<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IPO Bidik Rp151 Miliar, Sinergi Inti Pakai Dana untuk Belanja Modal</title><description>PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/26/278/2837301/ipo-bidik-rp151-miliar-sinergi-inti-pakai-dana-untuk-belanja-modal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/26/278/2837301/ipo-bidik-rp151-miliar-sinergi-inti-pakai-dana-untuk-belanja-modal"/><item><title>IPO Bidik Rp151 Miliar, Sinergi Inti Pakai Dana untuk Belanja Modal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/26/278/2837301/ipo-bidik-rp151-miliar-sinergi-inti-pakai-dana-untuk-belanja-modal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/26/278/2837301/ipo-bidik-rp151-miliar-sinergi-inti-pakai-dana-untuk-belanja-modal</guid><pubDate>Senin 26 Juni 2023 15:04 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/26/278/2837301/ipo-bidik-rp151-miliar-sinergi-inti-pakai-dana-untuk-belanja-modal-NnPKPDLmAh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IPO Sinergi Inti Andalan Prima (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/26/278/2837301/ipo-bidik-rp151-miliar-sinergi-inti-pakai-dana-untuk-belanja-modal-NnPKPDLmAh.jpg</image><title>IPO Sinergi Inti Andalan Prima (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Dalam IPO, perseroan menawarkan sebanyak 1,50 miliar saham atau 20% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh.
Melansir prospektus yang dirilis, perseroan menetapkan harga penawaran awal sebesar Rp100 - Rp101 per saham. Dengan harga tersebut, calon emiten teknologi ini berpotensi meraup dana segar sebesar Rp151,50 miliar.

BACA JUGA:
Pertamina Hulu Energi (PHE) Bakal IPO di BEI, Ini Sederet Keuntungannya


Sebesar Rp90 miliar dana hasil IPO akan digunakan untuk melakukan setoran modal kepada entitas anak yaitu PFI. Nantinya, PFI akan menggunakan dana tersebut dengan rincian sebesar Rp60 miliar untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) berupa pengembangan jaringan kabel fiber optik di area Jabodetabek.
&amp;ldquo;Belanja modal yang dilakukan adalah berupa pembangunan jaringan fiber optik yang ditanam di bawah tanah. Untuk hal ini, PFI telah memiliki kontrak kerja sama dengan kontraktor pembangunan tersebut,&amp;rdquo; demikian dikutip dari prospektus, Senin (26/6/2023).

BACA JUGA:
Sinergy Networks (INET) Siap IPO, Bidik Dana Rp151 Miliar


Kemudian, sebesar Rp30 miliar akan digunakan PFI untuk modal kerja atau operational expenditure (opex), namun tidak terbatas pada pembelian bandwith internet, pembayaran gaji karyawan dan uang jaminan sewa fiber optik di area Pulau Jawa. Saat ini PFI telah sepakat akan kerjasama penyediaan bandwidth dengan PT Gemilang Lintang Nusantara.
Selain itu, sekitar Rp30 miliar dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk melakukan setoran modal kepada entitas anak yaitu DPS, dan kemudian akan digunakan oleh DPS sebagai modal kerja namun tidak terbatas pada pembelian bandwith internet, biaya pemasaran, pembayaran gaji karyawan dan pembelian persediaan kabel serta material lain guna mendukung kegiatan usaha DPS.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan namun tidak  terbatas pada pembelian bandwith internet, biaya pemasaran, pembayaran  gaji karyawan dan pembelian persediaan kabel, serta material lain guna  mendukung kegiatan usaha perseroan,&amp;rdquo; lanjut prospektus.
Bersamaan dengan IPO ini, perseroan juga menerbitkan perseroan juga  akan menerbitkan sebanyak 2,10 miliar Waran Seri I atau sebanyak 35,00%  dari total saham yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp91, yang  dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu mulai tanggal  22 Januari 2024 &amp;ndash; 20 Januari 2026.
Sinergi Inti Andalan Prima dijadwalkan melantai di Bursa Efek  Indonesia (BEI) pada 20 Juli 2023 mendatang dengan kode INET. Sementara,  tanggal efektif diperkirakan akan didapat pada 12 Juli 2023.
Kemudian, masa penawaran umum akan digelar pada 13 hingga 17 Juli  2023. Lalu, tanggal penjatahan dan distribusi secara elektronik akan  berlangsung pada 17 dan 18 Juli 2023. Dalam IPO ini, perseroan menunjuk  PT Shinhan Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi efek.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Dalam IPO, perseroan menawarkan sebanyak 1,50 miliar saham atau 20% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh.
Melansir prospektus yang dirilis, perseroan menetapkan harga penawaran awal sebesar Rp100 - Rp101 per saham. Dengan harga tersebut, calon emiten teknologi ini berpotensi meraup dana segar sebesar Rp151,50 miliar.

BACA JUGA:
Pertamina Hulu Energi (PHE) Bakal IPO di BEI, Ini Sederet Keuntungannya


Sebesar Rp90 miliar dana hasil IPO akan digunakan untuk melakukan setoran modal kepada entitas anak yaitu PFI. Nantinya, PFI akan menggunakan dana tersebut dengan rincian sebesar Rp60 miliar untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) berupa pengembangan jaringan kabel fiber optik di area Jabodetabek.
&amp;ldquo;Belanja modal yang dilakukan adalah berupa pembangunan jaringan fiber optik yang ditanam di bawah tanah. Untuk hal ini, PFI telah memiliki kontrak kerja sama dengan kontraktor pembangunan tersebut,&amp;rdquo; demikian dikutip dari prospektus, Senin (26/6/2023).

BACA JUGA:
Sinergy Networks (INET) Siap IPO, Bidik Dana Rp151 Miliar


Kemudian, sebesar Rp30 miliar akan digunakan PFI untuk modal kerja atau operational expenditure (opex), namun tidak terbatas pada pembelian bandwith internet, pembayaran gaji karyawan dan uang jaminan sewa fiber optik di area Pulau Jawa. Saat ini PFI telah sepakat akan kerjasama penyediaan bandwidth dengan PT Gemilang Lintang Nusantara.
Selain itu, sekitar Rp30 miliar dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk melakukan setoran modal kepada entitas anak yaitu DPS, dan kemudian akan digunakan oleh DPS sebagai modal kerja namun tidak terbatas pada pembelian bandwith internet, biaya pemasaran, pembayaran gaji karyawan dan pembelian persediaan kabel serta material lain guna mendukung kegiatan usaha DPS.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan namun tidak  terbatas pada pembelian bandwith internet, biaya pemasaran, pembayaran  gaji karyawan dan pembelian persediaan kabel, serta material lain guna  mendukung kegiatan usaha perseroan,&amp;rdquo; lanjut prospektus.
Bersamaan dengan IPO ini, perseroan juga menerbitkan perseroan juga  akan menerbitkan sebanyak 2,10 miliar Waran Seri I atau sebanyak 35,00%  dari total saham yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp91, yang  dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu mulai tanggal  22 Januari 2024 &amp;ndash; 20 Januari 2026.
Sinergi Inti Andalan Prima dijadwalkan melantai di Bursa Efek  Indonesia (BEI) pada 20 Juli 2023 mendatang dengan kode INET. Sementara,  tanggal efektif diperkirakan akan didapat pada 12 Juli 2023.
Kemudian, masa penawaran umum akan digelar pada 13 hingga 17 Juli  2023. Lalu, tanggal penjatahan dan distribusi secara elektronik akan  berlangsung pada 17 dan 18 Juli 2023. Dalam IPO ini, perseroan menunjuk  PT Shinhan Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi efek.</content:encoded></item></channel></rss>
