<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tips dan Trik untuk Mencari KOL Specialist yang Sesuai dengan Bisnis</title><description>Tips dan trik untuk mencari KOL Specialist yang sesuai dengan bisnis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/27/622/2838121/tips-dan-trik-untuk-mencari-kol-specialist-yang-sesuai-dengan-bisnis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/27/622/2838121/tips-dan-trik-untuk-mencari-kol-specialist-yang-sesuai-dengan-bisnis"/><item><title>Tips dan Trik untuk Mencari KOL Specialist yang Sesuai dengan Bisnis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/27/622/2838121/tips-dan-trik-untuk-mencari-kol-specialist-yang-sesuai-dengan-bisnis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/27/622/2838121/tips-dan-trik-untuk-mencari-kol-specialist-yang-sesuai-dengan-bisnis</guid><pubDate>Selasa 27 Juni 2023 18:53 WIB</pubDate><dc:creator>Dovana Hasiana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/27/622/2838121/tips-dan-trik-untuk-mencari-kol-specialist-yang-sesuai-dengan-bisnis-l6qQzAJiHc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Podcast Aksi Nyata Partai Perindo (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/27/622/2838121/tips-dan-trik-untuk-mencari-kol-specialist-yang-sesuai-dengan-bisnis-l6qQzAJiHc.jpg</image><title>Podcast Aksi Nyata Partai Perindo (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Tips dan trik untuk mencari KOL Specialist yang sesuai dengan bisnis. Key Opinion Leader (KOL) Specialist merupakan salah satu instrumen yang tidak terpisahkan dari promosi atau marketing bisnis dan perusahaan.
Saat ini, kehadiran KOL sangat dibutuhkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan brand awareness. KOL Management Specialist, Rizal Ramadhan membeberkan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan dalam memilih dan menentukan KOL untuk memasarkan produk yang ditawarkan. Pertama, menyesuaikan KOL dengan budget yang disiapkan.

BACA JUGA:
Apa Itu KOL Specialist? Simak Tugas dan Kualifikasi yang Dibutuhkan


&amp;ldquo;Perusahaan tentu kalau menggunakan KOL sudah menyiapkan budget, ini tergantung dengan budget yang disiapkan masing-masing perusahaan,&amp;rdquo; ujar ujar Rizal dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo, Selasa (27/6/2023).
Pasalnya, Rizal melanjutkan, terdapat perbedaan strategi yang harus diterapkan dengan menyesuaikan budget yang dimiliki. Misalnya, perusahaan telah menyiapkan budget sebesar Rp70 juta untuk menggunakan KOL, maka lebih baik mengedepankan aspek kuantitas. Artinya, perusahaan disarankan untuk menggunakan lebih banyak KOL yang mikro atau belum memiliki banyak followers.

BACA JUGA:
Podcast Aksi Nyata: 2023, Tren Outfit Oversize untuk Busana Sehari-hari


Dengan budget tersebut, perusahaan setidaknya bisa menggaet 30 hingga 40 KOL mikro. Sehingga promosi yang dilakukan bisa terus berjalan dan semakin meningkatkan brand awareness.
&amp;ldquo;Kalau misalnya budget Rp70 juta untuk KOL besar itu kurang, karena hanya bisa menggunakan 1 KOL besar lalu nanti sisanya hanya menggunakan 5-10 KOL mikro. Dalam sebulan, setidaknya hanya ada 10 hari untuk promosi produk. Brand awareness nya pun kecil,&amp;rdquo; bebernya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yNS8xLzE2NzUzMi81L3g4bTEycmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun, Rizal membeberkan, perusahaan juga tidak bisa menganggap  enteng KOL mikro. Walaupun jumlah followersnya kalah dibandingkan KOL  besar, namun banyak dari mereka yang memiliki kemampuan untuk produksi  konten dengan baik.
&amp;ldquo;Banyak yang sewa studio, sangat niat untuk membuat dan mengedit  konten. Walau viewers memang masih berusaha ditingkatkan, tapi content  creator itu juga layak,&amp;rdquo; bebernya.
Kendati demikian, perlu diketahui bahwa penggunaan KOL sebagai  instrumen marketing dan peningkatan omzet adalah dua hal yang berbeda.  Rizal mengatakan, perusahaan tidak bisa langsung mengharapkan kenaikan  omzet karena yang paling utama adalah meningkatkan kesadaran masyarakat  tentang suatu brand.
&amp;ldquo;Ada influencer besar yang mampu jual barang, tapi ada juga yang  hanya meningkatkan kesadaran, tapi itu penting. Ketika kita udah  berhasil meningkatkan brand awareness, masyarakat jadi tau, tertarik dan  membeli produk. Selain itu, produk juga harus tetap menarik, karena  produk yang tidak menarik tidak akan dibeli walaupun sudah dipromosikan  oleh KOL,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Tips dan trik untuk mencari KOL Specialist yang sesuai dengan bisnis. Key Opinion Leader (KOL) Specialist merupakan salah satu instrumen yang tidak terpisahkan dari promosi atau marketing bisnis dan perusahaan.
Saat ini, kehadiran KOL sangat dibutuhkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan brand awareness. KOL Management Specialist, Rizal Ramadhan membeberkan terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan dalam memilih dan menentukan KOL untuk memasarkan produk yang ditawarkan. Pertama, menyesuaikan KOL dengan budget yang disiapkan.

