<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketagihan Untung Jualan Bunga Sintetis, Langsung Sabet Ratusan Ribu Rupiah dengan QRIS</title><description>Yunia bisa dibilang mengawali usaha berjualan bunga sintetis secara tidak sengaja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/27/455/2837752/ketagihan-untung-jualan-bunga-sintetis-langsung-sabet-ratusan-ribu-rupiah-dengan-qris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/27/455/2837752/ketagihan-untung-jualan-bunga-sintetis-langsung-sabet-ratusan-ribu-rupiah-dengan-qris"/><item><title>Ketagihan Untung Jualan Bunga Sintetis, Langsung Sabet Ratusan Ribu Rupiah dengan QRIS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/27/455/2837752/ketagihan-untung-jualan-bunga-sintetis-langsung-sabet-ratusan-ribu-rupiah-dengan-qris</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/27/455/2837752/ketagihan-untung-jualan-bunga-sintetis-langsung-sabet-ratusan-ribu-rupiah-dengan-qris</guid><pubDate>Selasa 27 Juni 2023 11:32 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/27/455/2837752/ketagihan-untung-jualan-bunga-sintetis-langsung-sabet-ratusan-ribu-rupiah-dengan-qris-aDSVVJgaIE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yunia, perajin bunga sintetis di Bekasi. (Foto: Widi A/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/27/455/2837752/ketagihan-untung-jualan-bunga-sintetis-langsung-sabet-ratusan-ribu-rupiah-dengan-qris-aDSVVJgaIE.jpg</image><title>Yunia, perajin bunga sintetis di Bekasi. (Foto: Widi A/Okezone)</title></images><description>
BEKASI - Yunia bisa dibilang mengawali usaha berjualan bunga sintetis secara tidak sengaja. Iseng-iseng melihat adik ipar merangkai bunga, menginspirasinya untuk memulai usaha bunga artificial atau bunga palsu ini.

Dia bercerita, awalnya pada pandemi Covid-19 di tahun 2019, dia memiliki banyak waktu di rumah. Sementara pekerjaannya sendiri dia lakoni hanya di sore hari.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Omset Ratusan Juta Jualan Seblak, Ari Gunakan QRIS untuk Atur Keuangan

&quot;Awalnya iseng, karena saya sore kerja dan kalau pagi tidak ada kerjaan di rumah. Saya lihat adik ipar merangkai bunga itu, saya lihatin kok kaya ini sama denga hal yang saya senangi,&quot; ungkap Yunia saat ditemui di Bazar UMKM di BRI Kantor Cabang Bekasi.

Kemudian, dengan mengeluarkan kocek sebesar Rp2 juta, dia mulai membuat banyak bunga sintetis tersebut. Ketika itu, sang suami mendorong dan mengajaknya untuk menjual bunga sintetis produksinya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jaga Lingkungan, BRI Peduli Grow &amp;amp; Green Salurkan 2.500 Bibit Pohon Durian

Lalu, dengan mengendari mobil berisi bunga-bunga tiruan tersebut, dia mulai mencari tempat jualan. &quot;Kita berhenti di sebuah perumahan. Di tamannya kita gelar. Pas buka, langsung habis (bunga sintetis) satu mobil,&quot; ucap dia.

Saat itu, dia menjual bunga sintetis dengan ukuran besar enam. Sementara bunga yang kecilnya dia cukup banya.

&quot;Pertama jual itu langsung dapat Rp1,8 juta. Dari situ kok kayanya enak ya. Keterusan jadinya,&quot; kata dia.

&quot;Akhirnya kita fokus jualan Sabtu Minggu, di daerah tempat kita jualan pertama itu. Sehari itu bisa dapat Rp2 juta-Rp3 juta,&quot; lanjut dia.

Tetapi, musibah menghampiri Yunia. Dia bercerita jika suaminya meninggal dunia pada 2022. &quot;Saat itu saya vakum selama sekitar delapan bulanan,&quot; jelas dia.

Kini, dengan dukungan modal dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), Yunia mulai kembali menapaki usaha bunga sintetisnya tersebut. Dia mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebanyak Rp10 juta.

&quot;Saat ini hanya terima order saja, tapi tidak melapak seperti dulu,&quot; jelas dia.

Order yang masuk pun beragam. Dia juga melayani custom, atau pesanan sesuai dengan keinginan pelanggannya. &quot;Banyak juga yang pesan custom. Ada yang harga Rp2 jutaan,&quot; jelas dia.

Soal harga jual bunga sintetis, dia mengaku menjual dengan harga murah jika dibandingkan dengan toko bunga sintetis lainnya. Karena itu, dia mengaku bunga sintetisnya sudah cukup populer di kawasan Gran Wisata Bekasi.

&quot;Kalau di saya, yang setinggi 187 cm itu saya jual Rp700.000. Kalau di yang lain, itu bisa sampai Rp1,5 juta harganya,&quot; ucap doa.

