<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Digital Jadi Katalis Positif Global Mediacom (BMTR)</title><description>Pertumbuhan digital dapat menjadi katalis positif bagi PT Global Mediacom Tbk (BMTR) selaku emiten induk media di MNC Group.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/19/278/2833551/pertumbuhan-digital-jadi-katalis-positif-global-mediacom-bmtr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/19/278/2833551/pertumbuhan-digital-jadi-katalis-positif-global-mediacom-bmtr"/><item><title>Pertumbuhan Digital Jadi Katalis Positif Global Mediacom (BMTR)</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/19/278/2833551/pertumbuhan-digital-jadi-katalis-positif-global-mediacom-bmtr</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/19/278/2833551/pertumbuhan-digital-jadi-katalis-positif-global-mediacom-bmtr</guid><pubDate>Senin 19 Juni 2023 18:05 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/19/278/2833551/pertumbuhan-digital-jadi-katalis-positif-global-mediacom-bmtr-juabHOXHwA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RUPST Global Mediacom (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/19/278/2833551/pertumbuhan-digital-jadi-katalis-positif-global-mediacom-bmtr-juabHOXHwA.jpg</image><title>RUPST Global Mediacom (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pertumbuhan digital dapat menjadi katalis positif bagi PT Global Mediacom Tbk (BMTR) selaku emiten induk media di MNC Group. Mengingat penggunaan internet semakin dominan di Indonesia.
Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan, hal ini akan mendorong anggaran belanja iklan perusahaan pengiklan ke arah digital. Sebaliknya, pertumbuhan bisnis iklan di televisi dipandang mengalami perlambatan.

BACA JUGA:
RUPST, Global Mediacom (BMTR) Gunakan Sisa Laba untuk Perkuat Modal


&quot;Digital ini makin dominan, karena tanpa disadari masyarakat kita itu menghabiskan 8 jam 36 menit di internet dalam satu hari. Jadi waktu penggunaan internet akan meningkat karena mobiliti dan sebagainya,&quot; kata Hary dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Senin (19/6/2023).
Hary, yang juga merupakan Direktur Utama BMTR itu, menilai perusahaan pengiklan bakal mengalihkan anggaran belanja iklan ke arah digital seiring masifnya penggunaan internet. Sedangkan untuk iklan non-digital atau televisi dipandang bakal tumbuh lebih lambat.

BACA JUGA:
Global Mediacom Targetkan 30 Juta Pengguna TREBEL Music


&quot;Tahun 2024 bisnis iklan sudah akan mendominasi 51% ke arah digital, baik itu di sosmed, streaming, dll. Jadi belanja iklan akan lari ke sana,&quot; terangnya.
Angka ini berbanding terbalik pada tahun 2020 saat basis iklan televisi masih mendominasi sekitar 47%, sedangkan digital menyerap 37%, dan print (iklan cetak) 13%.
&quot;Tapi bukan berarti iklan di tv itu turun, tetap naik, tapi pertumbuhannya jauh lebih kecil dibandingkan digital yang kurang lebih sekitar 19% per anum, yg kalau di tv masih sekitar 5%, jadi bedanya jauh,&quot; terangnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebagaimana diketahui, revenue bisnis iklan digital BMTR sepanjang 2022 mengalami pertumbuhan 25%  year-on-year (yoy) menjadi Rp2,5 triliun, dibandingkan akhir 2021  senilai Rp2,02 triliun. Pendapatan bisnis konten dan IP juga tumbuh 22% yoy menjadi Rp1,79 triliun.
Namun demikian, kontributor terbesar pendapatan BMTR di segmen non-digital turun 26% yoy. Hal ini berdampak terhadap total pendapatan BMTR yang merosot 12% yoy menjadi Rp12,23 triliun, dibandingkan 2021 yang memiliki total Rp13,9 triliun.
&quot;Itulah mengapa sepanjang 2022 MNC Media banyak sekali fokus  mengembangkan digital related media dan entertainment, karena kalau  tidak kita akan ketinggalan,&quot; tandas Hary.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pertumbuhan digital dapat menjadi katalis positif bagi PT Global Mediacom Tbk (BMTR) selaku emiten induk media di MNC Group. Mengingat penggunaan internet semakin dominan di Indonesia.
Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan, hal ini akan mendorong anggaran belanja iklan perusahaan pengiklan ke arah digital. Sebaliknya, pertumbuhan bisnis iklan di televisi dipandang mengalami perlambatan.

BACA JUGA:
RUPST, Global Mediacom (BMTR) Gunakan Sisa Laba untuk Perkuat Modal


&quot;Digital ini makin dominan, karena tanpa disadari masyarakat kita itu menghabiskan 8 jam 36 menit di internet dalam satu hari. Jadi waktu penggunaan internet akan meningkat karena mobiliti dan sebagainya,&quot; kata Hary dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Senin (19/6/2023).
Hary, yang juga merupakan Direktur Utama BMTR itu, menilai perusahaan pengiklan bakal mengalihkan anggaran belanja iklan ke arah digital seiring masifnya penggunaan internet. Sedangkan untuk iklan non-digital atau televisi dipandang bakal tumbuh lebih lambat.

BACA JUGA:
Global Mediacom Targetkan 30 Juta Pengguna TREBEL Music


&quot;Tahun 2024 bisnis iklan sudah akan mendominasi 51% ke arah digital, baik itu di sosmed, streaming, dll. Jadi belanja iklan akan lari ke sana,&quot; terangnya.
Angka ini berbanding terbalik pada tahun 2020 saat basis iklan televisi masih mendominasi sekitar 47%, sedangkan digital menyerap 37%, dan print (iklan cetak) 13%.
&quot;Tapi bukan berarti iklan di tv itu turun, tetap naik, tapi pertumbuhannya jauh lebih kecil dibandingkan digital yang kurang lebih sekitar 19% per anum, yg kalau di tv masih sekitar 5%, jadi bedanya jauh,&quot; terangnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebagaimana diketahui, revenue bisnis iklan digital BMTR sepanjang 2022 mengalami pertumbuhan 25%  year-on-year (yoy) menjadi Rp2,5 triliun, dibandingkan akhir 2021  senilai Rp2,02 triliun. Pendapatan bisnis konten dan IP juga tumbuh 22% yoy menjadi Rp1,79 triliun.
Namun demikian, kontributor terbesar pendapatan BMTR di segmen non-digital turun 26% yoy. Hal ini berdampak terhadap total pendapatan BMTR yang merosot 12% yoy menjadi Rp12,23 triliun, dibandingkan 2021 yang memiliki total Rp13,9 triliun.
&quot;Itulah mengapa sepanjang 2022 MNC Media banyak sekali fokus  mengembangkan digital related media dan entertainment, karena kalau  tidak kita akan ketinggalan,&quot; tandas Hary.</content:encoded></item></channel></rss>
