<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Produsen Kertas (INKP) Siapkan Rp597,85 Miliar untuk Lunasi Utang Obligasi</title><description>Emiten produsen kertas PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP)  menyiapkan dana Rp597,85 miliar untuk melunasi obligasi yang jatuh  tempo.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/21/278/2834584/produsen-kertas-inkp-siapkan-rp597-85-miliar-untuk-lunasi-utang-obligasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/21/278/2834584/produsen-kertas-inkp-siapkan-rp597-85-miliar-untuk-lunasi-utang-obligasi"/><item><title>Produsen Kertas (INKP) Siapkan Rp597,85 Miliar untuk Lunasi Utang Obligasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/21/278/2834584/produsen-kertas-inkp-siapkan-rp597-85-miliar-untuk-lunasi-utang-obligasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/21/278/2834584/produsen-kertas-inkp-siapkan-rp597-85-miliar-untuk-lunasi-utang-obligasi</guid><pubDate>Rabu 21 Juni 2023 12:24 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/21/278/2834584/produsen-kertas-inkp-siapkan-rp597-85-miliar-untuk-lunasi-utang-obligasi-IlRvCFeuYU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">INKP siap lunasi utang obligasi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/21/278/2834584/produsen-kertas-inkp-siapkan-rp597-85-miliar-untuk-lunasi-utang-obligasi-IlRvCFeuYU.jpg</image><title>INKP siap lunasi utang obligasi (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Emiten produsen kertas PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) menyiapkan dana Rp597,85 miliar untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo. Produsen kertas grup Sinar Mas ini menyebutkan, obligasi jatuh tempo pada 16 September 2023, yakni Obligasi Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp &amp;amp; Paper Tahap II tahun 2020 seri B senilai Rp597,85 miliar.
Melansir Harian Neraca, Rabu (21/6/2023), kupon obligasi tersebut sebesar 10,5%. Adapun, Obligasi Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp &amp;amp; Paper Tahap II tahun 2020 secara total mencapai Rp1,8 triliun.

BACA JUGA:
Emiten BAYU dan DOID Tebar Dividen, Berikut Jadwal Pembagiannya


Perinciannya, seri A Rp925,6 miliar, seri B Rp597,85 miliar, dan seri C Rp276,55 miliar. Obligasi seri A jatuh tempo pada 26 September 2021, dan seri C jatuh tempo pada 16 September 2025.
Wakil Presiden Direktur INKP, Suhendra Wiriadinata menyampaikan, perusahaan telah menyiapkan dana untuk pembayaran pokok Obligasi Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp &amp;amp; Paper Tahap II tahun 2020 seri B.

BACA JUGA:
Emiten Wine Bali (WINE) Bagi-Bagi Dividen Rp5,31 Miliar


&quot;Perusahaan sudah menyiapkan dana pada saat jatuh tempo sejumlah nilai obligasi yang ditempatkan dalam bentuk cash dan cash equvalent,&quot; ujarnya.
Selain itu, INKP belum memiliki rencana untuk melakukan pelunasan terhadap obligasi dengan hutang baru dari bank atau lembaga keuangan lainnya. Obligasi Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp &amp;amp; Paper Tahap II tahun 2020 seri B sebelumnya mendapat rating idA+ dari Pefindo. Sementara itu, INKP akan menerbitkan obligasi dan sukuk mudharabah senilai total Rp4 triliun dengan mayoritas alokasi dana pembayaran kewajiban.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Berdasarkan prospektus, INKP akan menerbitkan obligasi berkelanjutan  IV tahap I 2023 senilai Rp3,25 triliun yang merupakan bagian dari  penawaran umum berkelanjutan Obligasi IV dengan target dana Rp12  triliun. Dana dari penerbitan obligasi tersebut 60% akan digunakan untuk  pembayaran utang berupa pembayaran pokok pinjaman, angsuran pokok  pinjaman dan atau bunga.
Sisanya sekitar 40% akan dipergunakan untuk modal kerja yang terdiri  antara lain adalah pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, energi  dan bahan bakar, barang kemasan serta biaya overhead. Selain  menerbitkan obligasi, INKP juga akan menerbitkan sukuk mudharabah  berkelanjutan III tahap I 2023 sebesar Rp750 miliar.
Adapun target dari penerbitan sukuk ini adalah Rp3 triliun. Sebanyak  60% dari dana sukuk mudharabah akan dipergunakan untuk kegiatan usaha  menggantikan dana yang bersumber dari utang. Sementara itu, sekitar 40%  akan dipergunakan untuk modal kerja yang terdiri antara lain adalah  pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, energi dan bahan bakar,  barang kemasan serta biaya overhead.
Kedua surat berharga yang diterbitkan INKP sama-sama terbagi dalam 3  seri dengan rincian seri A memiliki jangka waktu 370 hari terhitung  tanggal emisi, seri B memiliki jangka waktu 3 tahun sementara seri C  memiliki jangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi. Meski demikian, INKP  belum merilis berapa banyak masing-masing seri, bunga atau kupon  obligasi serta nisbah sukuk.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Emiten produsen kertas PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) menyiapkan dana Rp597,85 miliar untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo. Produsen kertas grup Sinar Mas ini menyebutkan, obligasi jatuh tempo pada 16 September 2023, yakni Obligasi Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp &amp;amp; Paper Tahap II tahun 2020 seri B senilai Rp597,85 miliar.
Melansir Harian Neraca, Rabu (21/6/2023), kupon obligasi tersebut sebesar 10,5%. Adapun, Obligasi Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp &amp;amp; Paper Tahap II tahun 2020 secara total mencapai Rp1,8 triliun.

