<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Turun Tajam, BEI Investigasi Saham BEBS</title><description>PT Bursa Efek Indonesia Tbk (BEI) memasukkan saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) dalam pengawasan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/21/278/2834562/turun-tajam-bei-investigasi-saham-bebs</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/21/278/2834562/turun-tajam-bei-investigasi-saham-bebs"/><item><title>Turun Tajam, BEI Investigasi Saham BEBS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/21/278/2834562/turun-tajam-bei-investigasi-saham-bebs</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/21/278/2834562/turun-tajam-bei-investigasi-saham-bebs</guid><pubDate>Rabu 21 Juni 2023 11:55 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/21/278/2834562/turun-tajam-bei-investigasi-saham-bebs-SNkGzoXnZE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham BEBS masuk radar UMA (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/21/278/2834562/turun-tajam-bei-investigasi-saham-bebs-SNkGzoXnZE.jpg</image><title>Saham BEBS masuk radar UMA (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia Tbk (BEI) memasukkan saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) dalam pengawasan lantaran terjadi pergerakan harga saham di luar kewajaran. Sejak 9 Juni 2023 hingga 15 Juni 2023 saham BEBS terus mengalami auto reject bawah.
&amp;rdquo;BEI telah melakukan investigasi pada saham BEBS,&amp;rdquo;kata Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Sihar Manullang dilansir dari Harian Neraca, Rabu (21/6/2023).

BACA JUGA:
Emiten BAYU dan DOID Tebar Dividen, Berikut Jadwal Pembagiannya


Disampaikannya, bursa telah melakukan tindakan pengawasan terhadap saham BEBS. Pengawasan tersebut dilakukan dalam bentuk Unusual Market Activity (UMA), suspensi cooling down, dan suspensi sampai pengumuman lebih lanjut.
&quot;Bursa juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap transaksi saham BEBS. Jadi kalau pertanyaannya apakah ada investigasi, sudah pasti ada,&quot;ujarnya.

BACA JUGA:
Emiten Wine Bali (WINE) Bagi-Bagi Dividen Rp5,31 Miliar


Sebagai informasi, sejak 9 Juni 2023 hingga 15 Juni 2023 saham BEBS terus mengalami auto reject bawah. Akibat hal ini, Bursa melakukan suspensi untuk cooling down akibat terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan.
&quot;Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham BEBS, pada perdagangan tanggal 16 Juni 2023,&quot; tulis BEI dalam pengumumannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun setelah suspensi dibuka pada Senin (19/6), saham BEBS kembali  mengalami ARB dengan ditutup melemah 14,46% ke level Rp71. Belum lama  ini, Sultan Subang Asep Sulaeman Sabanda diketahui melakukan pembelian  dan penjualan terhadap saham BEBS.
Asep pada 13 Juni 2023 diketahui menambah kepemilikannya sebanyak  23,83 juta saham BEBS pada harga Rp50 per saham. Aksi ini membuat  kepemilikannya pada saham BEBS meningkat menjadi 2,05 miliar saham atau  setara 4,56% dari sebelumnya 2,02 miliar saham atau 4,51%.
Lalu sehari setelahnya pada 14 Juni 2023, Sultan Subang kembali  melepas 23,83 juta saham tersebut dengan harga Rp50 per saham. Aksi ini  membuat kepemilikan Sultan Subang berkurang menjadi 4,51% kepemilikan.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia Tbk (BEI) memasukkan saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) dalam pengawasan lantaran terjadi pergerakan harga saham di luar kewajaran. Sejak 9 Juni 2023 hingga 15 Juni 2023 saham BEBS terus mengalami auto reject bawah.
&amp;rdquo;BEI telah melakukan investigasi pada saham BEBS,&amp;rdquo;kata Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Sihar Manullang dilansir dari Harian Neraca, Rabu (21/6/2023).

BACA JUGA:
Emiten BAYU dan DOID Tebar Dividen, Berikut Jadwal Pembagiannya


Disampaikannya, bursa telah melakukan tindakan pengawasan terhadap saham BEBS. Pengawasan tersebut dilakukan dalam bentuk Unusual Market Activity (UMA), suspensi cooling down, dan suspensi sampai pengumuman lebih lanjut.
&quot;Bursa juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap transaksi saham BEBS. Jadi kalau pertanyaannya apakah ada investigasi, sudah pasti ada,&quot;ujarnya.

BACA JUGA:
Emiten Wine Bali (WINE) Bagi-Bagi Dividen Rp5,31 Miliar


Sebagai informasi, sejak 9 Juni 2023 hingga 15 Juni 2023 saham BEBS terus mengalami auto reject bawah. Akibat hal ini, Bursa melakukan suspensi untuk cooling down akibat terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan.
&quot;Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham BEBS, pada perdagangan tanggal 16 Juni 2023,&quot; tulis BEI dalam pengumumannya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun setelah suspensi dibuka pada Senin (19/6), saham BEBS kembali  mengalami ARB dengan ditutup melemah 14,46% ke level Rp71. Belum lama  ini, Sultan Subang Asep Sulaeman Sabanda diketahui melakukan pembelian  dan penjualan terhadap saham BEBS.
Asep pada 13 Juni 2023 diketahui menambah kepemilikannya sebanyak  23,83 juta saham BEBS pada harga Rp50 per saham. Aksi ini membuat  kepemilikannya pada saham BEBS meningkat menjadi 2,05 miliar saham atau  setara 4,56% dari sebelumnya 2,02 miliar saham atau 4,51%.
Lalu sehari setelahnya pada 14 Juni 2023, Sultan Subang kembali  melepas 23,83 juta saham tersebut dengan harga Rp50 per saham. Aksi ini  membuat kepemilikan Sultan Subang berkurang menjadi 4,51% kepemilikan.</content:encoded></item></channel></rss>
