<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Bahlil saat SD Jalan Kaki 8 Km hingga Kuliah di Kampung Kini Jadi Menteri Jokowi</title><description>Menteri Bahlil Lahadalia menceritakan kisah hidupnya di hadapan wisudawan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/19/320/2833528/cerita-bahlil-saat-sd-jalan-kaki-8-km-hingga-kuliah-di-kampung-kini-jadi-menteri-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/19/320/2833528/cerita-bahlil-saat-sd-jalan-kaki-8-km-hingga-kuliah-di-kampung-kini-jadi-menteri-jokowi"/><item><title>Cerita Bahlil saat SD Jalan Kaki 8 Km hingga Kuliah di Kampung Kini Jadi Menteri Jokowi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/19/320/2833528/cerita-bahlil-saat-sd-jalan-kaki-8-km-hingga-kuliah-di-kampung-kini-jadi-menteri-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/19/320/2833528/cerita-bahlil-saat-sd-jalan-kaki-8-km-hingga-kuliah-di-kampung-kini-jadi-menteri-jokowi</guid><pubDate>Senin 19 Juni 2023 17:30 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/19/320/2833528/cerita-bahlil-saat-sd-jalan-kaki-8-km-hingga-kuliah-di-kampung-kini-jadi-menteri-jokowi-PqJHyFcMPl.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/19/320/2833528/cerita-bahlil-saat-sd-jalan-kaki-8-km-hingga-kuliah-di-kampung-kini-jadi-menteri-jokowi-PqJHyFcMPl.JPG</image><title>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menceritakan kisah hidupnya di hadapan wisudawan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Awalnya, dia menyampaikan bahwa dirinya terlahir dari sebuah kampung di Papua.

BACA JUGA:
Minta Mahasiswa Jadi Pengusaha, Bahlil: Gaji Menteri Cuma Rp19 Juta

Ibunya seorang asisten rumah tangga, sementara ayahnya bekerja menjadi buruh bangunan dengan penghasilan Rp7.500 per hari.

Bahlil bercerita dirinya harus berjalan kaki sejauh 4 kilometer (km) untuk menuju Sekolah Dasar (SD) tempat dirinya menimba ilmu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Foxconn Tak Kunjung Bangun Pabrik di RI, Bahlil: Ada Masalah Internal

&quot;SD saya jalan kaki 4 km pergi dan setiap hari saya harus pulang pergi 8 km. Tapi semua itu harus kita lakukan dengan optimisme,&quot; ucap Bahlil di acara Wisuda UMJ yang dipantau secara daring, Senin (19/6/2023).

Meski demikian Bahlil mengaku tetap yakin dan optimis bisa meraih masa depan yang lebih baik di kemudian hari.

&quot;Kalau saya pasrah dengan kehidupan itu maka saya tidak bisa jadi apa-apa di Papua,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xNS8xLzE2NjE4Ny81L3g4a3libzE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kemudian Bahlil menuturkan, saat dirinya menimba ilmu di perguruan tinggi, kampus tempatnya belajar bahkan tidak muncul di kolom pencarian Google.



Tapi Bahlil mengatakan kalau dirinya memiliki prinsip tidak pernah ada satu perguruan tinggi yang menjamin kualitas seorang mahasiswa, yang menjamin kualitas mahasiswa itu adalah mahasiswa itu sendiri.



&quot;Saya kuliahnya di kampung, di Google aja tidak ada, cari di Google nggak ada tuh kampus saya. Tapi saya alhamdulillah diberikan amanah untuk menjadi Menteri Investasi dan di Kementerian Investasi itu menterinya kalau tidak tamatan Harvard, minimal UI (Universitas Indonesia),&quot; tuturnya.



Dari perjalanan hidupnya tersebut, Bahlil berpesan, bahwa tidak ada yang mustahil di dalam kehidupan dan tidak ada yang bisa menjamin masa depan seseorang.



&quot;Yang bisa menjamin masa depan kita adalah kita sendiri. Jangan pernah menggantungkan masa depan kalian kepada ayah, ibu, teman, apalagi pacar, itu pasti tidak akan sebaik dan tidak semaksimal kalau kita sendiri yang mencapai,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menceritakan kisah hidupnya di hadapan wisudawan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Awalnya, dia menyampaikan bahwa dirinya terlahir dari sebuah kampung di Papua.

BACA JUGA:
Minta Mahasiswa Jadi Pengusaha, Bahlil: Gaji Menteri Cuma Rp19 Juta

Ibunya seorang asisten rumah tangga, sementara ayahnya bekerja menjadi buruh bangunan dengan penghasilan Rp7.500 per hari.

Bahlil bercerita dirinya harus berjalan kaki sejauh 4 kilometer (km) untuk menuju Sekolah Dasar (SD) tempat dirinya menimba ilmu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Foxconn Tak Kunjung Bangun Pabrik di RI, Bahlil: Ada Masalah Internal

&quot;SD saya jalan kaki 4 km pergi dan setiap hari saya harus pulang pergi 8 km. Tapi semua itu harus kita lakukan dengan optimisme,&quot; ucap Bahlil di acara Wisuda UMJ yang dipantau secara daring, Senin (19/6/2023).

Meski demikian Bahlil mengaku tetap yakin dan optimis bisa meraih masa depan yang lebih baik di kemudian hari.

&quot;Kalau saya pasrah dengan kehidupan itu maka saya tidak bisa jadi apa-apa di Papua,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xNS8xLzE2NjE4Ny81L3g4a3libzE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kemudian Bahlil menuturkan, saat dirinya menimba ilmu di perguruan tinggi, kampus tempatnya belajar bahkan tidak muncul di kolom pencarian Google.



Tapi Bahlil mengatakan kalau dirinya memiliki prinsip tidak pernah ada satu perguruan tinggi yang menjamin kualitas seorang mahasiswa, yang menjamin kualitas mahasiswa itu adalah mahasiswa itu sendiri.



&quot;Saya kuliahnya di kampung, di Google aja tidak ada, cari di Google nggak ada tuh kampus saya. Tapi saya alhamdulillah diberikan amanah untuk menjadi Menteri Investasi dan di Kementerian Investasi itu menterinya kalau tidak tamatan Harvard, minimal UI (Universitas Indonesia),&quot; tuturnya.



Dari perjalanan hidupnya tersebut, Bahlil berpesan, bahwa tidak ada yang mustahil di dalam kehidupan dan tidak ada yang bisa menjamin masa depan seseorang.



&quot;Yang bisa menjamin masa depan kita adalah kita sendiri. Jangan pernah menggantungkan masa depan kalian kepada ayah, ibu, teman, apalagi pacar, itu pasti tidak akan sebaik dan tidak semaksimal kalau kita sendiri yang mencapai,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
