<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perdagangan Cuma 2 Hari, IHSG Pekan Ini Berpotensi Melemah</title><description>Perdagangan IHSG pekan ini hanya akan berlangsung dua hari karena ada cuti bersama Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/26/278/2837128/perdagangan-cuma-2-hari-ihsg-pekan-ini-berpotensi-melemah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/26/278/2837128/perdagangan-cuma-2-hari-ihsg-pekan-ini-berpotensi-melemah"/><item><title>Perdagangan Cuma 2 Hari, IHSG Pekan Ini Berpotensi Melemah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/26/278/2837128/perdagangan-cuma-2-hari-ihsg-pekan-ini-berpotensi-melemah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/26/278/2837128/perdagangan-cuma-2-hari-ihsg-pekan-ini-berpotensi-melemah</guid><pubDate>Senin 26 Juni 2023 11:33 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/26/278/2837128/perdagangan-cuma-2-hari-ihsg-pekan-ini-berpotensi-melemah-SwRUsDtWuR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi melemah hari ini (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/26/278/2837128/perdagangan-cuma-2-hari-ihsg-pekan-ini-berpotensi-melemah-SwRUsDtWuR.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi melemah hari ini (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Perdagangan IHSG pekan ini hanya akan berlangsung dua hari karena ada cuti bersama Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah. IHSG pekan ini berpotensi melemah dengan perdagangan singkat ini.
Semua sektor pada minggu lalu mengalami pelemahan dengan pelemahan terbesar di sektor teknologi sebesar 4,3%, kesehatan 1,6% dan barang baku sebesar 1,1%. Sementara itu, pelemahan terkecil pada minggu lalu tercatat di sektor keuangan sebesar 0,1%.

BACA JUGA:
IHSG Awal Perdagangan Turun Tipis ke 6.639 


Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Mino menjelaskan pada minggu lalu sentimen negatif lebih banyak datang dari eksternal, yakni testimoni Gubernur The Fed Jerome Powell, turunnya sebagian besar harga komoditas dan berlanjutnya aksi jual investor asing.
&quot;Poin-poin penting testimoni dari Jerome Powell yakni bahwa usaha The Fed untuk mengendalikan inflasi belum selesai, masih adanya peluang tambahan kenaikan suku bunga acuan sebanyak dua kali masing-masing 25 bps dan kebijakan terkait suku bunga acuan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan inflasi,&quot; ungkap Mino dalam analisisnya, Senin (26/6/2023).

BACA JUGA:
Menu Saham saat IHSG Melemah pada Perdagangan Hari Ini


Terkait turunnya sebagian besar harga komoditas, lanjut Mino, masih adanya peluang kenaikan suku bunga acuan menimbulkan kekhawatiran investor akan potensi tekanan terhadap perekonomian yang bisa berdampak pada permintaan komoditas.
Mino menambahkan penegasan masih adanya peluang kenaikan suku bunga acuan juga membuat nilai tukar dolar Amerika menguat terhadap mata uang utama lainnya dan menjadi tambahan katalis negatif di pasar komoditas.
Sentimen negatif selanjutnya yakni berlanjutnya aksi jual investor asing pada minggu lalu, di mana asing kembali mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,42 triliun (vs minggu sebelumnya Rp2,26 triliun).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Beberapa saham yang terpantau paling banyak di lepas (net sell),  yakni TLKM (Rp266 miliar), BBCA (Rp238 miliar), BBRI (Rp238 miliar).
&quot;Dengan aksi jual tersebut maka dari awal tahun pembelian bersih  investor asing berkurang menjadi Rp11,94 triliun dari sebelumnya Rp13.36  triliun,&quot; jelasnya.
Sementara itu dua sentimen positif yang menahan IHSG tidak melemah  tajam yakni dipertahankannya suku bunga acuan dan lebih tingginya  pertumbuhan kredit perbankan.
Berbicara tentang peluang market pada minggu ini Mino mengimbau  trader memperhatikan sentimen domestik (pendeknya hari bursa,  pertumbuhan jumlah uang beredar dan ex date dividen PTBA) dan sentimen  eksternal yakni perkembangan harga komoditas.
Berikut saham pilihan rekomendasi Indo Premier untuk 2 hari perdagangan minggu ini hingga 27 Juni 2023.
BBTN (Support: 1.270, Resistance: 1.380),
ARTO (Support:2.770, Resistance: 3.330),
ICBP (Support: 11.000, Resistance: 11.450),
INDF (Support: 7.200, Resistance: 7.425),
ACES (Support: 630, Resistance: 700)
dan AKRA (Support: 1.450, Resistance: 1.550).</description><content:encoded>JAKARTA - Perdagangan IHSG pekan ini hanya akan berlangsung dua hari karena ada cuti bersama Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah. IHSG pekan ini berpotensi melemah dengan perdagangan singkat ini.
Semua sektor pada minggu lalu mengalami pelemahan dengan pelemahan terbesar di sektor teknologi sebesar 4,3%, kesehatan 1,6% dan barang baku sebesar 1,1%. Sementara itu, pelemahan terkecil pada minggu lalu tercatat di sektor keuangan sebesar 0,1%.

