<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Ungkap Penyebab InJourney Rugi hingga Punya Utang</title><description>Erick Thohir mengungkapkan bahwa PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney masih mencatatkan rugi</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/16/320/2831905/erick-thohir-ungkap-penyebab-injourney-rugi-hingga-punya-utang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/16/320/2831905/erick-thohir-ungkap-penyebab-injourney-rugi-hingga-punya-utang"/><item><title>Erick Thohir Ungkap Penyebab InJourney Rugi hingga Punya Utang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/16/320/2831905/erick-thohir-ungkap-penyebab-injourney-rugi-hingga-punya-utang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/16/320/2831905/erick-thohir-ungkap-penyebab-injourney-rugi-hingga-punya-utang</guid><pubDate>Jum'at 16 Juni 2023 11:38 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/16/320/2831905/erick-thohir-ungkap-penyebab-injourney-rugi-hingga-punya-utang-ktgO6787XB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/KBUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/16/320/2831905/erick-thohir-ungkap-penyebab-injourney-rugi-hingga-punya-utang-ktgO6787XB.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/KBUMN)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan bahwa PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney masih mencatatkan rugi. Penyebabnya adalah lini bisnis bandara di sejumlah daerah masih dalam tahap pemulihan (recovery).
Di luar Bandara Internasional Soekarno&amp;ndash;Hatta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Performa bandara lain yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) belum sepenuhnya pulih sebelum Covid-19.
&quot;Kalau kita lihat performance keuangan daripada Airport di Bali, Jakarta sudah sangat bagus, tapi kan banyak Airport kecil yang belum bisa kembali seperti sebelumnya,&quot; ungkap Erick, ditulis Jumat (16/6/2023).

BACA JUGA:
Erick Thohir Siap Godok Pembentukan 4 Subholding InJourney, Apa Saja?

Erick juga meminta adanya terobosan dalam bisnis The Mandalika yang dikelola anak usaha InJourney, yakni PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).
Pembangunan The Mandalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menelan anggaran yang sangat besar lantaran ada sejumlah infrastruktur di dalamnya, termasuk Sirkuit Mandalika dan hotel.
Biaya untuk membangun Sirkuit Mandalika saja mencapai Rp1,2 triliun. Sumber pendanaan itu diperoleh dari investasi ITDC. Untuk pembangunan track line, diinvestasikan kurang lebih Rp900 miliar. Hal itu belum termasuk race control dan pit building atau paddock.

BACA JUGA:
 Erick Thohir Semakin Menguat Diusung Cawapres Pendamping Prabowo&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Setelah ada pembangunan MotoGP, pembangunan hotel, tentu kawasan Mandalika ini harus dipercepat, nah salah satunya bagaimana kita mengurangi beban keuangan dengan PMN, sekalian juga terus mengembangkan kawasan Mandalika itu,&quot; kata dia.
Pemerintah membuka opsi baru berupa menginvestasikan lahan The Mandalika ke investor. Skema ini serupa dengan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), di mana pemerintah gencar menarik sejumlah investor asing.
Erick menilai opsi tersebut masih berupa kajian. Tujuannya untuk mempercepat pembangunan The Mandalika.
Memang ada beberapa pemikiran terobosan, contoh seperti di Batang itu kan bisa saja tanahnya disewa dengan opsi dibeli. Bukan tidak mungkin juga terobosan ini bisa terjadi di Mandalika untuk mempercepat pembangunan,&quot; ucapnyaAdapun total utang yang dibukukan Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation mencapai Rp4,6 triliun. Pinjaman tersebut lantaran adanya pembangunan proyek The Mandalika.
Jumlah utang terbagi atas dua term pembayaran yakni short term atau utang jangka pendek senilai Rp1,2 triliun dan long term atau utang jangka panjang sebesar Rp3,4 triliun.
Erick memandang, utang yang dibukukan anak usaha InJourney itu wajar-wajar saja karena pinjaman digunakan untuk membangun proyek strategi nasional (PSN), Mandalika.
Sejumlah gelaran balap motor bertaraf internasional di Sirkuit Mandalika 2022 lalu justru memberatkan keuangan Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation. Dua diantaranya World Superbike (WSBK) dan MotoGP.
Alih-alih menguntungkan, WSBK dan MotoGP justru mendatang rugi signifikan bagi ITDC. Akibatnya, InJourney selaku induk usaha ITDC mengusulkan agar WSBK ditiadakan.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan bahwa PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney masih mencatatkan rugi. Penyebabnya adalah lini bisnis bandara di sejumlah daerah masih dalam tahap pemulihan (recovery).
Di luar Bandara Internasional Soekarno&amp;ndash;Hatta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Performa bandara lain yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) belum sepenuhnya pulih sebelum Covid-19.
&quot;Kalau kita lihat performance keuangan daripada Airport di Bali, Jakarta sudah sangat bagus, tapi kan banyak Airport kecil yang belum bisa kembali seperti sebelumnya,&quot; ungkap Erick, ditulis Jumat (16/6/2023).