BACA JUGA:
Apa Itu KOL Specialist? Simak Tugas dan Kualifikasi yang Dibutuhkan


&amp;ldquo;Perusahaan tentu kalau menggunakan KOL sudah menyiapkan budget, ini tergantung dengan budget yang disiapkan masing-masing perusahaan,&amp;rdquo; ujar ujar Rizal dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo, Selasa (27/6/2023).
Pasalnya, Rizal melanjutkan, terdapat perbedaan strategi yang harus diterapkan dengan menyesuaikan budget yang dimiliki. Misalnya, perusahaan telah menyiapkan budget sebesar Rp70 juta untuk menggunakan KOL, maka lebih baik mengedepankan aspek kuantitas. Artinya, perusahaan disarankan untuk menggunakan lebih banyak KOL yang mikro atau belum memiliki banyak followers.

BACA JUGA:
Podcast Aksi Nyata: 2023, Tren Outfit Oversize untuk Busana Sehari-hari


Dengan budget tersebut, perusahaan setidaknya bisa menggaet 30 hingga 40 KOL mikro. Sehingga promosi yang dilakukan bisa terus berjalan dan semakin meningkatkan brand awareness.
&amp;ldquo;Kalau misalnya budget Rp70 juta untuk KOL besar itu kurang, karena hanya bisa menggunakan 1 KOL besar lalu nanti sisanya hanya menggunakan 5-10 KOL mikro. Dalam sebulan, setidaknya hanya ada 10 hari untuk promosi produk. Brand awareness nya pun kecil,&amp;rdquo; bebernya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yNS8xLzE2NzUzMi81L3g4bTEycmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Namun, Rizal membeberkan, perusahaan juga tidak bisa menganggap  enteng KOL mikro. Walaupun jumlah followersnya kalah dibandingkan KOL  besar, namun banyak dari mereka yang memiliki kemampuan untuk produksi  konten dengan baik.
&amp;ldquo;Banyak yang sewa studio, sangat niat untuk membuat dan mengedit  konten. Walau viewers memang masih berusaha ditingkatkan, tapi content  creator itu juga layak,&amp;rdquo; bebernya.
Kendati demikian, perlu diketahui bahwa penggunaan KOL sebagai  instrumen marketing dan peningkatan omzet adalah dua hal yang berbeda.  Rizal mengatakan, perusahaan tidak bisa langsung mengharapkan kenaikan  omzet karena yang paling utama adalah meningkatkan kesadaran masyarakat  tentang suatu brand.
&amp;ldquo;Ada influencer besar yang mampu jual barang, tapi ada juga yang  hanya meningkatkan kesadaran, tapi itu penting. Ketika kita udah  berhasil meningkatkan brand awareness, masyarakat jadi tau, tertarik dan  membeli produk. Selain itu, produk juga harus tetap menarik, karena  produk yang tidak menarik tidak akan dibeli walaupun sudah dipromosikan  oleh KOL,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
