<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akui Cari Uang Sulit, Jokowi: Belanja APBN Harus Produktif</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar belanja APBN dan APBD harus lebih produktif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/15/320/2830840/akui-cari-uang-sulit-jokowi-belanja-apbn-harus-produktif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/15/320/2830840/akui-cari-uang-sulit-jokowi-belanja-apbn-harus-produktif"/><item><title>Akui Cari Uang Sulit, Jokowi: Belanja APBN Harus Produktif</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/15/320/2830840/akui-cari-uang-sulit-jokowi-belanja-apbn-harus-produktif</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/15/320/2830840/akui-cari-uang-sulit-jokowi-belanja-apbn-harus-produktif</guid><pubDate>Kamis 15 Juni 2023 03:01 WIB</pubDate><dc:creator>Safina Asha Jamna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/14/320/2830840/jokowi-akui-cari-uang-sulit-jokowi-belanja-apbn-harus-produktif-9uk2uJVMdF.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/14/320/2830840/jokowi-akui-cari-uang-sulit-jokowi-belanja-apbn-harus-produktif-9uk2uJVMdF.JPG</image><title>Presiden Jokowi. (Foto: Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutan pembukaan Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2023 meminta agar kementerian, lembaga maupun BUMN dan BUMD dapat membelanjakan APBN dan APBD harus lebih produktif.
Hal itu lantaran ia mendengar kabar dari Eropa bahwa mulai terjadi resesi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi Bicara Persiapan Indonesia Jadi Negara Maju

&quot;Mungkin dalam satu dua minggu kemarin juga kita baca di Eropa secara teknikal sudah masuk ke resesi. Informasinya yang jelek-jelek seperti itu. Oleh sebab itu, setiap rupiah yg kita belanjakan dari APBN dari APBD yg ada di BUMN semuanya harus produktif,&quot; ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan belanja secara produktif tersebut harus dilakukan karena mencari uang saat ini tidak mudah meskipun sudah ada pajak hingga deviden.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Visi Indonesia Emas 2045, Jokowi Tekankan soal Pengawasan Anggaran

&quot;Karena memang cari uangnya sangat sulit, baik itu lewat pajak, PNBP, royalti, deviden, tidak mudah. Sekarang ini tidak mudah. Sekali lagi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 itu tidak mudah,&quot; ucapnya.


Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta peran penting pengawasan dalam proses pembelanjaan APBN maupun APBD.
Jokowi juga meminta pengawasan tersebut berorientasi bukan prosedural saja, tetapi harus menghasilkan sesuatu. Berdasarkan informasi yang diterimanya banyak APBN dan APBD berpotensi digunakan tidak optimal.
Baca Selengkapnya: Cerita soal Resesi, Jokowi: Cari Uang Sulit Sekarang Tak Mudah
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutan pembukaan Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2023 meminta agar kementerian, lembaga maupun BUMN dan BUMD dapat membelanjakan APBN dan APBD harus lebih produktif.
Hal itu lantaran ia mendengar kabar dari Eropa bahwa mulai terjadi resesi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jokowi Bicara Persiapan Indonesia Jadi Negara Maju

&quot;Mungkin dalam satu dua minggu kemarin juga kita baca di Eropa secara teknikal sudah masuk ke resesi. Informasinya yang jelek-jelek seperti itu. Oleh sebab itu, setiap rupiah yg kita belanjakan dari APBN dari APBD yg ada di BUMN semuanya harus produktif,&quot; ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan belanja secara produktif tersebut harus dilakukan karena mencari uang saat ini tidak mudah meskipun sudah ada pajak hingga deviden.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Visi Indonesia Emas 2045, Jokowi Tekankan soal Pengawasan Anggaran

&quot;Karena memang cari uangnya sangat sulit, baik itu lewat pajak, PNBP, royalti, deviden, tidak mudah. Sekarang ini tidak mudah. Sekali lagi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 itu tidak mudah,&quot; ucapnya.


Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta peran penting pengawasan dalam proses pembelanjaan APBN maupun APBD.
Jokowi juga meminta pengawasan tersebut berorientasi bukan prosedural saja, tetapi harus menghasilkan sesuatu. Berdasarkan informasi yang diterimanya banyak APBN dan APBD berpotensi digunakan tidak optimal.
Baca Selengkapnya: Cerita soal Resesi, Jokowi: Cari Uang Sulit Sekarang Tak Mudah
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
