<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Teknologi AI Bakal Merevolusi Proses Rekrutmen Tenaga Kerja</title><description>AI dinilai akan merevolusi pengelolaan SDM dengan memperlancar berbagai proses human resources (HR).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/26/622/2837412/teknologi-ai-bakal-merevolusi-proses-rekrutmen-tenaga-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/26/622/2837412/teknologi-ai-bakal-merevolusi-proses-rekrutmen-tenaga-kerja"/><item><title>Teknologi AI Bakal Merevolusi Proses Rekrutmen Tenaga Kerja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/26/622/2837412/teknologi-ai-bakal-merevolusi-proses-rekrutmen-tenaga-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/26/622/2837412/teknologi-ai-bakal-merevolusi-proses-rekrutmen-tenaga-kerja</guid><pubDate>Senin 26 Juni 2023 17:14 WIB</pubDate><dc:creator>Safina Asha Jamna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/26/622/2837412/teknologi-ai-bakal-merevolusi-proses-rekrutmen-tenaga-kerja-jydrpMCKfp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Teknologi AI merevolusi rekrutmen karyawan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/26/622/2837412/teknologi-ai-bakal-merevolusi-proses-rekrutmen-tenaga-kerja-jydrpMCKfp.jpg</image><title>Teknologi AI merevolusi rekrutmen karyawan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dinilai akan merevolusi pengelolaan SDM dengan memperlancar berbagai proses human resources (HR). Mulai dari rekrutmen tenaga kerja hingga perencanaan pertumbuhan karier karyawan.
Chief Customer Officer Mekari Arvy Egadipoera mengatakan, teknologi AI akan mendisrupsi dunia HR secara positif, baik bagi perusahaan dan karyawan.
&amp;ldquo;Di beberapa tahun ini, dunia kerja telah mengalami perubahan signifikan, mulai dari penggunaan teknologi saat bekerja hingga bentuk kerja hybrid work. Perubahan-perubahan tersebut menuntut HR untuk memanfaatkan sistem dan perangkat yang lebih canggih untuk mengatur talenta di dalam perusahaan serta memenuhi kebutuhan karyawan. Di sini, AI bisa menjadi alat yang digunakan perusahaan untuk berinovasi di bagian perencanaan dan pengelolaan SDM secara strategis,&amp;rdquo; katanya, Senin (26/6/2023).

BACA JUGA:
Elon Musk Bocorkan China Bakal Buat Aturan Teknologi AI


Riset Gartner berjudul &amp;ldquo;Predicts 2023: HCM Technology Transformation&amp;rdquo; menunjukkan bahwa AI yang tertanam dalam solusi teknologi untuk HR akan mendukung otomatisasi, pengambilan keputusan, dan personalisasi.
Dia menambahkan bahwa teknologi AI akan memajukan cara perusahaan mengelola SDM, termasuk mencari, merekrut, dan mempertahankan karyawan, dalam lima cara.

BACA JUGA:
Kurang Tenaga Medis, Wamenkes: Teknologi AI Bisa Membantu 


1. Memahami karyawan
AI dapat mengolah data terkait performa dan pola kerja para karyawan untuk memberikan masukan, atau insights, mengenai kesejahteraan kerja para karyawan. AI bahkan bisa menganalisa data untuk mendeteksi tanda-tanda employee burnout, atau keletihan, serta potensi ketidakpuasan kerja lainnya. Berdasarkan analisis tersebut, perusahaan bisa segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah sebelum meluas.
2. Mengotomatisasi pengerjaan laporan strategis
Setiap bulan, tim HR di dalam perusahaan harus menyiapkan laporan strategis untuk mengetahui status terkini akan SDM dan merencanakan kebutuhan akan karyawan ke depannya. Kemampuan AI untuk bukan saja mengolah data yang banyak, namun juga meramu data tersebut menjadi laporan yang mudah dibaca, akan meningkatkan efisiensi tim HR dalam hal pelaporan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNC8xNS8xLzEzMTk3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
3. Memperlancar proses rekrutmen
Proses rekrutmen menguras tenaga baik perusahaan dan kandidat karena  perusahaan membutuhkan waktu lama untuk membaca dan mengulas hingga  ratusan CV. Algoritma cerdas AI, bila ditanam di dalam software HR,  dapat menganalisa dengan instan CV dan data kandidat, kemudian  mencocokannya dengan kebutuhan dan persyaratan sebuah posisi. Perusahaan  dan kandidat pun terbantukan karena AI mempercepat terpilihnya kandidat  yang serasi dengan tuntutan peran.
4. Menganalisa sentimen dan kepuasan karyawan
Kemampuan analisa AI mencakup sentimen dan rasa puas karyawan akan  pekerjaan. Algoritma AI yang memproses bahasa dapat dikerahkan untuk  mengolah survei karyawan dan komunikasi internal untuk mendapatkan umpan  balik dari karyawan akan kepuasan akan kondisi kerja mereka.
5. Merancang jalur karir karyawan
AI mampu mengolah data terkait performa kerja untuk mengidentifikasi  potensi dari masing-masing karyawan, kemudian merancang pelatihan  terpersonalisasi yang akan mengoptimalkan talenta setiap karyawan.  Karyawan pun akan bertumbuh secara profesional sehingga lebih mantap  dalam mengembangkan karir.
&amp;ldquo;Perusahaan perlu mendukung pertumbuhan karir para karyawan untuk  memastikan bahwa perusahaan tersebut memiliki calon-calon pemimpin  berbakat yang akan semakin memajukan bisnis,&amp;rdquo; sebut Arvy.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dinilai akan merevolusi pengelolaan SDM dengan memperlancar berbagai proses human resources (HR). Mulai dari rekrutmen tenaga kerja hingga perencanaan pertumbuhan karier karyawan.
Chief Customer Officer Mekari Arvy Egadipoera mengatakan, teknologi AI akan mendisrupsi dunia HR secara positif, baik bagi perusahaan dan karyawan.
&amp;ldquo;Di beberapa tahun ini, dunia kerja telah mengalami perubahan signifikan, mulai dari penggunaan teknologi saat bekerja hingga bentuk kerja hybrid work. Perubahan-perubahan tersebut menuntut HR untuk memanfaatkan sistem dan perangkat yang lebih canggih untuk mengatur talenta di dalam perusahaan serta memenuhi kebutuhan karyawan. Di sini, AI bisa menjadi alat yang digunakan perusahaan untuk berinovasi di bagian perencanaan dan pengelolaan SDM secara strategis,&amp;rdquo; katanya, Senin (26/6/2023).

