<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Sentral AS Tahan Suku Bunga, Wall Street Bergerak Mixed</title><description>Wall Street ditutup mixed pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/15/278/2831092/bank-sentral-as-tahan-suku-bunga-wall-street-bergerak-mixed</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/15/278/2831092/bank-sentral-as-tahan-suku-bunga-wall-street-bergerak-mixed"/><item><title>Bank Sentral AS Tahan Suku Bunga, Wall Street Bergerak Mixed</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/15/278/2831092/bank-sentral-as-tahan-suku-bunga-wall-street-bergerak-mixed</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/15/278/2831092/bank-sentral-as-tahan-suku-bunga-wall-street-bergerak-mixed</guid><pubDate>Kamis 15 Juni 2023 07:39 WIB</pubDate><dc:creator>Safina Asha Jamna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/15/278/2831092/bank-sentral-as-tahan-suku-bunga-wall-street-bergerak-mixed-nIs6HRBK4w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bursa saham Wall Street ditutup mixed (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/15/278/2831092/bank-sentral-as-tahan-suku-bunga-wall-street-bergerak-mixed-nIs6HRBK4w.jpg</image><title>Bursa saham Wall Street ditutup mixed (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wall Street ditutup mixed pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Bursa saham AS bergerak dua arah setelah Bank Sentral AS mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah, menghentikan siklus pengetatannya tetapi memberi sinyal lebih banyak kenaikan suku bunga yang akan datang tahun ini.

BACA JUGA:
Wall Street Ditutup Menguat Didorong Data Inflasi


Melansir Antara, Kamis (15/5/2023), indeks Dow Jones Industrial Average merosot 232,79 poin atau 0,68%, menjadi menetap di 33.979,33 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 bertambah 3,58 poin atau 0,08%, menjadi berakhir di 4.372,59 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 53,16 poin atau 0,39%, menjadi ditutup pada 13.626,48 poin.
Tujuh dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi dan kesehatan memimpin penurunan masing-masing melemah 1,12%. Sementara itu, saham teknologi dan bahan pokok konsumen memimpin penguatan masing-masing naik 1,14% dan 0,56%.

BACA JUGA:
Wall Street Kokoh Menanti Keputusan Fed


Saham-saham AS ditutup beragam setelah memulihkan kerugian awal ketika Fed mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah, tetapi mengisyaratkan kemungkinan untuk melanjutkan kampanye kenaikan suku bunganya hingga akhir tahun ini.
Keputusan Fed membiarkan suku bunga acuan dalam kisaran target 5,0% hingga 5,25%, tetapi diperkirakan akan menaikkan suku bunga ke setinggi 5,6% pada akhir tahun. Keputusan kebijakan moneter Rabu (14/6/2023) ditafsirkan oleh pasar sebagai sinyal jeda hawkish (pengetatan moneter).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada konferensi pers bahwa  keputusan tentang pertemuan kebijakan berikutnya pada Juli belum dibuat,  tetapi dia mengindikasikan lebih banyak kenaikan suku bunga mungkin  akan terjadi karena &quot;hampir semua pembuat kebijakan melihat kenaikan  lebih lanjut tahun ini sesuai.&quot;
Saham-saham AS awalnya jatuh setelah The Fed mencoba memberikan  lompatan yang sangat hawkish. Pemungutan suara dengan suara bulat untuk  menghentikan kampanye kenaikan suku bunga Fed juga termasuk plot titik  yang sangat hawkish. Wall Street tidak senang dengan proyeksi super  hawkish Fed, kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, pemasok  layanan perdagangan daring multi-aset.
&quot;Pernyataan dan proyeksi Fed sangat hawkish tetapi penekanan Powell  agak optimis mengenai pertarungan inflasi mereka dan tidak berkomitmen  untuk kenaikan suku bunga Juli,&quot; kata Moya.
Dalam data ekonomi AS pada Rabu (14/6/2023), indeks harga produsen  (IHP) turun 0,3% pada Mei, penurunan yang lebih besar dari yang  diperkirakan, menandai penurunan ketiga dalam empat bulan terakhir,  menurut data yang dikeluarkan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada  Rabu (14/6/2023). Sementara itu, indikator jalur inflasi naik 1,1%  secara tahunan pada Mei, turun dari kenaikan 2,3% yang tercatat pada  April.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wall Street ditutup mixed pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Bursa saham AS bergerak dua arah setelah Bank Sentral AS mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah, menghentikan siklus pengetatannya tetapi memberi sinyal lebih banyak kenaikan suku bunga yang akan datang tahun ini.

BACA JUGA:
Wall Street Ditutup Menguat Didorong Data Inflasi


Melansir Antara, Kamis (15/5/2023), indeks Dow Jones Industrial Average merosot 232,79 poin atau 0,68%, menjadi menetap di 33.979,33 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 bertambah 3,58 poin atau 0,08%, menjadi berakhir di 4.372,59 poin. Indeks Komposit Nasdaq naik 53,16 poin atau 0,39%, menjadi ditutup pada 13.626,48 poin.
Tujuh dari 11 sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi dan kesehatan memimpin penurunan masing-masing melemah 1,12%. Sementara itu, saham teknologi dan bahan pokok konsumen memimpin penguatan masing-masing naik 1,14% dan 0,56%.

BACA JUGA:
Wall Street Kokoh Menanti Keputusan Fed


Saham-saham AS ditutup beragam setelah memulihkan kerugian awal ketika Fed mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah, tetapi mengisyaratkan kemungkinan untuk melanjutkan kampanye kenaikan suku bunganya hingga akhir tahun ini.
Keputusan Fed membiarkan suku bunga acuan dalam kisaran target 5,0% hingga 5,25%, tetapi diperkirakan akan menaikkan suku bunga ke setinggi 5,6% pada akhir tahun. Keputusan kebijakan moneter Rabu (14/6/2023) ditafsirkan oleh pasar sebagai sinyal jeda hawkish (pengetatan moneter).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada konferensi pers bahwa  keputusan tentang pertemuan kebijakan berikutnya pada Juli belum dibuat,  tetapi dia mengindikasikan lebih banyak kenaikan suku bunga mungkin  akan terjadi karena &quot;hampir semua pembuat kebijakan melihat kenaikan  lebih lanjut tahun ini sesuai.&quot;
Saham-saham AS awalnya jatuh setelah The Fed mencoba memberikan  lompatan yang sangat hawkish. Pemungutan suara dengan suara bulat untuk  menghentikan kampanye kenaikan suku bunga Fed juga termasuk plot titik  yang sangat hawkish. Wall Street tidak senang dengan proyeksi super  hawkish Fed, kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, pemasok  layanan perdagangan daring multi-aset.
&quot;Pernyataan dan proyeksi Fed sangat hawkish tetapi penekanan Powell  agak optimis mengenai pertarungan inflasi mereka dan tidak berkomitmen  untuk kenaikan suku bunga Juli,&quot; kata Moya.
Dalam data ekonomi AS pada Rabu (14/6/2023), indeks harga produsen  (IHP) turun 0,3% pada Mei, penurunan yang lebih besar dari yang  diperkirakan, menandai penurunan ketiga dalam empat bulan terakhir,  menurut data yang dikeluarkan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada  Rabu (14/6/2023). Sementara itu, indikator jalur inflasi naik 1,1%  secara tahunan pada Mei, turun dari kenaikan 2,3% yang tercatat pada  April.</content:encoded></item></channel></rss>
