<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>The Fed Tahan Suku Bunga Acuan, BI Bagaimana?</title><description>The Federal Reserve (The Fed) dikabarkan menahan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/15/320/2831278/the-fed-tahan-suku-bunga-acuan-bi-bagaimana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/15/320/2831278/the-fed-tahan-suku-bunga-acuan-bi-bagaimana"/><item><title>The Fed Tahan Suku Bunga Acuan, BI Bagaimana?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/15/320/2831278/the-fed-tahan-suku-bunga-acuan-bi-bagaimana</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/15/320/2831278/the-fed-tahan-suku-bunga-acuan-bi-bagaimana</guid><pubDate>Kamis 15 Juni 2023 12:43 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/15/320/2831278/the-fed-tahan-suku-bunga-acuan-bi-bagaimana-OtMilTKDYv.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia. (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/15/320/2831278/the-fed-tahan-suku-bunga-acuan-bi-bagaimana-OtMilTKDYv.JPG</image><title>Bank Indonesia. (Foto: BI)</title></images><description>JAKARTA - The Federal Reserve (The Fed) dikabarkan menahan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).

Adapun hal ini sebenarnya baik bagi kondisi stabilitas ekonomi global, khususnya Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Sentral AS Tahan Suku Bunga, Wall Street Bergerak Mixed

Dengan ditahannya suku bunga ini, artinya suku bunga di negara berkembang tidak perlu mengalami kenaikan yang signifikan.

&quot;Untuk Bank Indonesia, bisa ditahan untuk tidak menaikkan suku bunga,&quot; ujar Ekonom sekaligus Direktur CELIOS, Bhima Yudhistira kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Kamis (15/6/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wall Street Naik setelah The Fed Diprediksi Pertahankan Suku Bunga Acuan

Dia menyebut bahwa hal ini akan menjaga daya beli, terutama konsumsi di negara-negara tujuan ekspor tradisional, seperti misalnya ke AS dan Eropa.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xNy8xLzE2NTMxMS81L3g4azVzazI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Artinya tidak ada gejolak yang berlebihan.



Indonesia bisa memanfaatkan momentum ini untuk penetrasi ekspor. Harapannya, surplus perdagangan masih bisa terjaga dengan kualitas yang cukup baik.



&quot;Kalau kita lihat, memang dari sisi nilai tukar Rupiah harapannya tidak akan mengalami tekanan berlebihan karena Fed Funds Rate-nya ditahan,&quot; tambah Bhima.



Dia juga mengatakan bahwa ini juga momen bagi penyaluran kredit perbankan untuk terus ditingkatkan.



&quot;Harapannya suku bunga mulai melandai dan tidak ada kenaikan suku bunga pinjaman yang berlebihan, likuiditas perbankan juga masih cukup baik, ya ini saatnya untuk dorong penyaluran kredit,&quot; ucapnya.



Dengan demikian, pertumbuhan kredit diharapkan bisa menyentuh di atas 10% pada tahun ini.</description><content:encoded>JAKARTA - The Federal Reserve (The Fed) dikabarkan menahan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).

Adapun hal ini sebenarnya baik bagi kondisi stabilitas ekonomi global, khususnya Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Sentral AS Tahan Suku Bunga, Wall Street Bergerak Mixed

Dengan ditahannya suku bunga ini, artinya suku bunga di negara berkembang tidak perlu mengalami kenaikan yang signifikan.

&quot;Untuk Bank Indonesia, bisa ditahan untuk tidak menaikkan suku bunga,&quot; ujar Ekonom sekaligus Direktur CELIOS, Bhima Yudhistira kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Kamis (15/6/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wall Street Naik setelah The Fed Diprediksi Pertahankan Suku Bunga Acuan

Dia menyebut bahwa hal ini akan menjaga daya beli, terutama konsumsi di negara-negara tujuan ekspor tradisional, seperti misalnya ke AS dan Eropa.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xNy8xLzE2NTMxMS81L3g4azVzazI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Artinya tidak ada gejolak yang berlebihan.



Indonesia bisa memanfaatkan momentum ini untuk penetrasi ekspor. Harapannya, surplus perdagangan masih bisa terjaga dengan kualitas yang cukup baik.



&quot;Kalau kita lihat, memang dari sisi nilai tukar Rupiah harapannya tidak akan mengalami tekanan berlebihan karena Fed Funds Rate-nya ditahan,&quot; tambah Bhima.



Dia juga mengatakan bahwa ini juga momen bagi penyaluran kredit perbankan untuk terus ditingkatkan.



&quot;Harapannya suku bunga mulai melandai dan tidak ada kenaikan suku bunga pinjaman yang berlebihan, likuiditas perbankan juga masih cukup baik, ya ini saatnya untuk dorong penyaluran kredit,&quot; ucapnya.



Dengan demikian, pertumbuhan kredit diharapkan bisa menyentuh di atas 10% pada tahun ini.</content:encoded></item></channel></rss>
