<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjual Otak-Otak Juga Layani Pembayaran dengan QRIS</title><description>Penjual otak-otak bakar di Bekasi ini sudah go digital.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/27/455/2837764/penjual-otak-otak-juga-layani-pembayaran-dengan-qris</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/27/455/2837764/penjual-otak-otak-juga-layani-pembayaran-dengan-qris"/><item><title>Penjual Otak-Otak Juga Layani Pembayaran dengan QRIS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/27/455/2837764/penjual-otak-otak-juga-layani-pembayaran-dengan-qris</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/27/455/2837764/penjual-otak-otak-juga-layani-pembayaran-dengan-qris</guid><pubDate>Selasa 27 Juni 2023 11:43 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/27/455/2837764/penjual-otak-otak-juga-layani-pembayaran-dengan-qris-DokbI8FCZ5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salim, penjual otak-otak di Bekasi. (Foto: Widi A/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/27/455/2837764/penjual-otak-otak-juga-layani-pembayaran-dengan-qris-DokbI8FCZ5.jpg</image><title>Salim, penjual otak-otak di Bekasi. (Foto: Widi A/Okezone)</title></images><description>BEKASI - Penjual otak-otak bakar di Bekasi ini sudah go digital. Mesti berjualan ala kadarnya dengan sepeda motor, dia sudah mengadaptasi pembayaran dengan QRIS.

Salim merupakan penjual otak-otak yang biasa mangkal di depan salah satu pasar di Bekasi. Dia biasa berjualan dengan naik sepeda motor plus seperangkat alat jualannya, termasuk tempat bakar otak-otak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Uniknya Kafe Tuang di Kaki Gunung Salak

Harga otak-otak yang dia jual adalah Rp25.000 untuk 10 bungkus otak-otak. Dia mengaku, omsetnya per hari sekira Rp500.000.

Dari situ, dia mempu mencukupi kebutuhan keluarganya, di mana dia kini menanti kelahiran anak ketiganya.

&quot;Alhamdulillah bisa untuk menghidupi keluarga,&quot; ungkap Salim yang berasal dari Cikarang ini saat ditemui di Bazar UMKM di BRI Kantor Cabang Bekasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BRI Peduli Gelar Khitanan Massal ke 200 Anak di Jakarta

Kini, dia mulai menggunakan QRIS dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). &quot;Banyak juga yang transaksi pakai QRIS. Tapi kalau ada yang beli langsung juga gak apa-apa,&quot; ucap dia.

Dia mengaku mendapatkan kemampuan membuat otak-otak secara turun temurun dari kakeknya. Selain otak-otak, dia juga bisa membuat somay. &quot;Tapi somay kalau lagi ada pesanan saja,&quot; ungkap dia.

Sementara untuk pasokan ikan sebagai bahan baku pembuatan otak-otak, dia mengaku memiliki suplaier. Di mana setiap hari dia akan dikirimi ikan sebanyak 20 kg.



&quot;Saya juga belum akan nambah produksi. Ini juga sudah kewalahan,&quot; kata dia.

</description><content:encoded>BEKASI - Penjual otak-otak bakar di Bekasi ini sudah go digital. Mesti berjualan ala kadarnya dengan sepeda motor, dia sudah mengadaptasi pembayaran dengan QRIS.

Salim merupakan penjual otak-otak yang biasa mangkal di depan salah satu pasar di Bekasi. Dia biasa berjualan dengan naik sepeda motor plus seperangkat alat jualannya, termasuk tempat bakar otak-otak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Uniknya Kafe Tuang di Kaki Gunung Salak

Harga otak-otak yang dia jual adalah Rp25.000 untuk 10 bungkus otak-otak. Dia mengaku, omsetnya per hari sekira Rp500.000.

Dari situ, dia mempu mencukupi kebutuhan keluarganya, di mana dia kini menanti kelahiran anak ketiganya.

&quot;Alhamdulillah bisa untuk menghidupi keluarga,&quot; ungkap Salim yang berasal dari Cikarang ini saat ditemui di Bazar UMKM di BRI Kantor Cabang Bekasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BRI Peduli Gelar Khitanan Massal ke 200 Anak di Jakarta

Kini, dia mulai menggunakan QRIS dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). &quot;Banyak juga yang transaksi pakai QRIS. Tapi kalau ada yang beli langsung juga gak apa-apa,&quot; ucap dia.

Dia mengaku mendapatkan kemampuan membuat otak-otak secara turun temurun dari kakeknya. Selain otak-otak, dia juga bisa membuat somay. &quot;Tapi somay kalau lagi ada pesanan saja,&quot; ungkap dia.

Sementara untuk pasokan ikan sebagai bahan baku pembuatan otak-otak, dia mengaku memiliki suplaier. Di mana setiap hari dia akan dikirimi ikan sebanyak 20 kg.



&quot;Saya juga belum akan nambah produksi. Ini juga sudah kewalahan,&quot; kata dia.

</content:encoded></item></channel></rss>
