<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Fakta Utang RI Sudah Capai Level Tertinggi Sejak Kemerdekaan, Begini Reaksi Kemenkeu</title><description>Kementerian Keuangan menjelaskan soal utang Indonesia yang katanya mencapai level yang tertinggi sejak Kemerdekaan Indonesia 1945.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/18/320/2832418/4-fakta-utang-ri-sudah-capai-level-tertinggi-sejak-kemerdekaan-begini-reaksi-kemenkeu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/18/320/2832418/4-fakta-utang-ri-sudah-capai-level-tertinggi-sejak-kemerdekaan-begini-reaksi-kemenkeu"/><item><title>4 Fakta Utang RI Sudah Capai Level Tertinggi Sejak Kemerdekaan, Begini Reaksi Kemenkeu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/18/320/2832418/4-fakta-utang-ri-sudah-capai-level-tertinggi-sejak-kemerdekaan-begini-reaksi-kemenkeu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/18/320/2832418/4-fakta-utang-ri-sudah-capai-level-tertinggi-sejak-kemerdekaan-begini-reaksi-kemenkeu</guid><pubDate>Minggu 18 Juni 2023 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Hana Wahyuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/17/320/2832418/4-fakta-utang-ri-sudah-capai-level-tertinggi-sejak-kemerdekaan-begini-reaksi-kemenkeu-bj0XNZfzVM.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi uang. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/17/320/2832418/4-fakta-utang-ri-sudah-capai-level-tertinggi-sejak-kemerdekaan-begini-reaksi-kemenkeu-bj0XNZfzVM.JPG</image><title>Ilustrasi uang. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan menjelaskan soal utang Indonesia yang katanya mencapai level yang tertinggi sejak Kemerdekaan Indonesia 1945.

Direktur Surat Utang Negara dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPRR) Kemenkeu, Deni Ridwan mengatakan, narasi yang berkembang tidak salah, namun tidak lengkap.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Utang Luar Negeri RI Turun Jadi Rp6.020 Triliun

&quot;Sekarang ini utang kita levelnya paling tinggi sejak Kemerdekaan, ini statement yang benar tapi kurang lengkap. Selama APBN kita defisit, atau pendapatan kita masih lebih kecil dibandingkan belanja, maka utang kita akan meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jadi statement Pak Jusuf Kalla berlaku sejak zaman Presiden Soekarno, di mana utang akan terus meningkat dari tahun sebelumnya dan lebih tinggi dibandingkan masa kemerdekaan,&amp;rdquo; ujar Direktur Surat Utang Negara DJPRR Kemenkeu, di Jakarta, Rabu, 14 Juni 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Jusuf Hamka, Pengusaha yang Berani Tagih Utang ke Negara Rp800 Miliar&amp;nbsp;

Berikut ini fakta utang RI sudah capai level tinggi sejak kemerdekaan, dirangkum Okezone, Minggu (17/6/2023):

1. PBD Juga Semakin Besar

Walaupun utang selalu mengalami peningkatan, ukuran ekonomi Indonesia yang dilihat melalui produk domestik bruto (PDB) juga semakin besar. Angkanya pun disebut tertinggi sejak kemerdekaan Indonesia. Sehingga kemampuan Indonesia dalam membayar utang juga semakin meningkat.

2. Tidak Akan Gagal Bayar

Dengan demikian, kondisi utang Indonesia berada dalam kondisi yang aman dan tidak berbahaya. Selain itu, Deni memaparkan Indonesia sepanjang sejarah tidak pernah mengalami gagal bayar.

&amp;ldquo;Kalau kita bicara apakah utang kita di kondisi yang berbahaya? Maka risiko berbahaya adalah ketika suatu negara atau perusahaan tidak bisa membayar kewajiban atau gagal bayar (default), baik dalam pembayaran bunga atau pokoknya. Dalam sejarah, Indonesia belum pernah default,&amp;rdquo; bebernya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3. Pernah Terbesar Sepanjang Sejarah



Sebagai informasi, sebelumnya pada akhir Mei 2023 lalu, Jusuf Kalla (JK) menyebut utang pemerintah Indonesia sangat besar.



