<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Anjlok Imbas Kenaikan Stok BBM AS</title><description>Harga minyak dunia anjlok pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/15/320/2831103/harga-minyak-dunia-anjlok-imbas-kenaikan-stok-bbm-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/15/320/2831103/harga-minyak-dunia-anjlok-imbas-kenaikan-stok-bbm-as"/><item><title>Harga Minyak Dunia Anjlok Imbas Kenaikan Stok BBM AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/15/320/2831103/harga-minyak-dunia-anjlok-imbas-kenaikan-stok-bbm-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/15/320/2831103/harga-minyak-dunia-anjlok-imbas-kenaikan-stok-bbm-as</guid><pubDate>Kamis 15 Juni 2023 08:05 WIB</pubDate><dc:creator>Safina Asha Jamna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/15/320/2831103/harga-minyak-dunia-anjlok-imbas-kenaikan-stok-bbm-as-JQWfOcuBpD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/15/320/2831103/harga-minyak-dunia-anjlok-imbas-kenaikan-stok-bbm-as-JQWfOcuBpD.jpg</image><title>Harga minyak dunia (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia anjlok pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak mentah tertekan oleh prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve dalam tahun 2023 dan peningkatan besar mingguan tak terduga persediaan minyak minyak mentah AS minggu lalu.
Melansir Antara, Kamis (15/6/2023), harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, tergelincir USD1,15 atau 1,66% menjadi menetap pada USD68,27 per barel di New York Mercantile Exchange.

BACA JUGA:
Harga Minyak Mentah Rebound, WTI Dipatok USD69,4/Barel

Sementara harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus merosot USD1,09 atau 1,47%, menjadi ditutup pada USD73,20 per barel di London ICE Futures Exchange.
Kedua harga acuan telah naik lebih dari 1,5% di awal sesi. Mereka naik lebih dari tiga% pada hari sebelumnya di tengah ekspektasi kenaikan permintaan bahan bakar setelah bank sentral China menurunkan suku bunga pinjaman jangka pendek.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Turun Lagi, WTI Dibanderol USD67/Barel

Meskipun Federal Reserve AS pada Rabu (14/6/2023) mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal tidak berubah pada 5,0% hingga 5,25%, para pembuat kebijakan moneter Fed menaikkan proyeksi suku bunga dana federal untuk 2023 menjadi 5,6% dari 5,1% pada Maret, yang menunjukkan bahwa Fed dapat melanjutkan kenaikan suku bunga setelah jeda.
Pelaku pasar memperkirakan Fed akan memberikan dua kenaikan suku bunga lagi dalam tahun 2023 dengan prospek permintaan minyak di bawah tekanan tambahan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Pasar khawatir bahwa lingkungan suku bunga yang lebih tinggi akan  menurunkan permintaan minyak. Reaksi spontan mendorong minyak turun,&quot;  kata analis Price Group, Phil Flynn.
Suku bunga yang lebih tinggi memperkuat dolar, membuat komoditas dalam mata uang AS lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Sementara itu, persediaan minyak mentah komersial AS meningkat 7,9  juta barel dalam pekan yang berakhir 9 Juni berbeda dengan ekspektasi  pasar untuk penurunan ringan, menurut data yang dikeluarkan oleh Badan  Informasi Energi (EIA) AS pada Rabu (14/6/2023).
Laporan EIA memberi tekanan pada pasar minyak tetapi pedagang tetap  fokus pada keputusan Fed yang akan datang, kata Vladimir Zernov, analis  pemasok informasi pasar FX Empire.
Minyak WTI tetap terikat kisaran tanpa tren yang jelas dalam jangka  pendek, meskipun jelas akan membutuhkan katalis yang signifikan untuk  mendapatkan momentum kenaikan yang berkelanjutan, tambah Zernov.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia anjlok pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Harga minyak mentah tertekan oleh prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve dalam tahun 2023 dan peningkatan besar mingguan tak terduga persediaan minyak minyak mentah AS minggu lalu.
Melansir Antara, Kamis (15/6/2023), harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, tergelincir USD1,15 atau 1,66% menjadi menetap pada USD68,27 per barel di New York Mercantile Exchange.

BACA JUGA:
Harga Minyak Mentah Rebound, WTI Dipatok USD69,4/Barel

Sementara harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus merosot USD1,09 atau 1,47%, menjadi ditutup pada USD73,20 per barel di London ICE Futures Exchange.
Kedua harga acuan telah naik lebih dari 1,5% di awal sesi. Mereka naik lebih dari tiga% pada hari sebelumnya di tengah ekspektasi kenaikan permintaan bahan bakar setelah bank sentral China menurunkan suku bunga pinjaman jangka pendek.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Turun Lagi, WTI Dibanderol USD67/Barel

Meskipun Federal Reserve AS pada Rabu (14/6/2023) mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal tidak berubah pada 5,0% hingga 5,25%, para pembuat kebijakan moneter Fed menaikkan proyeksi suku bunga dana federal untuk 2023 menjadi 5,6% dari 5,1% pada Maret, yang menunjukkan bahwa Fed dapat melanjutkan kenaikan suku bunga setelah jeda.
Pelaku pasar memperkirakan Fed akan memberikan dua kenaikan suku bunga lagi dalam tahun 2023 dengan prospek permintaan minyak di bawah tekanan tambahan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Pasar khawatir bahwa lingkungan suku bunga yang lebih tinggi akan  menurunkan permintaan minyak. Reaksi spontan mendorong minyak turun,&quot;  kata analis Price Group, Phil Flynn.
Suku bunga yang lebih tinggi memperkuat dolar, membuat komoditas dalam mata uang AS lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Sementara itu, persediaan minyak mentah komersial AS meningkat 7,9  juta barel dalam pekan yang berakhir 9 Juni berbeda dengan ekspektasi  pasar untuk penurunan ringan, menurut data yang dikeluarkan oleh Badan  Informasi Energi (EIA) AS pada Rabu (14/6/2023).
Laporan EIA memberi tekanan pada pasar minyak tetapi pedagang tetap  fokus pada keputusan Fed yang akan datang, kata Vladimir Zernov, analis  pemasok informasi pasar FX Empire.
Minyak WTI tetap terikat kisaran tanpa tren yang jelas dalam jangka  pendek, meskipun jelas akan membutuhkan katalis yang signifikan untuk  mendapatkan momentum kenaikan yang berkelanjutan, tambah Zernov.</content:encoded></item></channel></rss>