BACA JUGA:
IHSG Awal Perdagangan Turun Tipis ke 6.639 


Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Mino menjelaskan pada minggu lalu sentimen negatif lebih banyak datang dari eksternal, yakni testimoni Gubernur The Fed Jerome Powell, turunnya sebagian besar harga komoditas dan berlanjutnya aksi jual investor asing.
&quot;Poin-poin penting testimoni dari Jerome Powell yakni bahwa usaha The Fed untuk mengendalikan inflasi belum selesai, masih adanya peluang tambahan kenaikan suku bunga acuan sebanyak dua kali masing-masing 25 bps dan kebijakan terkait suku bunga acuan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan inflasi,&quot; ungkap Mino dalam analisisnya, Senin (26/6/2023).

BACA JUGA:
Menu Saham saat IHSG Melemah pada Perdagangan Hari Ini


Terkait turunnya sebagian besar harga komoditas, lanjut Mino, masih adanya peluang kenaikan suku bunga acuan menimbulkan kekhawatiran investor akan potensi tekanan terhadap perekonomian yang bisa berdampak pada permintaan komoditas.
Mino menambahkan penegasan masih adanya peluang kenaikan suku bunga acuan juga membuat nilai tukar dolar Amerika menguat terhadap mata uang utama lainnya dan menjadi tambahan katalis negatif di pasar komoditas.
Sentimen negatif selanjutnya yakni berlanjutnya aksi jual investor asing pada minggu lalu, di mana asing kembali mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,42 triliun (vs minggu sebelumnya Rp2,26 triliun).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Beberapa saham yang terpantau paling banyak di lepas (net sell),  yakni TLKM (Rp266 miliar), BBCA (Rp238 miliar), BBRI (Rp238 miliar).
&quot;Dengan aksi jual tersebut maka dari awal tahun pembelian bersih  investor asing berkurang menjadi Rp11,94 triliun dari sebelumnya Rp13.36  triliun,&quot; jelasnya.
Sementara itu dua sentimen positif yang menahan IHSG tidak melemah  tajam yakni dipertahankannya suku bunga acuan dan lebih tingginya  pertumbuhan kredit perbankan.
Berbicara tentang peluang market pada minggu ini Mino mengimbau  trader memperhatikan sentimen domestik (pendeknya hari bursa,  pertumbuhan jumlah uang beredar dan ex date dividen PTBA) dan sentimen  eksternal yakni perkembangan harga komoditas.
Berikut saham pilihan rekomendasi Indo Premier untuk 2 hari perdagangan minggu ini hingga 27 Juni 2023.
BBTN (Support: 1.270, Resistance: 1.380),
ARTO (Support:2.770, Resistance: 3.330),
ICBP (Support: 11.000, Resistance: 11.450),
INDF (Support: 7.200, Resistance: 7.425),
ACES (Support: 630, Resistance: 700)
dan AKRA (Support: 1.450, Resistance: 1.550).</content:encoded></item></channel></rss>
