<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pay Later Jadi Metode Pembayaran Favorit Warga Indonesia</title><description>OJK mencatat transaksi pay later menjadi yang paling favorit dan mengalami pertumbuhan tercepat di dalam e-commerce</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/14/622/2830871/pay-later-jadi-metode-pembayaran-favorit-warga-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/14/622/2830871/pay-later-jadi-metode-pembayaran-favorit-warga-indonesia"/><item><title>Pay Later Jadi Metode Pembayaran Favorit Warga Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/14/622/2830871/pay-later-jadi-metode-pembayaran-favorit-warga-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/14/622/2830871/pay-later-jadi-metode-pembayaran-favorit-warga-indonesia</guid><pubDate>Rabu 14 Juni 2023 17:52 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/14/622/2830871/pay-later-jadi-metode-pembayaran-favorit-warga-indonesia-nmlPGNXFS3.png" expression="full" type="image/jpeg">Pay Later Jadi Transaksi Terfavorit. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/14/622/2830871/pay-later-jadi-metode-pembayaran-favorit-warga-indonesia-nmlPGNXFS3.png</image><title>Pay Later Jadi Transaksi Terfavorit. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat transaksi pay later menjadi yang paling favorit dan mengalami pertumbuhan tercepat di dalam e-commerce. Tak heran jika metode ini akan semakin diminati di masa mendatang.
&quot;Pay later sebagai BNPL (buy now play latter), ternyata metode ini merupakan metode pembayaran kredit pertama yang digunakan responden, angkanya cukup mencolok yaitu 60% responden. Sehingga tidak mengherankan jika metode ini akan semakin diminati di masa mendatang,&quot; ujar Deputi Direktur Departemen Pengembangan Kebijakan Strategis OJK Mulia R Simatupang, Jakarta, Rabu (14/6/2023).

BACA JUGA:
Pakai QRIS MotionPay Transaksi Semakin Mudah dan Praktis

Mulia memaparkan, perusahaan pembiayaan pay later saat ini ada 5. Kendati demikian, dari sisi aset perusahaan pembiayaan pay later masih rendah yakni Rp7,4 triliun atau 1,46% dibandingkan jumlah aset perusahaan pembiyaan non paylater sebesar Rp504 triliun.

BACA JUGA:
Ancaman Resesi 2023, Sistem Pay Later Bisa Dorong Konsumsi Rumah Tangga?

&quot;Pada Maret 2023, rata-rata gross perusahaan pembiayaan pay later sebesar 5,16%. Ini lebih tinggi dari NPF (non performing financing) rata-rata growth industri perusahaan pembiayaan yang hanya sebesar 2,37%. Jadi angkanya 2 kali lebih tinggi,&quot; terangnya.&quot;Namun kabar baiknya, NPF netto dikurangi cadangan pengapusan piutang, perusahaan pembiayaan pay later hanya 0,85% sedangkan untuk perusahaan pembiayaan industri pada umumnya 0,61%,&quot; tambah Mulia.
Dari segi pengawasan, lanjut dia, OJK mengimbau perusahaan pembiayaan pay later harus berhati-hati ketika melakukan ekspansi pembiayaannya.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat transaksi pay later menjadi yang paling favorit dan mengalami pertumbuhan tercepat di dalam e-commerce. Tak heran jika metode ini akan semakin diminati di masa mendatang.
&quot;Pay later sebagai BNPL (buy now play latter), ternyata metode ini merupakan metode pembayaran kredit pertama yang digunakan responden, angkanya cukup mencolok yaitu 60% responden. Sehingga tidak mengherankan jika metode ini akan semakin diminati di masa mendatang,&quot; ujar Deputi Direktur Departemen Pengembangan Kebijakan Strategis OJK Mulia R Simatupang, Jakarta, Rabu (14/6/2023).

BACA JUGA:
Pakai QRIS MotionPay Transaksi Semakin Mudah dan Praktis

Mulia memaparkan, perusahaan pembiayaan pay later saat ini ada 5. Kendati demikian, dari sisi aset perusahaan pembiayaan pay later masih rendah yakni Rp7,4 triliun atau 1,46% dibandingkan jumlah aset perusahaan pembiyaan non paylater sebesar Rp504 triliun.

BACA JUGA:
Ancaman Resesi 2023, Sistem Pay Later Bisa Dorong Konsumsi Rumah Tangga?

&quot;Pada Maret 2023, rata-rata gross perusahaan pembiayaan pay later sebesar 5,16%. Ini lebih tinggi dari NPF (non performing financing) rata-rata growth industri perusahaan pembiayaan yang hanya sebesar 2,37%. Jadi angkanya 2 kali lebih tinggi,&quot; terangnya.&quot;Namun kabar baiknya, NPF netto dikurangi cadangan pengapusan piutang, perusahaan pembiayaan pay later hanya 0,85% sedangkan untuk perusahaan pembiayaan industri pada umumnya 0,61%,&quot; tambah Mulia.
Dari segi pengawasan, lanjut dia, OJK mengimbau perusahaan pembiayaan pay later harus berhati-hati ketika melakukan ekspansi pembiayaannya.</content:encoded></item></channel></rss>
