<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Berjangka Anjlok Tiga Hari Berturut</title><description>Harga emas berjangka anjlok pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/14/320/2830422/harga-emas-berjangka-anjlok-tiga-hari-berturut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/14/320/2830422/harga-emas-berjangka-anjlok-tiga-hari-berturut"/><item><title>Harga Emas Berjangka Anjlok Tiga Hari Berturut</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/14/320/2830422/harga-emas-berjangka-anjlok-tiga-hari-berturut</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/14/320/2830422/harga-emas-berjangka-anjlok-tiga-hari-berturut</guid><pubDate>Rabu 14 Juni 2023 07:11 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/14/320/2830422/harga-emas-berjangka-anjlok-tiga-hari-berturut-WiN71dcw0H.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/14/320/2830422/harga-emas-berjangka-anjlok-tiga-hari-berturut-WiN71dcw0H.jpeg</image><title>Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga emas berjangka anjlok pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga emas memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut karena data inflasi AS sejalan dengan ekspektasi pasar di tengah kehati-hatian menjelang serangkaian pertemuan bank-bank sentral utama minggu ini.
Melansir Antara, Rabu (14/6/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, merosot USD11,10 atau 0,56% menjadi USD1.958,60 per ounce.

BACA JUGA:
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Paling Murah Rp579.500


Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Selasa (13/6/2023) bahwa indeks harga konsumen (IHK) AS naik hanya 0,1% pada Mei dan 4,0% dari setahun lalu, level terendah dalam sekitar dua tahun. Tidak termasuk makanan dan energi, IHK inti masing-masing naik 0,4% dan 5,3%.
Dengan semua angka yang sejalan dengan perkiraan pasar, para pedagang memperkirakan peluang hampir 100% bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga pada Rabu waktu setempat.

BACA JUGA:
Harga Emas Berjangka Merosot Terdorong Dolar


Federasi Nasional Bisnis Independen (NFIB) melaporkan pada Selasa (13/6/2023) bahwa Indeks Optimisme Bisnis Kecil naik 0,4 poin menjadi 89,4 pada Mei. Itu adalah bulan ke-17 berturut-turut bahwa indeks bertahan di bawah rata-rata selama 49 tahun di 98.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Emas telah kesulitan untuk keluar dari kisaran perdagangan yang ketat  selama tiga minggu terakhir, di tengah beragam isyarat pada ekonomi  global dan kebijakan moneter AS.
Investor sedang menunggu kesimpulan dari pertemuan dua hari Komite  Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu waktu setempat, dengan mayoritas  peserta condong ke arah jeda dalam siklus kenaikan suku bunga bank  sentral.
Keputusan suku bunga dari Bank Sentral Jepang (BoJ) dan Bank Sentral  Eropa (ECB) juga akan dirilis minggu ini, dengan ECB diperkirakan akan  menaikkan suku bunganya 25 basis poin sementara BoJ diperkirakan akan  mempertahankan kebijakan ultra-longgarnya.
Naiknya suku bunga biasanya menjadi pertanda buruk untuk aset yang  tidak memberikan imbal hasil seperti emas, dengan logam kuning  menghadapi tekanan baru karena kondisi moneter global semakin ketat.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli melemah 23,70 sen  atau 0,99%, menjadi ditutup pada USD23,822 per ounce. Platinum untuk  pengiriman Juli terpangkas USD13,40 atau 1,35%, menjadi menetap pada  USD981,90 per ounce.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga emas berjangka anjlok pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga emas memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut karena data inflasi AS sejalan dengan ekspektasi pasar di tengah kehati-hatian menjelang serangkaian pertemuan bank-bank sentral utama minggu ini.
Melansir Antara, Rabu (14/6/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, merosot USD11,10 atau 0,56% menjadi USD1.958,60 per ounce.

BACA JUGA:
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Paling Murah Rp579.500


Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Selasa (13/6/2023) bahwa indeks harga konsumen (IHK) AS naik hanya 0,1% pada Mei dan 4,0% dari setahun lalu, level terendah dalam sekitar dua tahun. Tidak termasuk makanan dan energi, IHK inti masing-masing naik 0,4% dan 5,3%.
Dengan semua angka yang sejalan dengan perkiraan pasar, para pedagang memperkirakan peluang hampir 100% bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga pada Rabu waktu setempat.

BACA JUGA:
Harga Emas Berjangka Merosot Terdorong Dolar


Federasi Nasional Bisnis Independen (NFIB) melaporkan pada Selasa (13/6/2023) bahwa Indeks Optimisme Bisnis Kecil naik 0,4 poin menjadi 89,4 pada Mei. Itu adalah bulan ke-17 berturut-turut bahwa indeks bertahan di bawah rata-rata selama 49 tahun di 98.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Emas telah kesulitan untuk keluar dari kisaran perdagangan yang ketat  selama tiga minggu terakhir, di tengah beragam isyarat pada ekonomi  global dan kebijakan moneter AS.
Investor sedang menunggu kesimpulan dari pertemuan dua hari Komite  Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu waktu setempat, dengan mayoritas  peserta condong ke arah jeda dalam siklus kenaikan suku bunga bank  sentral.
Keputusan suku bunga dari Bank Sentral Jepang (BoJ) dan Bank Sentral  Eropa (ECB) juga akan dirilis minggu ini, dengan ECB diperkirakan akan  menaikkan suku bunganya 25 basis poin sementara BoJ diperkirakan akan  mempertahankan kebijakan ultra-longgarnya.
Naiknya suku bunga biasanya menjadi pertanda buruk untuk aset yang  tidak memberikan imbal hasil seperti emas, dengan logam kuning  menghadapi tekanan baru karena kondisi moneter global semakin ketat.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli melemah 23,70 sen  atau 0,99%, menjadi ditutup pada USD23,822 per ounce. Platinum untuk  pengiriman Juli terpangkas USD13,40 atau 1,35%, menjadi menetap pada  USD981,90 per ounce.</content:encoded></item></channel></rss>
