<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag: Mustahil Indonesia Jadi Negara Maju Kalau UMKM Tak Berkembang</title><description>Sektor UMKM di Indonesia harus berkembang jika ingin menjadi negara maju.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/27/320/2838048/mendag-mustahil-indonesia-jadi-negara-maju-kalau-umkm-tak-berkembang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/27/320/2838048/mendag-mustahil-indonesia-jadi-negara-maju-kalau-umkm-tak-berkembang"/><item><title>Mendag: Mustahil Indonesia Jadi Negara Maju Kalau UMKM Tak Berkembang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/27/320/2838048/mendag-mustahil-indonesia-jadi-negara-maju-kalau-umkm-tak-berkembang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/27/320/2838048/mendag-mustahil-indonesia-jadi-negara-maju-kalau-umkm-tak-berkembang</guid><pubDate>Selasa 27 Juni 2023 17:06 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/27/320/2838048/mendag-mustahil-indonesia-jadi-negara-maju-kalau-umkm-tak-berkembang-FYK8H1zdoD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Syarat RI jadi negara maju (Foto: Kemendag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/27/320/2838048/mendag-mustahil-indonesia-jadi-negara-maju-kalau-umkm-tak-berkembang-FYK8H1zdoD.jpg</image><title>Syarat RI jadi negara maju (Foto: Kemendag)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sektor UMKM di Indonesia harus berkembang jika ingin menjadi negara maju. Sebab pelaku UMKM merupakan tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Ketika pertumbuhan para pelaku UMKM melambat, otomatis akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
&quot;Kalau bapak ibu UMKM tidak maju, Indonesia tidak akan maju, jadi tidak mungkin Pemerintah tidak dukung, saya akan habis habisan dukung,&quot; ujar Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dalam acara WhatsApp MSME Summit 2023, Selasa (27/6/2023).

BACA JUGA:
Ini 7 Inovasi Ganjar Pranowo Majukan UMKM! Ada Lapak Ganjar dan Hetero Space


Oleh sebab itu, Zulhas mendorong agar para pelaku UMKM bisa mengupgrade kemampuan serta meningkatkan kualitas produknya. Mulai dari kemampuan pemasaran, hingga upgrade kualitas produk agar lebih mudah diserap oleh pasar.
&quot;Karena UMKM ini 90% menyumbang tenaga kerja, 60% PDB, jadi praktis Indonesia yang di cita-citakan menjadi negara maju tahun 2045 mustahil tercapai, kalau UMKM ini tidak maju tidak berkembang,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Menko Airlangga: Pembiayaan Faktor Penting untuk Akselerator Perkembangan UMKM


Lebih lanjut, Zulhas menjelaskan komposisi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sisi pengeluaran dikontribusikan dari 6 aspek, seperti konsumsi rumah tangga, konsumsi LNPRT, konsumsi pemerintah, PMTB, serta ekspor dan impor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xNC8xLzE2NzE4MS81L3g4bHJkcGI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh sebesar 5,31%, lebih tinggi  dibanding capaian tahun 2021 yang mengalami pertumbuhan sebesar 3,70%.  Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha  Transportasi dan Pergudangan sebesar 19,87%.
Sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh  Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 16,28% yang mana di dalamnya  adalah para pelaku UMKM. Sehingga apabila para pelaku UMKM itu  meningkatkan kapasitasnya, maka otomatis kontribusinya akan lebih besar  lagi untuk pertumbuhan ekonomi nasional.
&quot;Kita kalau mau maju, kita musti mengupgrade kemampuan kita, harus  ada semangatnya, harus ada semangat untuk mengubah dan belajar, saya  juga sempat belajar ketika mengelola bisnis,&quot; pungkas Zulhas.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sektor UMKM di Indonesia harus berkembang jika ingin menjadi negara maju. Sebab pelaku UMKM merupakan tulang punggung bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Ketika pertumbuhan para pelaku UMKM melambat, otomatis akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
&quot;Kalau bapak ibu UMKM tidak maju, Indonesia tidak akan maju, jadi tidak mungkin Pemerintah tidak dukung, saya akan habis habisan dukung,&quot; ujar Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dalam acara WhatsApp MSME Summit 2023, Selasa (27/6/2023).

BACA JUGA:
Ini 7 Inovasi Ganjar Pranowo Majukan UMKM! Ada Lapak Ganjar dan Hetero Space


Oleh sebab itu, Zulhas mendorong agar para pelaku UMKM bisa mengupgrade kemampuan serta meningkatkan kualitas produknya. Mulai dari kemampuan pemasaran, hingga upgrade kualitas produk agar lebih mudah diserap oleh pasar.
&quot;Karena UMKM ini 90% menyumbang tenaga kerja, 60% PDB, jadi praktis Indonesia yang di cita-citakan menjadi negara maju tahun 2045 mustahil tercapai, kalau UMKM ini tidak maju tidak berkembang,&quot; sambungnya.

BACA JUGA:
Menko Airlangga: Pembiayaan Faktor Penting untuk Akselerator Perkembangan UMKM


Lebih lanjut, Zulhas menjelaskan komposisi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sisi pengeluaran dikontribusikan dari 6 aspek, seperti konsumsi rumah tangga, konsumsi LNPRT, konsumsi pemerintah, PMTB, serta ekspor dan impor.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xNC8xLzE2NzE4MS81L3g4bHJkcGI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh sebesar 5,31%, lebih tinggi  dibanding capaian tahun 2021 yang mengalami pertumbuhan sebesar 3,70%.  Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha  Transportasi dan Pergudangan sebesar 19,87%.
Sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh  Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 16,28% yang mana di dalamnya  adalah para pelaku UMKM. Sehingga apabila para pelaku UMKM itu  meningkatkan kapasitasnya, maka otomatis kontribusinya akan lebih besar  lagi untuk pertumbuhan ekonomi nasional.
&quot;Kita kalau mau maju, kita musti mengupgrade kemampuan kita, harus  ada semangatnya, harus ada semangat untuk mengubah dan belajar, saya  juga sempat belajar ketika mengelola bisnis,&quot; pungkas Zulhas.</content:encoded></item></channel></rss>