Bahkan, pada saat Lebaran 2023 beberapa waktu lalu, dia mengaku mengantongi omset yang sangat lumayan. &quot;Bulan puasa itu saya dapat Rp27 juta. Karena orang untuk hiasan Lebaran,&quot; kata dia.

Saat mengikuti Bazzar UMKM di acara Gebyar Hadiah Simpedes yang dihelat oleh BRI Kantor Cabang Bekasi di Jalan Juanda Bekasi, dirinya mengaku ketiban untung banyak.



Saat itu, Yunia yang baru mendapatkan QRIS untuk digunakan di bazar tersebut, langsung mendapatkan sejumlah pembeli dengan metode pembayaran digital tersebut.



&quot;Tadi sudah ada yang transaksi gunakan QRIS. Alhamdillah sudah ada Rp600.000,&quot; kata Yunia.</description><content:encoded>
BEKASI - Yunia bisa dibilang mengawali usaha berjualan bunga sintetis secara tidak sengaja. Iseng-iseng melihat adik ipar merangkai bunga, menginspirasinya untuk memulai usaha bunga artificial atau bunga palsu ini.

Dia bercerita, awalnya pada pandemi Covid-19 di tahun 2019, dia memiliki banyak waktu di rumah. Sementara pekerjaannya sendiri dia lakoni hanya di sore hari.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Omset Ratusan Juta Jualan Seblak, Ari Gunakan QRIS untuk Atur Keuangan

&quot;Awalnya iseng, karena saya sore kerja dan kalau pagi tidak ada kerjaan di rumah. Saya lihat adik ipar merangkai bunga itu, saya lihatin kok kaya ini sama denga hal yang saya senangi,&quot; ungkap Yunia saat ditemui di Bazar UMKM di BRI Kantor Cabang Bekasi.

Kemudian, dengan mengeluarkan kocek sebesar Rp2 juta, dia mulai membuat banyak bunga sintetis tersebut. Ketika itu, sang suami mendorong dan mengajaknya untuk menjual bunga sintetis produksinya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jaga Lingkungan, BRI Peduli Grow &amp;amp; Green Salurkan 2.500 Bibit Pohon Durian

Lalu, dengan mengendari mobil berisi bunga-bunga tiruan tersebut, dia mulai mencari tempat jualan. &quot;Kita berhenti di sebuah perumahan. Di tamannya kita gelar. Pas buka, langsung habis (bunga sintetis) satu mobil,&quot; ucap dia.

Saat itu, dia menjual bunga sintetis dengan ukuran besar enam. Sementara bunga yang kecilnya dia cukup banya.

&quot;Pertama jual itu langsung dapat Rp1,8 juta. Dari situ kok kayanya enak ya. Keterusan jadinya,&quot; kata dia.

&quot;Akhirnya kita fokus jualan Sabtu Minggu, di daerah tempat kita jualan pertama itu. Sehari itu bisa dapat Rp2 juta-Rp3 juta,&quot; lanjut dia.

Tetapi, musibah menghampiri Yunia. Dia bercerita jika suaminya meninggal dunia pada 2022. &quot;Saat itu saya vakum selama sekitar delapan bulanan,&quot; jelas dia.

Kini, dengan dukungan modal dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), Yunia mulai kembali menapaki usaha bunga sintetisnya tersebut. Dia mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebanyak Rp10 juta.

&quot;Saat ini hanya terima order saja, tapi tidak melapak seperti dulu,&quot; jelas dia.

Order yang masuk pun beragam. Dia juga melayani custom, atau pesanan sesuai dengan keinginan pelanggannya. &quot;Banyak juga yang pesan custom. Ada yang harga Rp2 jutaan,&quot; jelas dia.

Soal harga jual bunga sintetis, dia mengaku menjual dengan harga murah jika dibandingkan dengan toko bunga sintetis lainnya. Karena itu, dia mengaku bunga sintetisnya sudah cukup populer di kawasan Gran Wisata Bekasi.

&quot;Kalau di saya, yang setinggi 187 cm itu saya jual Rp700.000. Kalau di yang lain, itu bisa sampai Rp1,5 juta harganya,&quot; ucap doa.

Bahkan, pada saat Lebaran 2023 beberapa waktu lalu, dia mengaku mengantongi omset yang sangat lumayan. &quot;Bulan puasa itu saya dapat Rp27 juta. Karena orang untuk hiasan Lebaran,&quot; kata dia.

Saat mengikuti Bazzar UMKM di acara Gebyar Hadiah Simpedes yang dihelat oleh BRI Kantor Cabang Bekasi di Jalan Juanda Bekasi, dirinya mengaku ketiban untung banyak.



Saat itu, Yunia yang baru mendapatkan QRIS untuk digunakan di bazar tersebut, langsung mendapatkan sejumlah pembeli dengan metode pembayaran digital tersebut.



&quot;Tadi sudah ada yang transaksi gunakan QRIS. Alhamdillah sudah ada Rp600.000,&quot; kata Yunia.</content:encoded></item></channel></rss>
