<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Ayam dan Telur Mahal, Ternyata Ini Penyebabnya</title><description>Harga telur ayam disejumlah daerah naik di kisaran Rp32.000-34.000 per kilogram (kg).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/22/320/2835274/harga-ayam-dan-telur-mahal-ternyata-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/22/320/2835274/harga-ayam-dan-telur-mahal-ternyata-ini-penyebabnya"/><item><title>Harga Ayam dan Telur Mahal, Ternyata Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/22/320/2835274/harga-ayam-dan-telur-mahal-ternyata-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/22/320/2835274/harga-ayam-dan-telur-mahal-ternyata-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Kamis 22 Juni 2023 14:39 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/22/320/2835274/harga-ayam-dan-telur-mahal-ternyata-ini-penyebabnya-smBGfwxcas.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Telur. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/22/320/2835274/harga-ayam-dan-telur-mahal-ternyata-ini-penyebabnya-smBGfwxcas.JPG</image><title>Telur. (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Harga telur ayam disejumlah daerah naik di kisaran Rp32.000-34.000 per kilogram (kg).

Bahkan di wilayah Indonesia Timur kenaikannya hingga Rp40.000 per kg.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ibu-Ibu! Harga Telur Ayam Mulai Turun Jelang Idul Adha

Pengamat Pangan IPB sekaligus anggota Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santosa mengatakan, kenaikan harga telur merupakan hal yang musiman alias tidak akan permanen.

Dari pengamatannya, pola kenaikan telur akan terjadi di bulan Januari kemudian akan turun pada bulan Februari, Maret, dan April. Lalu akan kembali naik pada bulai Mei, Juni bahkan hingga Agustus.

BACA JUGA:
Harga Telur Ayam Rp33.000/kg, Pedagang: 10 Hari Belum Turun-Turun

&quot;Harga telur kan sempat jatuh, tapi sebentar lagi akan relatif tinggi. Januari itu tinggi tapi Februari, Maret, April itu turun, kemudian nanti masuk Mei itu akan naik lagi jadi polanya seperti itu,&quot; ujar Dwi saat berdialog di IDX Channel, Kamis (22/6/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wMS80LzE2NjczNi81L3g4bGV6ZnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sambung Dwi, kenaikan harga telur ini dipicu oleh kondisi para peternak yang sempat mengalami kerugian beberapa bulan lalu.



Sehingga tak heran jika di bulan ini harga telur naik karena para peternak tengah menutupi kerugiannya itu.



&quot;Apalagi ditambah saat ini kan harga jagung relatif tinggi. Karena kan 50% pakan ayam asalnya dari jagung, jadi sangat amat wajar kalau menurut saya hal harga telur sekarang naik. Tapi yang paling penting juga kita perlu jaga peternak kecilnya,&quot; tukas Dwi.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga telur ayam disejumlah daerah naik di kisaran Rp32.000-34.000 per kilogram (kg).

Bahkan di wilayah Indonesia Timur kenaikannya hingga Rp40.000 per kg.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ibu-Ibu! Harga Telur Ayam Mulai Turun Jelang Idul Adha

Pengamat Pangan IPB sekaligus anggota Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santosa mengatakan, kenaikan harga telur merupakan hal yang musiman alias tidak akan permanen.

Dari pengamatannya, pola kenaikan telur akan terjadi di bulan Januari kemudian akan turun pada bulan Februari, Maret, dan April. Lalu akan kembali naik pada bulai Mei, Juni bahkan hingga Agustus.

BACA JUGA:
Harga Telur Ayam Rp33.000/kg, Pedagang: 10 Hari Belum Turun-Turun

&quot;Harga telur kan sempat jatuh, tapi sebentar lagi akan relatif tinggi. Januari itu tinggi tapi Februari, Maret, April itu turun, kemudian nanti masuk Mei itu akan naik lagi jadi polanya seperti itu,&quot; ujar Dwi saat berdialog di IDX Channel, Kamis (22/6/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wMS80LzE2NjczNi81L3g4bGV6ZnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sambung Dwi, kenaikan harga telur ini dipicu oleh kondisi para peternak yang sempat mengalami kerugian beberapa bulan lalu.



Sehingga tak heran jika di bulan ini harga telur naik karena para peternak tengah menutupi kerugiannya itu.



&quot;Apalagi ditambah saat ini kan harga jagung relatif tinggi. Karena kan 50% pakan ayam asalnya dari jagung, jadi sangat amat wajar kalau menurut saya hal harga telur sekarang naik. Tapi yang paling penting juga kita perlu jaga peternak kecilnya,&quot; tukas Dwi.</content:encoded></item></channel></rss>
