<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5% Selama 6 Kuartal Terakhir, Sri Mulyani: Kita Negara Terkuat</title><description>Sri Mulyani Indrawati menyebutnya sebagai salah satu pertumbuhan ekonomi terkuat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/26/320/2837056/pertumbuhan-ekonomi-ri-di-atas-5-selama-6-kuartal-terakhir-sri-mulyani-kita-negara-terkuat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/26/320/2837056/pertumbuhan-ekonomi-ri-di-atas-5-selama-6-kuartal-terakhir-sri-mulyani-kita-negara-terkuat"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5% Selama 6 Kuartal Terakhir, Sri Mulyani: Kita Negara Terkuat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/26/320/2837056/pertumbuhan-ekonomi-ri-di-atas-5-selama-6-kuartal-terakhir-sri-mulyani-kita-negara-terkuat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/26/320/2837056/pertumbuhan-ekonomi-ri-di-atas-5-selama-6-kuartal-terakhir-sri-mulyani-kita-negara-terkuat</guid><pubDate>Senin 26 Juni 2023 09:59 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/26/320/2837056/pertumbuhan-ekonomi-ri-di-atas-5-selama-6-kuartal-terakhir-sri-mulyani-kita-negara-terkuat-pUZhn4VSWb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/26/320/2837056/pertumbuhan-ekonomi-ri-di-atas-5-selama-6-kuartal-terakhir-sri-mulyani-kita-negara-terkuat-pUZhn4VSWb.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Kemenkeu)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus alami peningkatan. Bahkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutnya sebagai salah satu pertumbuhan ekonomi terkuat.
&quot;Kita termasuk negara dengan pertumbuhan terkuat dan persistensi yang tinggi. Kita terus menerus mempertahankan pertumbuhan di atas 5% selama 6 kuartal terakhir,&quot; ucap Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA secara virtual di Jakarta, Senin (26/6/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Pulang dari Paris Bawa Kabar Buruk: Ekonomi Dunia Tak Pasti!

Di negara lain, kata Sri Mulyani, mungkin pertumbuhannya sempat bagus, namun mengalami kemerosotan pada tahun ini.
&quot;Kita lihat banyak negara yang sudah tidak mampu bertahan di dalam tekanan perlemahan dan gejolak ekonomi dunia,&quot; ujar Sri.
Sri menyebut, jika dilihat dari sisi PMI manufaktor global, ini mengonfirmasi bahwa dunia masih di dalam era kontraksi dalam aktivitas manufaktur.

BACA JUGA:
Pelaut Dinilai Punya Peran Penting untuk Ekonomi RI

Negara yang masih dalam posisi ekspansif dan meningkat hanya 24%, di antaranya adalah India, Filipina, Rusia, Jepang, dan China.
&quot;Sedangkan negara-negara yang berada dalam zona ekspansi di atas 50 hanya 14%, ini termasuk Indonesia, Thailand, dan Meksiko,&quot; tambahnya.Sementara itu, dia menyebutkan bahwa mayoritas negara atau sebanyak 62% mengalami PMI manufaktur yang terkontraksi.
&quot;Ini memang menggambarkan kondisi ekonomi keseluruhan dan pertumbuhan ekonomi global, termasuk perdagangan global yang masih menunjukkan perlemahan,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus alami peningkatan. Bahkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutnya sebagai salah satu pertumbuhan ekonomi terkuat.
&quot;Kita termasuk negara dengan pertumbuhan terkuat dan persistensi yang tinggi. Kita terus menerus mempertahankan pertumbuhan di atas 5% selama 6 kuartal terakhir,&quot; ucap Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA secara virtual di Jakarta, Senin (26/6/2023).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Pulang dari Paris Bawa Kabar Buruk: Ekonomi Dunia Tak Pasti!

Di negara lain, kata Sri Mulyani, mungkin pertumbuhannya sempat bagus, namun mengalami kemerosotan pada tahun ini.
&quot;Kita lihat banyak negara yang sudah tidak mampu bertahan di dalam tekanan perlemahan dan gejolak ekonomi dunia,&quot; ujar Sri.
Sri menyebut, jika dilihat dari sisi PMI manufaktor global, ini mengonfirmasi bahwa dunia masih di dalam era kontraksi dalam aktivitas manufaktur.

BACA JUGA:
Pelaut Dinilai Punya Peran Penting untuk Ekonomi RI

Negara yang masih dalam posisi ekspansif dan meningkat hanya 24%, di antaranya adalah India, Filipina, Rusia, Jepang, dan China.
&quot;Sedangkan negara-negara yang berada dalam zona ekspansi di atas 50 hanya 14%, ini termasuk Indonesia, Thailand, dan Meksiko,&quot; tambahnya.Sementara itu, dia menyebutkan bahwa mayoritas negara atau sebanyak 62% mengalami PMI manufaktur yang terkontraksi.
&quot;Ini memang menggambarkan kondisi ekonomi keseluruhan dan pertumbuhan ekonomi global, termasuk perdagangan global yang masih menunjukkan perlemahan,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
