<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perusahaan AS Bawa Duit Rp7,5 Triliun untuk Investasi Panel Surya di Indonesia</title><description>Bahlil Lahadalia memastikan investasi USD500 juta atau setara Rp7,5 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/24/320/2836502/perusahaan-as-bawa-duit-rp7-5-triliun-untuk-investasi-panel-surya-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/24/320/2836502/perusahaan-as-bawa-duit-rp7-5-triliun-untuk-investasi-panel-surya-di-indonesia"/><item><title>Perusahaan AS Bawa Duit Rp7,5 Triliun untuk Investasi Panel Surya di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/24/320/2836502/perusahaan-as-bawa-duit-rp7-5-triliun-untuk-investasi-panel-surya-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/24/320/2836502/perusahaan-as-bawa-duit-rp7-5-triliun-untuk-investasi-panel-surya-di-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 24 Juni 2023 18:36 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/24/320/2836502/perusahaan-as-bawa-duit-rp7-5-triliun-untuk-investasi-panel-surya-di-indonesia-GY0m2pRVlc.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Perusahaan AS Investasi Panel Surya di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Milenial)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/24/320/2836502/perusahaan-as-bawa-duit-rp7-5-triliun-untuk-investasi-panel-surya-di-indonesia-GY0m2pRVlc.jpeg</image><title>Perusahaan AS Investasi Panel Surya di Indonesia. (Foto: Okezone.com/Milenial)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan investasi USD500 juta atau setara Rp7,5 triliun (kurs Rp15.039 per USD) untuk pembangunan fasilitas manufaktur panel surya dan modul surya di Indonesia.
Kepastian itu ditandai penandatanganan Perjanjian Pra-Kerja Sama antara SEG Solar Inc bersama ATW Group (mitra Indonesia) yang dilakukan oleh Direktur Utama KITB Ngurah Wirawan, CEO SEG Solar Inc Jim Wood, Founder ATW Group Antonius Weno, dan Direktur ATW Group Victor Samuel.
Penandatanganan kerjasama ini adalah sebuah bentuk upaya dari Pemerintah Indonesia untuk mendorong transisi energi dan juga proses awal dalam rangka mendorong keterbukaan antara kita dengan Pemerintah Amerika Serikat.

BACA JUGA:
Ke Paris, Sri Mulyani Dorong Investasi Swasta di Bidang Iklim

Terlebih lagi, kata Bahlil adanya Inflation Reduction Act (IRA) yang dapat mempengaruhi minat investasi perusahaan ke Indonesia dan juga terhadap ekosistem kendaraan listrik secara global.
&amp;ldquo;Terlaksananya kerja sama ini merupakan hasil dari kolaborasi yang baik serta dukungan penuh dari pihak-pihak terkait, terutama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington, DC, Amerika Serikat,&quot; ungkap Bahlil dalam keterangab tertulis, Sabtu (24/6/2023).

