<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diaudit BPKP, PMN Wijaya Karya Rp8 Triliun Cair di 2024</title><description>Wika bersikap terbuka atas langkah audit lembaga auditor internal negara tersebut</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/20/320/2834000/diaudit-bpkp-pmn-wijaya-karya-rp8-triliun-cair-di-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/20/320/2834000/diaudit-bpkp-pmn-wijaya-karya-rp8-triliun-cair-di-2024"/><item><title>Diaudit BPKP, PMN Wijaya Karya Rp8 Triliun Cair di 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/20/320/2834000/diaudit-bpkp-pmn-wijaya-karya-rp8-triliun-cair-di-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/20/320/2834000/diaudit-bpkp-pmn-wijaya-karya-rp8-triliun-cair-di-2024</guid><pubDate>Selasa 20 Juni 2023 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/20/320/2834000/diaudit-bpkp-pmn-wijaya-karya-rp8-triliun-cair-di-2024-2onlqndCNo.jfif" expression="full" type="image/jpeg">BPKP Audit Laporan Keuangan Wijaya Karya. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/20/320/2834000/diaudit-bpkp-pmn-wijaya-karya-rp8-triliun-cair-di-2024-2onlqndCNo.jfif</image><title>BPKP Audit Laporan Keuangan Wijaya Karya. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengungkapkan bahwa saat ini sedang dilakukan audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap keuangan perusahaan. Hal ini terkait juga Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp8 triliun.
Corporate Secretary Wijaya Karya Mahendra Vijaya mengatakan, proses verifikasi tengah berlangsung. Pihaknya bersikap terbuka atas langkah audit lembaga auditor internal negara tersebut.

BACA JUGA:
Wijaya Karya (WIKA) Siap Diaudit Ulang BPKP

&quot;Sikap WIKA akan menerima dan siap untuk bekerja sama dengan BPKP. Iya pak, saat ini sedang dalam proses,&quot; ujar Mahendra saat dikonfirmasi MNC Portal, Selasa (20/6/2023).
Adapun WIKA akan memperoleh tambahan penyertaan modal negara senilai Rp8 triliun. Dana segar itu bersumber dari APBN tahun 2023, namun baru dicairkan pada 2024.
Mahendra mengaku, proses verifikasi dilakukan BPKP terlebih dahulu, sebelum dana segar itu diterima dan digunakan WIKA.

BACA JUGA:
WIKA Raup Kontrak Baru IKN Nusantara Rp3,48 Triliun

Emiten konstruksi pelat merah itu menjadi salah satu BUMN Karya yang mengalami kesulitan keuangan. Perusahaan saat ini tengah menghadapi penghentian sementara pembayaran kewajiban atau utang ke kreditur.
Jumlah liabilitas, termasuk utang, Wijaya Karya mencapai Rp55,76 triliun. Angka tersebut membuat emiten menduduki posisi kedua setelah PT Waskita Karya Tbk, sebagai BUMN konstruksi dengan status terbuka (Tbk) yang membukukan utang bernilai fantastis.Dari laporan keuangan per 31 Maret tahun ini, WIKA mencatatkan utang jangka pendek sebesar Rp34,07 triliun. Sedangkan liabilitas jangka panjang senilai Rp21,69 triliun.
Pada Kuartal I-2023, WIKA rugi bersih hingga Rp521,26 miliar. Capaian ini ambruk sebesar 39,124 persen dibanding realisasi periode yang sama tahun sebelumnya yang mendulang laba sebesar Rp1,33 miliar.
Namun pendapatan tersebut tergerus beban pokok yang naik signifikan sebesar 43,44 persen dari Rp2,8 triliun di kuartal I-2022 menjadi Rp4,02 triliun.
Ditambah lagi beban usaha tiga bulan pertama ini yang membengkak luar biasa, yakni 200,44 persen menjadi Rp236,81 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu Rp78,82 miliar. Sehingga laba usaha kuartal I ini merosot drastis menjadi Rp86,30 miliar dari sebelumnya Rp279,30 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengungkapkan bahwa saat ini sedang dilakukan audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap keuangan perusahaan. Hal ini terkait juga Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp8 triliun.
Corporate Secretary Wijaya Karya Mahendra Vijaya mengatakan, proses verifikasi tengah berlangsung. Pihaknya bersikap terbuka atas langkah audit lembaga auditor internal negara tersebut.

BACA JUGA:
Wijaya Karya (WIKA) Siap Diaudit Ulang BPKP

&quot;Sikap WIKA akan menerima dan siap untuk bekerja sama dengan BPKP. Iya pak, saat ini sedang dalam proses,&quot; ujar Mahendra saat dikonfirmasi MNC Portal, Selasa (20/6/2023).
Adapun WIKA akan memperoleh tambahan penyertaan modal negara senilai Rp8 triliun. Dana segar itu bersumber dari APBN tahun 2023, namun baru dicairkan pada 2024.
Mahendra mengaku, proses verifikasi dilakukan BPKP terlebih dahulu, sebelum dana segar itu diterima dan digunakan WIKA.

BACA JUGA:
WIKA Raup Kontrak Baru IKN Nusantara Rp3,48 Triliun

Emiten konstruksi pelat merah itu menjadi salah satu BUMN Karya yang mengalami kesulitan keuangan. Perusahaan saat ini tengah menghadapi penghentian sementara pembayaran kewajiban atau utang ke kreditur.
Jumlah liabilitas, termasuk utang, Wijaya Karya mencapai Rp55,76 triliun. Angka tersebut membuat emiten menduduki posisi kedua setelah PT Waskita Karya Tbk, sebagai BUMN konstruksi dengan status terbuka (Tbk) yang membukukan utang bernilai fantastis.Dari laporan keuangan per 31 Maret tahun ini, WIKA mencatatkan utang jangka pendek sebesar Rp34,07 triliun. Sedangkan liabilitas jangka panjang senilai Rp21,69 triliun.
Pada Kuartal I-2023, WIKA rugi bersih hingga Rp521,26 miliar. Capaian ini ambruk sebesar 39,124 persen dibanding realisasi periode yang sama tahun sebelumnya yang mendulang laba sebesar Rp1,33 miliar.
Namun pendapatan tersebut tergerus beban pokok yang naik signifikan sebesar 43,44 persen dari Rp2,8 triliun di kuartal I-2022 menjadi Rp4,02 triliun.
Ditambah lagi beban usaha tiga bulan pertama ini yang membengkak luar biasa, yakni 200,44 persen menjadi Rp236,81 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu Rp78,82 miliar. Sehingga laba usaha kuartal I ini merosot drastis menjadi Rp86,30 miliar dari sebelumnya Rp279,30 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
