<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Targetkan 1 Juta Wirausaha Muda, Menteri Teten: Harus by Design</title><description>Teten Masduki mengatakan pemerintah memasang target mampu mencetak 1 juta wirausaha baru dari kalangan muda dan terdidik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/18/455/2832745/targetkan-1-juta-wirausaha-muda-menteri-teten-harus-by-design</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/18/455/2832745/targetkan-1-juta-wirausaha-muda-menteri-teten-harus-by-design"/><item><title>Targetkan 1 Juta Wirausaha Muda, Menteri Teten: Harus by Design</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/18/455/2832745/targetkan-1-juta-wirausaha-muda-menteri-teten-harus-by-design</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/18/455/2832745/targetkan-1-juta-wirausaha-muda-menteri-teten-harus-by-design</guid><pubDate>Minggu 18 Juni 2023 08:55 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/18/455/2832745/targetkan-1-juta-wirausaha-muda-menteri-teten-harus-by-design-TzVHECON7y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Targetkan 1 juta wirausaha muda (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/18/455/2832745/targetkan-1-juta-wirausaha-muda-menteri-teten-harus-by-design-TzVHECON7y.jpg</image><title>Targetkan 1 juta wirausaha muda (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - MenKopUKM Teten Masduki mengatakan pemerintah memasang target mampu mencetak 1 juta wirausaha baru dari kalangan muda dan terdidik.
Dia menyebut hal tersebut dilakukan agar mampu mencapai rasio kewirausahaan di level 3,95%. Sehingga KemenKopUKM saat ini banyak menjalin kerja sama dengan kampus-kampus atau perguruan tinggi dalam membangun inkubator bisnis.

BACA JUGA:
Mensos Risma Gandeng Pengusaha Skala Nasional Beri Pelatihan Wirausaha bagi Warga NTT

&quot;Namun, kali ini, mencetak wirausaha baru, khususnya dari kalangan anak muda, harus by design. Ibarat memilih telur yang baik untuk dierami, ditetaskan, kemudian dibesarkan,&quot; kata Teten dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (18/6/2023).
Menteri Teten merujuk keberhasilan Korea Selatan (Korsel) dan Jepang yang berhasil menciptakan banyak wirausaha dari kalangan anak muda terdidik lulusan perguruan tinggi.

BACA JUGA:
17 Tahun Berwirausaha Kue Kering, Nandang Sutendi Pernah Jual 25 Ribu Buah dalam Sehari

Di Korsel, misalnya, bila ada anak muda memiliki ide bisnis berbasis teknologi tinggi, kemudian diuji sebuah lembaga penilai dan dinyatakan teknologi unggul, maka akan keluar sertifikasinya. &quot;Dari sertifikasinya, dia mendapat bantuan perkuatan permodalan dari perbankan tanpa agunan,&quot; ujarnya.
Untuk itu, MenKopUKM akan menjalin kerja sama dengan Korsel dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan di Indonesia. Khususnya, dalam meningkatkan kemampuan teknologi tinggi.
&quot;Saya berharap akan lahir wirausaha dari kalangan anak muda yang berevolusi masuk ke teknologi tinggi atau hitech,&quot; ucap Menteri Teten.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMy80LzE2MzcxNi81L3g4ajVkMWo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pasalnya, kata MenKopUKM, yang mampu memenangkan kompetisi dunia di masa sekarang dan yang akan datang adalah mereka yang memiliki inovasi dan kreativitas berbasis teknologi tinggi.
&quot;Saya senang saat ini banyak perguruan tinggi sudah memiliki kurikulum kewirausahaan. Sehingga, mampu mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja,&quot; tuturnya.
Bagi MenKopUKM, bila Indonesia bisa menciptakan rasio kewirausahaan hingga 3,95% atau bahkan menembus angka 4%, maka otomatis akan memperbaiki kualitas lapangan kerja di Indonesia yang sekarang ini masih didominasi dari usaha mikro sebesar 96%
&quot;Kita harus mencetak wirausaha-wirausaha baru by design, bukan menjadi wirausaha karena nasib setelah tidak tertampung pada lapangan kerja yang tersedia,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - MenKopUKM Teten Masduki mengatakan pemerintah memasang target mampu mencetak 1 juta wirausaha baru dari kalangan muda dan terdidik.
Dia menyebut hal tersebut dilakukan agar mampu mencapai rasio kewirausahaan di level 3,95%. Sehingga KemenKopUKM saat ini banyak menjalin kerja sama dengan kampus-kampus atau perguruan tinggi dalam membangun inkubator bisnis.

BACA JUGA:
Mensos Risma Gandeng Pengusaha Skala Nasional Beri Pelatihan Wirausaha bagi Warga NTT

&quot;Namun, kali ini, mencetak wirausaha baru, khususnya dari kalangan anak muda, harus by design. Ibarat memilih telur yang baik untuk dierami, ditetaskan, kemudian dibesarkan,&quot; kata Teten dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (18/6/2023).
Menteri Teten merujuk keberhasilan Korea Selatan (Korsel) dan Jepang yang berhasil menciptakan banyak wirausaha dari kalangan anak muda terdidik lulusan perguruan tinggi.

BACA JUGA:
17 Tahun Berwirausaha Kue Kering, Nandang Sutendi Pernah Jual 25 Ribu Buah dalam Sehari

Di Korsel, misalnya, bila ada anak muda memiliki ide bisnis berbasis teknologi tinggi, kemudian diuji sebuah lembaga penilai dan dinyatakan teknologi unggul, maka akan keluar sertifikasinya. &quot;Dari sertifikasinya, dia mendapat bantuan perkuatan permodalan dari perbankan tanpa agunan,&quot; ujarnya.
Untuk itu, MenKopUKM akan menjalin kerja sama dengan Korsel dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan di Indonesia. Khususnya, dalam meningkatkan kemampuan teknologi tinggi.
&quot;Saya berharap akan lahir wirausaha dari kalangan anak muda yang berevolusi masuk ke teknologi tinggi atau hitech,&quot; ucap Menteri Teten.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMy80LzE2MzcxNi81L3g4ajVkMWo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;Pasalnya, kata MenKopUKM, yang mampu memenangkan kompetisi dunia di masa sekarang dan yang akan datang adalah mereka yang memiliki inovasi dan kreativitas berbasis teknologi tinggi.
&quot;Saya senang saat ini banyak perguruan tinggi sudah memiliki kurikulum kewirausahaan. Sehingga, mampu mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja,&quot; tuturnya.
Bagi MenKopUKM, bila Indonesia bisa menciptakan rasio kewirausahaan hingga 3,95% atau bahkan menembus angka 4%, maka otomatis akan memperbaiki kualitas lapangan kerja di Indonesia yang sekarang ini masih didominasi dari usaha mikro sebesar 96%
&quot;Kita harus mencetak wirausaha-wirausaha baru by design, bukan menjadi wirausaha karena nasib setelah tidak tertampung pada lapangan kerja yang tersedia,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
