<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Melemah Nyaris Dekati Rp15.000/USD</title><description>Nilai tukar rupiah melemah 54 point di level Rp 14.994 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/19/320/2833484/rupiah-melemah-nyaris-dekati-rp15-000-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/19/320/2833484/rupiah-melemah-nyaris-dekati-rp15-000-usd"/><item><title>Rupiah Melemah Nyaris Dekati Rp15.000/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/19/320/2833484/rupiah-melemah-nyaris-dekati-rp15-000-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/19/320/2833484/rupiah-melemah-nyaris-dekati-rp15-000-usd</guid><pubDate>Senin 19 Juni 2023 16:40 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/19/320/2833484/rupiah-melemah-nyaris-dekati-rp15-000-usd-O6uIaQgOTd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/19/320/2833484/rupiah-melemah-nyaris-dekati-rp15-000-usd-O6uIaQgOTd.jpg</image><title>Rupiah. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar rupiah melemah 54 point di level Rp 14.994 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini, Senin (19/6/2023).
Menurut Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi, pelemahan rupiah sore ini didorong oleh sikap Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada tingkat 5,75% sepanjang 2023.

BACA JUGA:
Dolar AS Tekan Rupiah ke Rp14.954/USD di Sore Ini

&quot;BI akan berhati-hati dalam menanggapi pandangan terbaru The Fed. Pasalnya, dampak dari transmisi Fed Funds Rate (FFR) di Indonesia akan semakin terlihat melalui imbal hasil obligasi pemerintah yerutama bertenor 10 tahun terus menurun dan mendekati level 6%,&quot; ujar Ibrahim dalam rilis hariannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNS8xLzE2Njg1NS81L3g4bGl6Nmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Adapun dari sisi domestik, lanjut dia menerangkan, tingkat inflasi Indonesia tercatat turun ke level terendah dalam 12 bulan terakhir menjadi sebesar 4,00% secara tahunan pada Mei 2023. Diperkirakan, inflasi akan terus menurun dan bergerak dalam kisaran target kedepannya.

BACA JUGA:
Rupiah Melemah ke Rp14.906/USD Gegara Ekonomi China

Selain itu, pasar obligasi dan pasar saham Indonesia juga terus mencatatkan arus masuk bersih. Meski mengalami penyempitan, neraca perdagangan Indonesia akan tetap mempertahankan surplus.&quot;Faktor-faktor ini akan memberikan dukungan terhadap stabilitas nilai tukar rupiah,&quot; ucapnya.
Di samping itu, Ibrahim memprediksi, untuk perdagangan besok, Selasa (20/6/2023) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 14.980- Rp 15.060.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar rupiah melemah 54 point di level Rp 14.994 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini, Senin (19/6/2023).
Menurut Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi, pelemahan rupiah sore ini didorong oleh sikap Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada tingkat 5,75% sepanjang 2023.

BACA JUGA:
Dolar AS Tekan Rupiah ke Rp14.954/USD di Sore Ini

&quot;BI akan berhati-hati dalam menanggapi pandangan terbaru The Fed. Pasalnya, dampak dari transmisi Fed Funds Rate (FFR) di Indonesia akan semakin terlihat melalui imbal hasil obligasi pemerintah yerutama bertenor 10 tahun terus menurun dan mendekati level 6%,&quot; ujar Ibrahim dalam rilis hariannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNS8xLzE2Njg1NS81L3g4bGl6Nmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Adapun dari sisi domestik, lanjut dia menerangkan, tingkat inflasi Indonesia tercatat turun ke level terendah dalam 12 bulan terakhir menjadi sebesar 4,00% secara tahunan pada Mei 2023. Diperkirakan, inflasi akan terus menurun dan bergerak dalam kisaran target kedepannya.

BACA JUGA:
Rupiah Melemah ke Rp14.906/USD Gegara Ekonomi China

Selain itu, pasar obligasi dan pasar saham Indonesia juga terus mencatatkan arus masuk bersih. Meski mengalami penyempitan, neraca perdagangan Indonesia akan tetap mempertahankan surplus.&quot;Faktor-faktor ini akan memberikan dukungan terhadap stabilitas nilai tukar rupiah,&quot; ucapnya.
Di samping itu, Ibrahim memprediksi, untuk perdagangan besok, Selasa (20/6/2023) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 14.980- Rp 15.060.</content:encoded></item></channel></rss>