BACA JUGA:
China Tertarik Investasi Sumber Daya Alam Milik Indonesia

Menyambut baik inisiatif ini, Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan dukungan dari Menteri Investasi  beserta jajarannya dalam menyaksikan penandatanganan perjanjian ini.
Menurut Rosan, melalui upaya yang luar biasa, serta pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan, dapat dihasilkan suatu kesepakatan yang konkret khususnya dalam bidang investasi.Ditambah lagi dengan adanya insentif dari Pemerintah Amerika Serikat kepada perusahaan yang melakukan investasi di negara rekan (friendshoring). Perjanjian ini juga akan memperkuat kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Amerika Serikat.
&amp;ldquo;Kerja sama yang akan segera direalisasikan insya Allah tahun depan ini tidak hanya akan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi namun juga mendukung transisi energi dan juga penciptaan lapangan pekerjaan,&amp;rdquo; imbuh Rosan.
SEG Solar melalui perusahaan joint venture-nya dengan ATW Group dari Indonesia akan membangun fasilitas manufaktur panel surya dan modul surya berkapasitas hingga 5 Giga Watt (GW) dengan rencana total nilai investasi mencapai US$500 juta dan akan menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 2.000 tenaga kerja Indonesia.
Amerika Serikat menempati peringkat ke-6 negara dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia dengan total investasi USD9,4 miliar selama periode tahun 2018 hingga triwulan pertama tahun 2023.
Sektor investasi paling dominan dari Amerika Serikat adalah Pertambangan; Jasa Lainnya; Listrik, Gas dan Air; Industri Kimia dan Farmasi; serta Industri Makanan. Dari total realisasi investasi tersebut, terdapat 5.683 proyek yang berhasil menyerap tenaga kerja sebesar 82.299 orang.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan investasi USD500 juta atau setara Rp7,5 triliun (kurs Rp15.039 per USD) untuk pembangunan fasilitas manufaktur panel surya dan modul surya di Indonesia.
Kepastian itu ditandai penandatanganan Perjanjian Pra-Kerja Sama antara SEG Solar Inc bersama ATW Group (mitra Indonesia) yang dilakukan oleh Direktur Utama KITB Ngurah Wirawan, CEO SEG Solar Inc Jim Wood, Founder ATW Group Antonius Weno, dan Direktur ATW Group Victor Samuel.
Penandatanganan kerjasama ini adalah sebuah bentuk upaya dari Pemerintah Indonesia untuk mendorong transisi energi dan juga proses awal dalam rangka mendorong keterbukaan antara kita dengan Pemerintah Amerika Serikat.

BACA JUGA:
Ke Paris, Sri Mulyani Dorong Investasi Swasta di Bidang Iklim

Terlebih lagi, kata Bahlil adanya Inflation Reduction Act (IRA) yang dapat mempengaruhi minat investasi perusahaan ke Indonesia dan juga terhadap ekosistem kendaraan listrik secara global.
&amp;ldquo;Terlaksananya kerja sama ini merupakan hasil dari kolaborasi yang baik serta dukungan penuh dari pihak-pihak terkait, terutama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington, DC, Amerika Serikat,&quot; ungkap Bahlil dalam keterangab tertulis, Sabtu (24/6/2023).

BACA JUGA:
China Tertarik Investasi Sumber Daya Alam Milik Indonesia

Menyambut baik inisiatif ini, Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan dukungan dari Menteri Investasi  beserta jajarannya dalam menyaksikan penandatanganan perjanjian ini.
Menurut Rosan, melalui upaya yang luar biasa, serta pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan, dapat dihasilkan suatu kesepakatan yang konkret khususnya dalam bidang investasi.Ditambah lagi dengan adanya insentif dari Pemerintah Amerika Serikat kepada perusahaan yang melakukan investasi di negara rekan (friendshoring). Perjanjian ini juga akan memperkuat kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Amerika Serikat.
&amp;ldquo;Kerja sama yang akan segera direalisasikan insya Allah tahun depan ini tidak hanya akan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi namun juga mendukung transisi energi dan juga penciptaan lapangan pekerjaan,&amp;rdquo; imbuh Rosan.
SEG Solar melalui perusahaan joint venture-nya dengan ATW Group dari Indonesia akan membangun fasilitas manufaktur panel surya dan modul surya berkapasitas hingga 5 Giga Watt (GW) dengan rencana total nilai investasi mencapai US$500 juta dan akan menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 2.000 tenaga kerja Indonesia.
Amerika Serikat menempati peringkat ke-6 negara dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia dengan total investasi USD9,4 miliar selama periode tahun 2018 hingga triwulan pertama tahun 2023.
Sektor investasi paling dominan dari Amerika Serikat adalah Pertambangan; Jasa Lainnya; Listrik, Gas dan Air; Industri Kimia dan Farmasi; serta Industri Makanan. Dari total realisasi investasi tersebut, terdapat 5.683 proyek yang berhasil menyerap tenaga kerja sebesar 82.299 orang.</content:encoded></item></channel></rss>
