<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bioetanol Diuji Coba Mulai Awal Juli 2023, Ini Bocoran Harganya</title><description>PT Pertamina (Persero) akan meluncurkan produk campuran bahan bakar nabati (BBN) bioetanol 5% atau E5 ke dalam BBM Pertamax.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/19/320/2833625/bioetanol-diuji-coba-mulai-awal-juli-2023-ini-bocoran-harganya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/19/320/2833625/bioetanol-diuji-coba-mulai-awal-juli-2023-ini-bocoran-harganya"/><item><title>Bioetanol Diuji Coba Mulai Awal Juli 2023, Ini Bocoran Harganya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/19/320/2833625/bioetanol-diuji-coba-mulai-awal-juli-2023-ini-bocoran-harganya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/19/320/2833625/bioetanol-diuji-coba-mulai-awal-juli-2023-ini-bocoran-harganya</guid><pubDate>Senin 19 Juni 2023 20:14 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/19/320/2833625/bioetanol-diuji-coba-mulai-awal-juli-2023-ini-bocoran-harganya-i0DtXaf0wG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ujicoba bioetanol (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/19/320/2833625/bioetanol-diuji-coba-mulai-awal-juli-2023-ini-bocoran-harganya-i0DtXaf0wG.jpg</image><title>Ujicoba bioetanol (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) akan meluncurkan produk campuran bahan bakar nabati (BBN) bioetanol 5% atau E5 ke dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax pada Juni 2023.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Dadan Kusdiana mengungkapkan, pihaknya siap melakukan uji coba komersialisasi bioetanol mulai awal Juli 2023 mendatang.

BACA JUGA:
Siap-Siap! Pertamax Bakal Dicampur dengan Bioetanol


Nantinya, uji coba bioetanol itu akan dilakukan di beberapa wilayah di Jawa Timur, khususnya di Mojokerto dan Surabaya. Katanya, penetapan Jawa Timur sebagai wilayah uji coba tak lepas dari pabrik etanol yang berlokasi di Mojokerto.
Dadan menuturkan, proses uji coba komersialisasi itu tak lepas dari perintah Presiden Joko Widodo melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol Sebagai Bahan Bakar Nabati (Biofuel).

BACA JUGA:
Pabrik Bioetanol Rampung, RI Siap Gantikan BBM?


&quot;Sudah komersial terbatas. Kita ini memang uji coba tapi komersial, jadi sudah masuk ke SPBU,&quot; ujar ya ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (19/6/2023).
Ia mengungkapkan, produksi bioetanol yang siap diuji coba itu dilakukan oleh PTPN dan Molindo dengan kapasitas uji coba sebanyak 40.000 kilo liter/tahun dan ke depannya direncanakan mencapai 100.000 kl/tahun. Sedangkan soal tarif, dirinya memastikan pemerintah akan mematok harga bioetanol tak jauh dari  harga jual Pertamax saat ini, yaitu sekitar Rp12.400.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wOC80LzE1NjQ4NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kita dengan Pertamina masih desain untuk mau dicampur ke bagian mana  saja sehingga tidak ada subsidi dan harus masuk ke wilayah yang memang  secara harga tidak membutuhkan insentif,&quot; sambungnya.
Lebih lanjut, Dadan menjelaskan, sekalipun sama-sama berbahan tebu,  program uji coba bioetanol itu dilakukan bukan dengan mengkonversi bahan  baku gula, tetapi mengkonversi molasis.
&quot;Jadi kalau kita kembangkan pabrik tebu, itu ada yang untuk gula,  lalu ada yang untuk molasis yang dipakai untuk industri, termasuk  bioetanol,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) akan meluncurkan produk campuran bahan bakar nabati (BBN) bioetanol 5% atau E5 ke dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax pada Juni 2023.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Dadan Kusdiana mengungkapkan, pihaknya siap melakukan uji coba komersialisasi bioetanol mulai awal Juli 2023 mendatang.

BACA JUGA:
Siap-Siap! Pertamax Bakal Dicampur dengan Bioetanol


Nantinya, uji coba bioetanol itu akan dilakukan di beberapa wilayah di Jawa Timur, khususnya di Mojokerto dan Surabaya. Katanya, penetapan Jawa Timur sebagai wilayah uji coba tak lepas dari pabrik etanol yang berlokasi di Mojokerto.
Dadan menuturkan, proses uji coba komersialisasi itu tak lepas dari perintah Presiden Joko Widodo melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol Sebagai Bahan Bakar Nabati (Biofuel).

BACA JUGA:
Pabrik Bioetanol Rampung, RI Siap Gantikan BBM?


&quot;Sudah komersial terbatas. Kita ini memang uji coba tapi komersial, jadi sudah masuk ke SPBU,&quot; ujar ya ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (19/6/2023).
Ia mengungkapkan, produksi bioetanol yang siap diuji coba itu dilakukan oleh PTPN dan Molindo dengan kapasitas uji coba sebanyak 40.000 kilo liter/tahun dan ke depannya direncanakan mencapai 100.000 kl/tahun. Sedangkan soal tarif, dirinya memastikan pemerintah akan mematok harga bioetanol tak jauh dari  harga jual Pertamax saat ini, yaitu sekitar Rp12.400.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wOC80LzE1NjQ4NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Kita dengan Pertamina masih desain untuk mau dicampur ke bagian mana  saja sehingga tidak ada subsidi dan harus masuk ke wilayah yang memang  secara harga tidak membutuhkan insentif,&quot; sambungnya.
Lebih lanjut, Dadan menjelaskan, sekalipun sama-sama berbahan tebu,  program uji coba bioetanol itu dilakukan bukan dengan mengkonversi bahan  baku gula, tetapi mengkonversi molasis.
&quot;Jadi kalau kita kembangkan pabrik tebu, itu ada yang untuk gula,  lalu ada yang untuk molasis yang dipakai untuk industri, termasuk  bioetanol,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
