<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keren! Ada 5 Terowongan Khusus Gajah di Tol Pekanbaru-Dumai</title><description>Pembangunan infrastruktur tetap memperhatikan lingkungan sekitar</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/24/470/2835201/keren-ada-5-terowongan-khusus-gajah-di-tol-pekanbaru-dumai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/24/470/2835201/keren-ada-5-terowongan-khusus-gajah-di-tol-pekanbaru-dumai"/><item><title>Keren! Ada 5 Terowongan Khusus Gajah di Tol Pekanbaru-Dumai</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/24/470/2835201/keren-ada-5-terowongan-khusus-gajah-di-tol-pekanbaru-dumai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/24/470/2835201/keren-ada-5-terowongan-khusus-gajah-di-tol-pekanbaru-dumai</guid><pubDate>Sabtu 24 Juni 2023 18:10 WIB</pubDate><dc:creator>Safina Asha Jamna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/22/470/2835201/keren-ada-5-terowongan-khusus-gajah-di-tol-pekanbaru-dumai-Q5GcGUmQzc.png" expression="full" type="image/jpeg">Terowongan Gajah di Tol Pekanbaru-Dumai. (Foto: Okezone.com/PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/22/470/2835201/keren-ada-5-terowongan-khusus-gajah-di-tol-pekanbaru-dumai-Q5GcGUmQzc.png</image><title>Terowongan Gajah di Tol Pekanbaru-Dumai. (Foto: Okezone.com/PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan infrastruktur tetap memperhatikan lingkungan sekitar. Seperti pembangunan jalan Tol Pekanbaru-Dumai yang tetap menjaga habita asli Gajar Sumatera di sekitaran jalan.
Di ruas tol Trans Sumatera tersebut terdapat jalan bebas hambatan untuk gajah lewat dengan aman. Tol Pekanbaru-Dumai punya lima terowongan yang khusus dibangun sebagai perlintasan gajah.
&quot;Nah, agar mobilitas kawanan gajah ini tidak terganggu, ada terowongan yang khusus dibangun agar mereka bisa tetap melintas dengan aman dan nyaman,&quot; tulis PUPR_Binamarga di Instagramnya.

BACA JUGA:
Jalan Tol Sigli - Banda Aceh Beroperasi Tanpa Tarif Mulai Besok

Terowongan tersebut dibangun dengan bentang 25-45 meter dan tinggi 5,1 meter lengkap dengan tanaman hijau agar menyerupai habitan asli si Gajah Sumatera.
Keberadaan terowongan gajah adalah sebuah upaya agar pembangunan infrastruktur sedapat mungkin tetap selaras dengan kelestarian lingkungan hidup.
Sebagai informasi, Tol Pekanbaru &amp;ndash; Dumai memiliki panjang 131,48 km. Kehadiran tol ini akan meningkatkan konektivitas antara Ibu Kota Provinsi riau dengan Kota Dumai sebagai kota pelabuhan dengan industri perminyakan dan agribisnis yang maju.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan kehadiran jalan tol yang terhubung dengan kawasan-kawasan produktif akan dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri sehingga akan memacu pertumbuhan ekonomi kawasan dan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di Sumatera.

BACA JUGA:
BPK Temukan Lahan di 33 Ruas Jalan Tol Belum Bersertifikat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Tol ini akan memperpendek jarak tempuh antara Pekanbaru &amp;ndash; Dumai menjadi 131 kilometer di mana kalau melalui jalan nasional jaraknya 200 kilometer. Saya kira truk pengangkut bahan seperti sawit bisa pindah menggunakan jalan tol dengan pertimbangan hitungan waktu. Dengan tol ini, pengguna dapat menghitung waktu perjalanan bahan dari asal sampai ke pabrik,&amp;rdquo; ungkap Basuki.
Tol Pekanbaru &amp;ndash; Dumai terdiri dari enam seksi yakni Seksi I Pekanbaru &amp;ndash; Minas (9,5 km), Seksi II Minas &amp;ndash; Petapahan (24,1 km), Seksi III Petapahan &amp;ndash; Kandis Utara (16,9 km), Seksi IV Kandis Utara &amp;ndash; Duri Selatan (26,25 km), Duri Selatan &amp;ndash; Duri Utara (29,4 km), dan Seksi VI Duri Utara &amp;ndash; Dumai (25,44 km). Tol ini dilengkapi dengan 10 Tempat Peristirahatan dan Pelayanan (TIP), yang terdiri dari 5 TIP arah Kota Pekanbaru dan 5 TIP lainnya arah Kota Dumai.Di samping itu, ruas tol ini memiliki empat terowongan perlintasan gajah sebagai bentuk harmonisasi infrastruktur dengan alam. Terowongan gajah disiapkan dengan bentang 25 &amp;ndash; 45 meter dan tinggi 5.1 meter serta tanaman hijau agar menyerupai habitat asli.
Terowongan ini dibangun karena pada Seksi IV Kandis Utara &amp;ndash; Duri ruas tol melintasi Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja dan Siak Kecil di mana keduanya merupakan koridor perlintasan Gajah Sumatera dengan jumlah populasi sekitar 50 ekor.
Tol Pekanbaru &amp;ndash; Dumai dikerjakan mulai Juli 2017 dengan skema penugasan Pemerintah kepada PT Hutama Karya dengan anggaran Rp 16,21 triliun. Saat ini Seksi I Pekanbaru &amp;ndash; Minas sepanjang 9,5 KM telah dibuka secara fungsional mulai bulan Mei 2020.
Tol Pekanbaru &amp;ndash; Dumai merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera sepanjang 2.878 km terdiri dari koridor utama dan pendukung yang membentang dari Lampung hingga Aceh sebagai koridor utama beserta jalan pendukung (sirip).</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan infrastruktur tetap memperhatikan lingkungan sekitar. Seperti pembangunan jalan Tol Pekanbaru-Dumai yang tetap menjaga habita asli Gajar Sumatera di sekitaran jalan.
Di ruas tol Trans Sumatera tersebut terdapat jalan bebas hambatan untuk gajah lewat dengan aman. Tol Pekanbaru-Dumai punya lima terowongan yang khusus dibangun sebagai perlintasan gajah.
&quot;Nah, agar mobilitas kawanan gajah ini tidak terganggu, ada terowongan yang khusus dibangun agar mereka bisa tetap melintas dengan aman dan nyaman,&quot; tulis PUPR_Binamarga di Instagramnya.

