<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>The Fed Tahan Suku Bunga di Level 5%-5,25%</title><description>The Fed mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal tidak berubah pada 5,0% hingga 5,25%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/15/320/2831083/the-fed-tahan-suku-bunga-di-level-5-5-25</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/15/320/2831083/the-fed-tahan-suku-bunga-di-level-5-5-25"/><item><title>The Fed Tahan Suku Bunga di Level 5%-5,25%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/15/320/2831083/the-fed-tahan-suku-bunga-di-level-5-5-25</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/15/320/2831083/the-fed-tahan-suku-bunga-di-level-5-5-25</guid><pubDate>Kamis 15 Juni 2023 07:10 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/15/320/2831083/the-fed-tahan-suku-bunga-di-level-5-5-25-Kt5GBSdQeo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">The Fed tahan suku bunga (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/15/320/2831083/the-fed-tahan-suku-bunga-di-level-5-5-25-Kt5GBSdQeo.jpg</image><title>The Fed tahan suku bunga (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; The Fed mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal tidak berubah pada 5,0% hingga 5,25%. Sebelumnya suku bunga Bank Sentral AS sudah naik selama 10 kali berturut-turut sejak Maret 2022.
&quot;Mempertahankan kisaran target stabil pada pertemuan ini memungkinkan komite untuk menilai informasi tambahan dan implikasinya terhadap kebijakan moneter,&quot; kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dilansir dari Antara, Kamis (15/6/2023).

BACA JUGA:
Wall Street Kokoh Menanti Keputusan Fed


Jeda kenaikan suku bunga diperkirakan karena tingkat pertumbuhan tahun-ke-tahun indeks harga konsumen AS melambat menjadi 4,0% pada Mei, dari puncaknya 9,1% pada Juni 2022.
Federal Reserve menegaskan kembali bahwa mereka sangat berkomitmen untuk mengembalikan inflasi ke target 2,0% dan akan terus mengurangi kepemilikannya atas sekuritas surat utang pemerintah, utang lembaga, dan sekuritas yang didukung hipotek seperti yang direncanakan.

BACA JUGA:
Investor Saham Nantikan Keputusan Suku Bunga The Fed di Minggu Ini 


Untuk menjinakkan inflasi, The Fed telah melakukan pengetatan moneter yang agresif melalui peningkatan suku bunga federal fund sebesar 500 basis poin secara akumulatif.
Khususnya, para pembuat kebijakan moneter dari Fed menaikkan proyeksi suku bunga dana federal untuk tahun 2023 menjadi 5,6% dari 5,1% pada Maret, yang menunjukkan bahwa Fed dapat melanjutkan kenaikan suku bunga setelah jeda.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Mereka menaikkan perkiraan inflasi pengeluaran konsumsi pribadi inti  untuk 2023 menjadi 3,9%, naik dari 3,6% pada Maret, menurut ringkasan  proyeksi ekonomi yang dikeluarkan oleh FOMC.
Sementara itu, proyeksi pertumbuhan PDB riil pada tahun 2023 naik  menjadi 1,0% pada tahun 2023 dari ekspektasi sebelumnya sebesar 0,4%,  dan perkiraan tingkat pengangguran pada tahun 2023 turun menjadi 4,1%  dari 4,5% pada Maret.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; The Fed mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal tidak berubah pada 5,0% hingga 5,25%. Sebelumnya suku bunga Bank Sentral AS sudah naik selama 10 kali berturut-turut sejak Maret 2022.
&quot;Mempertahankan kisaran target stabil pada pertemuan ini memungkinkan komite untuk menilai informasi tambahan dan implikasinya terhadap kebijakan moneter,&quot; kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dilansir dari Antara, Kamis (15/6/2023).

BACA JUGA:
Wall Street Kokoh Menanti Keputusan Fed


Jeda kenaikan suku bunga diperkirakan karena tingkat pertumbuhan tahun-ke-tahun indeks harga konsumen AS melambat menjadi 4,0% pada Mei, dari puncaknya 9,1% pada Juni 2022.
Federal Reserve menegaskan kembali bahwa mereka sangat berkomitmen untuk mengembalikan inflasi ke target 2,0% dan akan terus mengurangi kepemilikannya atas sekuritas surat utang pemerintah, utang lembaga, dan sekuritas yang didukung hipotek seperti yang direncanakan.

BACA JUGA:
Investor Saham Nantikan Keputusan Suku Bunga The Fed di Minggu Ini 


Untuk menjinakkan inflasi, The Fed telah melakukan pengetatan moneter yang agresif melalui peningkatan suku bunga federal fund sebesar 500 basis poin secara akumulatif.
Khususnya, para pembuat kebijakan moneter dari Fed menaikkan proyeksi suku bunga dana federal untuk tahun 2023 menjadi 5,6% dari 5,1% pada Maret, yang menunjukkan bahwa Fed dapat melanjutkan kenaikan suku bunga setelah jeda.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Mereka menaikkan perkiraan inflasi pengeluaran konsumsi pribadi inti  untuk 2023 menjadi 3,9%, naik dari 3,6% pada Maret, menurut ringkasan  proyeksi ekonomi yang dikeluarkan oleh FOMC.
Sementara itu, proyeksi pertumbuhan PDB riil pada tahun 2023 naik  menjadi 1,0% pada tahun 2023 dari ekspektasi sebelumnya sebesar 0,4%,  dan perkiraan tingkat pengangguran pada tahun 2023 turun menjadi 4,1%  dari 4,5% pada Maret.</content:encoded></item></channel></rss>