&quot;Setahun bayar utang lebih Rp1.000 triliun, terbesar dalam sejarah Indonesia sejak merdeka,&quot; ujarnya.



4. Klarifikasi Stafsus Menkeu



Staf Khusus Staf Khusus Menteri Keuangan bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo pun menepis tudingan yang menyebutkan pihaknya mengeluarkan Rp1.000 triliun per tahun untuk membayar utang. Hal serupa pun sudah pernah disampaikan oleh Menkeu Sri Mulyani.



&amp;ldquo;Dalam pembayaran pokok dan bunga utang, pemerintah sangat berhati-hati dan terukur agar kemampuan bayar dan kesinambungan fiskal tetap terjaga,&amp;rdquo; tulis Stafsus Menkeu Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo dalam akun twitter resmi.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan menjelaskan soal utang Indonesia yang katanya mencapai level yang tertinggi sejak Kemerdekaan Indonesia 1945.

Direktur Surat Utang Negara dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPRR) Kemenkeu, Deni Ridwan mengatakan, narasi yang berkembang tidak salah, namun tidak lengkap.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Utang Luar Negeri RI Turun Jadi Rp6.020 Triliun

&quot;Sekarang ini utang kita levelnya paling tinggi sejak Kemerdekaan, ini statement yang benar tapi kurang lengkap. Selama APBN kita defisit, atau pendapatan kita masih lebih kecil dibandingkan belanja, maka utang kita akan meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jadi statement Pak Jusuf Kalla berlaku sejak zaman Presiden Soekarno, di mana utang akan terus meningkat dari tahun sebelumnya dan lebih tinggi dibandingkan masa kemerdekaan,&amp;rdquo; ujar Direktur Surat Utang Negara DJPRR Kemenkeu, di Jakarta, Rabu, 14 Juni 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Jusuf Hamka, Pengusaha yang Berani Tagih Utang ke Negara Rp800 Miliar&amp;nbsp;

Berikut ini fakta utang RI sudah capai level tinggi sejak kemerdekaan, dirangkum Okezone, Minggu (17/6/2023):

1. PBD Juga Semakin Besar

Walaupun utang selalu mengalami peningkatan, ukuran ekonomi Indonesia yang dilihat melalui produk domestik bruto (PDB) juga semakin besar. Angkanya pun disebut tertinggi sejak kemerdekaan Indonesia. Sehingga kemampuan Indonesia dalam membayar utang juga semakin meningkat.

2. Tidak Akan Gagal Bayar

Dengan demikian, kondisi utang Indonesia berada dalam kondisi yang aman dan tidak berbahaya. Selain itu, Deni memaparkan Indonesia sepanjang sejarah tidak pernah mengalami gagal bayar.

&amp;ldquo;Kalau kita bicara apakah utang kita di kondisi yang berbahaya? Maka risiko berbahaya adalah ketika suatu negara atau perusahaan tidak bisa membayar kewajiban atau gagal bayar (default), baik dalam pembayaran bunga atau pokoknya. Dalam sejarah, Indonesia belum pernah default,&amp;rdquo; bebernya.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;3. Pernah Terbesar Sepanjang Sejarah



Sebagai informasi, sebelumnya pada akhir Mei 2023 lalu, Jusuf Kalla (JK) menyebut utang pemerintah Indonesia sangat besar.



&quot;Setahun bayar utang lebih Rp1.000 triliun, terbesar dalam sejarah Indonesia sejak merdeka,&quot; ujarnya.



4. Klarifikasi Stafsus Menkeu



Staf Khusus Staf Khusus Menteri Keuangan bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo pun menepis tudingan yang menyebutkan pihaknya mengeluarkan Rp1.000 triliun per tahun untuk membayar utang. Hal serupa pun sudah pernah disampaikan oleh Menkeu Sri Mulyani.



&amp;ldquo;Dalam pembayaran pokok dan bunga utang, pemerintah sangat berhati-hati dan terukur agar kemampuan bayar dan kesinambungan fiskal tetap terjaga,&amp;rdquo; tulis Stafsus Menkeu Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo dalam akun twitter resmi.</content:encoded></item></channel></rss>