BACA JUGA:
Elon Musk Bocorkan China Bakal Buat Aturan Teknologi AI


Riset Gartner berjudul &amp;ldquo;Predicts 2023: HCM Technology Transformation&amp;rdquo; menunjukkan bahwa AI yang tertanam dalam solusi teknologi untuk HR akan mendukung otomatisasi, pengambilan keputusan, dan personalisasi.
Dia menambahkan bahwa teknologi AI akan memajukan cara perusahaan mengelola SDM, termasuk mencari, merekrut, dan mempertahankan karyawan, dalam lima cara.

BACA JUGA:
Kurang Tenaga Medis, Wamenkes: Teknologi AI Bisa Membantu 


1. Memahami karyawan
AI dapat mengolah data terkait performa dan pola kerja para karyawan untuk memberikan masukan, atau insights, mengenai kesejahteraan kerja para karyawan. AI bahkan bisa menganalisa data untuk mendeteksi tanda-tanda employee burnout, atau keletihan, serta potensi ketidakpuasan kerja lainnya. Berdasarkan analisis tersebut, perusahaan bisa segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah sebelum meluas.
2. Mengotomatisasi pengerjaan laporan strategis
Setiap bulan, tim HR di dalam perusahaan harus menyiapkan laporan strategis untuk mengetahui status terkini akan SDM dan merencanakan kebutuhan akan karyawan ke depannya. Kemampuan AI untuk bukan saja mengolah data yang banyak, namun juga meramu data tersebut menjadi laporan yang mudah dibaca, akan meningkatkan efisiensi tim HR dalam hal pelaporan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNC8xNS8xLzEzMTk3OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
3. Memperlancar proses rekrutmen
Proses rekrutmen menguras tenaga baik perusahaan dan kandidat karena  perusahaan membutuhkan waktu lama untuk membaca dan mengulas hingga  ratusan CV. Algoritma cerdas AI, bila ditanam di dalam software HR,  dapat menganalisa dengan instan CV dan data kandidat, kemudian  mencocokannya dengan kebutuhan dan persyaratan sebuah posisi. Perusahaan  dan kandidat pun terbantukan karena AI mempercepat terpilihnya kandidat  yang serasi dengan tuntutan peran.
4. Menganalisa sentimen dan kepuasan karyawan
Kemampuan analisa AI mencakup sentimen dan rasa puas karyawan akan  pekerjaan. Algoritma AI yang memproses bahasa dapat dikerahkan untuk  mengolah survei karyawan dan komunikasi internal untuk mendapatkan umpan  balik dari karyawan akan kepuasan akan kondisi kerja mereka.
5. Merancang jalur karir karyawan
AI mampu mengolah data terkait performa kerja untuk mengidentifikasi  potensi dari masing-masing karyawan, kemudian merancang pelatihan  terpersonalisasi yang akan mengoptimalkan talenta setiap karyawan.  Karyawan pun akan bertumbuh secara profesional sehingga lebih mantap  dalam mengembangkan karir.
&amp;ldquo;Perusahaan perlu mendukung pertumbuhan karir para karyawan untuk  memastikan bahwa perusahaan tersebut memiliki calon-calon pemimpin  berbakat yang akan semakin memajukan bisnis,&amp;rdquo; sebut Arvy.</content:encoded></item></channel></rss>
