<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%</title><description>Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/22/320/2835265/bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/22/320/2835265/bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75"/><item><title>BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/22/320/2835265/bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/22/320/2835265/bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75</guid><pubDate>Kamis 22 Juni 2023 14:30 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/22/320/2835265/bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75-XdKbcnQvym.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia. (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/22/320/2835265/bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75-XdKbcnQvym.JPG</image><title>Bank Indonesia. (Foto: BI)</title></images><description>JAKARTA - Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%.

Demikian pula suku bunga Deposit Facility tetap sebesar level 5%, dan suku bunga Lending Facility tetap sebesar 6,5%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Diprediksi Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 6%

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga sebesar 5,75% ini konsisten dengan stand kebijakan moneter yang preemptive dan forward looking.

Keputusan ini diambil dalam rangka memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Besok, Operasional Bank Indonesia Kembali Normal

&quot;Suku bunga 5,75% ini untuk memastikan inflasi inti tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3&amp;plusmn;1% pada sisa tahun 2023 dan tahun 2024,&quot;  ujar Perry dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Kamis (22/6/2023).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BI juga akan berfokus pada penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi dampak rambatan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global terhadap nilai tukar Rupiah.



&quot;Kebijakan makroprudensial dan likuiditas longgar terus dilanjutkan untuk mendorong penyaluran kredit pembiayaan, serta tetap mempertahankan terjaganya stabilitas sistem keuangan,&quot; tandas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%.

Demikian pula suku bunga Deposit Facility tetap sebesar level 5%, dan suku bunga Lending Facility tetap sebesar 6,5%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Diprediksi Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 6%

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga sebesar 5,75% ini konsisten dengan stand kebijakan moneter yang preemptive dan forward looking.

Keputusan ini diambil dalam rangka memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Besok, Operasional Bank Indonesia Kembali Normal

&quot;Suku bunga 5,75% ini untuk memastikan inflasi inti tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3&amp;plusmn;1% pada sisa tahun 2023 dan tahun 2024,&quot;  ujar Perry dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Kamis (22/6/2023).
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BI juga akan berfokus pada penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi dampak rambatan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global terhadap nilai tukar Rupiah.



&quot;Kebijakan makroprudensial dan likuiditas longgar terus dilanjutkan untuk mendorong penyaluran kredit pembiayaan, serta tetap mempertahankan terjaganya stabilitas sistem keuangan,&quot; tandas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