BACA JUGA:
Jalan Tol Sigli - Banda Aceh Beroperasi Tanpa Tarif Mulai Besok

Terowongan tersebut dibangun dengan bentang 25-45 meter dan tinggi 5,1 meter lengkap dengan tanaman hijau agar menyerupai habitan asli si Gajah Sumatera.
Keberadaan terowongan gajah adalah sebuah upaya agar pembangunan infrastruktur sedapat mungkin tetap selaras dengan kelestarian lingkungan hidup.
Sebagai informasi, Tol Pekanbaru &amp;ndash; Dumai memiliki panjang 131,48 km. Kehadiran tol ini akan meningkatkan konektivitas antara Ibu Kota Provinsi riau dengan Kota Dumai sebagai kota pelabuhan dengan industri perminyakan dan agribisnis yang maju.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan kehadiran jalan tol yang terhubung dengan kawasan-kawasan produktif akan dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri sehingga akan memacu pertumbuhan ekonomi kawasan dan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di Sumatera.

BACA JUGA:
BPK Temukan Lahan di 33 Ruas Jalan Tol Belum Bersertifikat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Tol ini akan memperpendek jarak tempuh antara Pekanbaru &amp;ndash; Dumai menjadi 131 kilometer di mana kalau melalui jalan nasional jaraknya 200 kilometer. Saya kira truk pengangkut bahan seperti sawit bisa pindah menggunakan jalan tol dengan pertimbangan hitungan waktu. Dengan tol ini, pengguna dapat menghitung waktu perjalanan bahan dari asal sampai ke pabrik,&amp;rdquo; ungkap Basuki.
Tol Pekanbaru &amp;ndash; Dumai terdiri dari enam seksi yakni Seksi I Pekanbaru &amp;ndash; Minas (9,5 km), Seksi II Minas &amp;ndash; Petapahan (24,1 km), Seksi III Petapahan &amp;ndash; Kandis Utara (16,9 km), Seksi IV Kandis Utara &amp;ndash; Duri Selatan (26,25 km), Duri Selatan &amp;ndash; Duri Utara (29,4 km), dan Seksi VI Duri Utara &amp;ndash; Dumai (25,44 km). Tol ini dilengkapi dengan 10 Tempat Peristirahatan dan Pelayanan (TIP), yang terdiri dari 5 TIP arah Kota Pekanbaru dan 5 TIP lainnya arah Kota Dumai.Di samping itu, ruas tol ini memiliki empat terowongan perlintasan gajah sebagai bentuk harmonisasi infrastruktur dengan alam. Terowongan gajah disiapkan dengan bentang 25 &amp;ndash; 45 meter dan tinggi 5.1 meter serta tanaman hijau agar menyerupai habitat asli.
Terowongan ini dibangun karena pada Seksi IV Kandis Utara &amp;ndash; Duri ruas tol melintasi Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja dan Siak Kecil di mana keduanya merupakan koridor perlintasan Gajah Sumatera dengan jumlah populasi sekitar 50 ekor.
Tol Pekanbaru &amp;ndash; Dumai dikerjakan mulai Juli 2017 dengan skema penugasan Pemerintah kepada PT Hutama Karya dengan anggaran Rp 16,21 triliun. Saat ini Seksi I Pekanbaru &amp;ndash; Minas sepanjang 9,5 KM telah dibuka secara fungsional mulai bulan Mei 2020.
Tol Pekanbaru &amp;ndash; Dumai merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera sepanjang 2.878 km terdiri dari koridor utama dan pendukung yang membentang dari Lampung hingga Aceh sebagai koridor utama beserta jalan pendukung (sirip).</content:encoded></item></channel></rss>