BACA JUGA:
Erick Thohir Siap Godok Pembentukan 4 Subholding InJourney, Apa Saja?

Erick juga meminta adanya terobosan dalam bisnis The Mandalika yang dikelola anak usaha InJourney, yakni PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).
Pembangunan The Mandalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menelan anggaran yang sangat besar lantaran ada sejumlah infrastruktur di dalamnya, termasuk Sirkuit Mandalika dan hotel.
Biaya untuk membangun Sirkuit Mandalika saja mencapai Rp1,2 triliun. Sumber pendanaan itu diperoleh dari investasi ITDC. Untuk pembangunan track line, diinvestasikan kurang lebih Rp900 miliar. Hal itu belum termasuk race control dan pit building atau paddock.

BACA JUGA:
 Erick Thohir Semakin Menguat Diusung Cawapres Pendamping Prabowo&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Setelah ada pembangunan MotoGP, pembangunan hotel, tentu kawasan Mandalika ini harus dipercepat, nah salah satunya bagaimana kita mengurangi beban keuangan dengan PMN, sekalian juga terus mengembangkan kawasan Mandalika itu,&quot; kata dia.
Pemerintah membuka opsi baru berupa menginvestasikan lahan The Mandalika ke investor. Skema ini serupa dengan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), di mana pemerintah gencar menarik sejumlah investor asing.
Erick menilai opsi tersebut masih berupa kajian. Tujuannya untuk mempercepat pembangunan The Mandalika.
Memang ada beberapa pemikiran terobosan, contoh seperti di Batang itu kan bisa saja tanahnya disewa dengan opsi dibeli. Bukan tidak mungkin juga terobosan ini bisa terjadi di Mandalika untuk mempercepat pembangunan,&quot; ucapnyaAdapun total utang yang dibukukan Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation mencapai Rp4,6 triliun. Pinjaman tersebut lantaran adanya pembangunan proyek The Mandalika.
Jumlah utang terbagi atas dua term pembayaran yakni short term atau utang jangka pendek senilai Rp1,2 triliun dan long term atau utang jangka panjang sebesar Rp3,4 triliun.
Erick memandang, utang yang dibukukan anak usaha InJourney itu wajar-wajar saja karena pinjaman digunakan untuk membangun proyek strategi nasional (PSN), Mandalika.
Sejumlah gelaran balap motor bertaraf internasional di Sirkuit Mandalika 2022 lalu justru memberatkan keuangan Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation. Dua diantaranya World Superbike (WSBK) dan MotoGP.
Alih-alih menguntungkan, WSBK dan MotoGP justru mendatang rugi signifikan bagi ITDC. Akibatnya, InJourney selaku induk usaha ITDC mengusulkan agar WSBK ditiadakan.</content:encoded></item></channel></rss>
