<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orang Indonesia Punya Rekening Bank Semakin Banyak, Ini Buktinya</title><description>Negara berkembang menunjukkan peningkatan yang besar dalam inklusi keuangan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/24/320/2836357/orang-indonesia-punya-rekening-bank-semakin-banyak-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/24/320/2836357/orang-indonesia-punya-rekening-bank-semakin-banyak-ini-buktinya"/><item><title>Orang Indonesia Punya Rekening Bank Semakin Banyak, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/24/320/2836357/orang-indonesia-punya-rekening-bank-semakin-banyak-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/24/320/2836357/orang-indonesia-punya-rekening-bank-semakin-banyak-ini-buktinya</guid><pubDate>Sabtu 24 Juni 2023 15:17 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/24/320/2836357/orang-indonesia-punya-rekening-bank-semakin-banyak-ini-buktinya-wAKkWtKi25.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Orang Indonesia Semakin Banyak Punya Rekening Bank. (Foto: Okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/24/320/2836357/orang-indonesia-punya-rekening-bank-semakin-banyak-ini-buktinya-wAKkWtKi25.jpg</image><title>Orang Indonesia Semakin Banyak Punya Rekening Bank. (Foto: Okezone.com/Freepik)</title></images><description>BALI - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mencatat negara-negara berkembang menunjukkan peningkatan yang besar dalam inklusi keuangan. Meski masih ada tantangan yang muncul dalam pengembangannya.
Data terbaru dari Global Financial Index di tahun 2022 menunjukkan bahwa kepemilikan rekening di negara berkembang dan berpendapatan tinggi menunjukkan progress yang signifikan.

BACA JUGA:
Catat Jadwal Operasional Layanan Bank Indonesia Selama Libur Idul Adha 2023

&quot;Bagaimana dengan Indonesia? Di Indonesia, inklusi keuangan juga terus meningkat dan kami masih memiliki ruang yang luas untuk terus berekspansi, meski masih membutuhkan pengembangan dan pembangunan lebih lanjut,&quot; ujar Filianingsih dalam Webinar Global Partnership for Financial Inclusion Symposium di Bali, Sabtu (24/6/2023).
Menurutnya, kepemilikan rekening telah meningkat dengan stabil sejak 19,6% di tahun 2011, mencapai 65,4% di tahun 2021. Hanya saja, ini masih belum mencapai target 80% kepemilikan rekening di 2024.

BACA JUGA:
Bank Indonesia Diprediksi Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 6%

Di sisi lain, literasi keuangan meningkat dari 21.84% di 2013 menjadi 49,68% di 2022. Hanya saja, disparitas antara kepemilikan rekening dan literasi keuangan masih signifikan di 15,7%.
&quot;Di sektor finansial, infrastruktur digital publik (DPI) membuka peluang untuk memajukan inklusi keuangan,&quot; ungkap Filianingsih.Model layanan keuangan digital (digital financial services/DFS) seperti ekosistem platform uang digital telah berkontribusi secara signifikan terhadap meningkatnya inklusi keuangan. Di negara berkembang, DPI atau Digital Public Financial Infrastructure (DPFI) disebutnya bisa menghilangkan barrier yang menghalangi inklusi finansial dan mendorong inovasi yang lebih jauh di ruang DFS yang kemudian memenuhi kebutuhan dari populasi masyarakat yang kurang terlayani.
&quot;Melalui hal itu, kami melihat bahwa DPI ini bisa memungkinkan individu dan bisnis lainnya untuk memanfaatkan efisiensi ekonomi yang mengarah ke meningkatnya produktivitas,&quot; pungkas Filianingsih.</description><content:encoded>BALI - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mencatat negara-negara berkembang menunjukkan peningkatan yang besar dalam inklusi keuangan. Meski masih ada tantangan yang muncul dalam pengembangannya.
Data terbaru dari Global Financial Index di tahun 2022 menunjukkan bahwa kepemilikan rekening di negara berkembang dan berpendapatan tinggi menunjukkan progress yang signifikan.

BACA JUGA:
Catat Jadwal Operasional Layanan Bank Indonesia Selama Libur Idul Adha 2023

&quot;Bagaimana dengan Indonesia? Di Indonesia, inklusi keuangan juga terus meningkat dan kami masih memiliki ruang yang luas untuk terus berekspansi, meski masih membutuhkan pengembangan dan pembangunan lebih lanjut,&quot; ujar Filianingsih dalam Webinar Global Partnership for Financial Inclusion Symposium di Bali, Sabtu (24/6/2023).
Menurutnya, kepemilikan rekening telah meningkat dengan stabil sejak 19,6% di tahun 2011, mencapai 65,4% di tahun 2021. Hanya saja, ini masih belum mencapai target 80% kepemilikan rekening di 2024.

BACA JUGA:
Bank Indonesia Diprediksi Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 6%

Di sisi lain, literasi keuangan meningkat dari 21.84% di 2013 menjadi 49,68% di 2022. Hanya saja, disparitas antara kepemilikan rekening dan literasi keuangan masih signifikan di 15,7%.
&quot;Di sektor finansial, infrastruktur digital publik (DPI) membuka peluang untuk memajukan inklusi keuangan,&quot; ungkap Filianingsih.Model layanan keuangan digital (digital financial services/DFS) seperti ekosistem platform uang digital telah berkontribusi secara signifikan terhadap meningkatnya inklusi keuangan. Di negara berkembang, DPI atau Digital Public Financial Infrastructure (DPFI) disebutnya bisa menghilangkan barrier yang menghalangi inklusi finansial dan mendorong inovasi yang lebih jauh di ruang DFS yang kemudian memenuhi kebutuhan dari populasi masyarakat yang kurang terlayani.
&quot;Melalui hal itu, kami melihat bahwa DPI ini bisa memungkinkan individu dan bisnis lainnya untuk memanfaatkan efisiensi ekonomi yang mengarah ke meningkatnya produktivitas,&quot; pungkas Filianingsih.</content:encoded></item></channel></rss>
