dragon merupakan pengembangan end to end dari proyek EV battery di Indonesia. Kedua entitas tengah menyusun joint feasibility study (JFS). Kajian itu terkait hilirisasi EV battery berupa RKEF, HPAL, battery material, battery cell, dan daur ulang (recycling).
&quot;Jadi kita belajar dari mana saja, sepanjang itu untuk kepentingan nasional kita nggak usah ragu-ragu,&quot; ucapnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wOC80LzE2NTkzNy81L3g4a3Jkb3U=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Luhut menjelaskan bahwa Indonesia masih membutuhkan sumber daya  manusia (SDM) hingga teknologi dari negara lain. Karena itu, kerja sama  dengan investor asing masih menjadi satu keharusan.
&quot;Jangan kita jadi inferior bahwa kita enggak bisa, tapi bahwa kita  enggak bisa ya kita bilang kita nggak bisa, belajar, mungkin enam bulan,  mungkin setahun, sehingga dengan demikian kualitas bangunan kita juga  bermutu,&quot; kata dia.
&quot;Kita ini kadang-kadang munafik, saya bilang pengawasan pembangunan  Ibu Kota Baru kita hire saja orang bule-bule, marah! Masa kita nggak  bisa, ya nggak bisa. Kualitas kita kadang masih miring-miring, kita  pakai saja dulu, nanti sampai jalan, kita masuki orang Indonesia,  seperti kejadian di industri-industri integrated kita, kita enggak perlu  malu,&quot; lanjut Luhut.</content:encoded></item></channel></rss>