BACA JUGA:
Emiten BAYU dan DOID Tebar Dividen, Berikut Jadwal Pembagiannya


Perinciannya, seri A Rp925,6 miliar, seri B Rp597,85 miliar, dan seri C Rp276,55 miliar. Obligasi seri A jatuh tempo pada 26 September 2021, dan seri C jatuh tempo pada 16 September 2025.
Wakil Presiden Direktur INKP, Suhendra Wiriadinata menyampaikan, perusahaan telah menyiapkan dana untuk pembayaran pokok Obligasi Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp &amp;amp; Paper Tahap II tahun 2020 seri B.

BACA JUGA:
Emiten Wine Bali (WINE) Bagi-Bagi Dividen Rp5,31 Miliar


&quot;Perusahaan sudah menyiapkan dana pada saat jatuh tempo sejumlah nilai obligasi yang ditempatkan dalam bentuk cash dan cash equvalent,&quot; ujarnya.
Selain itu, INKP belum memiliki rencana untuk melakukan pelunasan terhadap obligasi dengan hutang baru dari bank atau lembaga keuangan lainnya. Obligasi Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp &amp;amp; Paper Tahap II tahun 2020 seri B sebelumnya mendapat rating idA+ dari Pefindo. Sementara itu, INKP akan menerbitkan obligasi dan sukuk mudharabah senilai total Rp4 triliun dengan mayoritas alokasi dana pembayaran kewajiban.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Berdasarkan prospektus, INKP akan menerbitkan obligasi berkelanjutan  IV tahap I 2023 senilai Rp3,25 triliun yang merupakan bagian dari  penawaran umum berkelanjutan Obligasi IV dengan target dana Rp12  triliun. Dana dari penerbitan obligasi tersebut 60% akan digunakan untuk  pembayaran utang berupa pembayaran pokok pinjaman, angsuran pokok  pinjaman dan atau bunga.
Sisanya sekitar 40% akan dipergunakan untuk modal kerja yang terdiri  antara lain adalah pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, energi  dan bahan bakar, barang kemasan serta biaya overhead. Selain  menerbitkan obligasi, INKP juga akan menerbitkan sukuk mudharabah  berkelanjutan III tahap I 2023 sebesar Rp750 miliar.
Adapun target dari penerbitan sukuk ini adalah Rp3 triliun. Sebanyak  60% dari dana sukuk mudharabah akan dipergunakan untuk kegiatan usaha  menggantikan dana yang bersumber dari utang. Sementara itu, sekitar 40%  akan dipergunakan untuk modal kerja yang terdiri antara lain adalah  pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, energi dan bahan bakar,  barang kemasan serta biaya overhead.
Kedua surat berharga yang diterbitkan INKP sama-sama terbagi dalam 3  seri dengan rincian seri A memiliki jangka waktu 370 hari terhitung  tanggal emisi, seri B memiliki jangka waktu 3 tahun sementara seri C  memiliki jangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi. Meski demikian, INKP  belum merilis berapa banyak masing-masing seri, bunga atau kupon  obligasi serta nisbah sukuk.</content:encoded></item></channel></rss>
