<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyehatan Waskita Karya (WSKT), Ini Alasannya</title><description>Yayat Supriatna mengatakan perlunya penyehatan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang dinilai punya peran besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/28/320/2838665/penyehatan-waskita-karya-wskt-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/06/28/320/2838665/penyehatan-waskita-karya-wskt-ini-alasannya"/><item><title>Penyehatan Waskita Karya (WSKT), Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/06/28/320/2838665/penyehatan-waskita-karya-wskt-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/06/28/320/2838665/penyehatan-waskita-karya-wskt-ini-alasannya</guid><pubDate>Rabu 28 Juni 2023 22:37 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/06/28/320/2838665/penyehatan-waskita-karya-wskt-ini-alasannya-qG556SDqhv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan Tol (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/06/28/320/2838665/penyehatan-waskita-karya-wskt-ini-alasannya-qG556SDqhv.jpg</image><title>Jalan Tol (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat infrastruktur dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengatakan perlunya penyehatan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang dinilai punya peran besar dalam pembangunan infrastruktur, khususnya jalan tol.
&amp;ldquo;Kita perlu menyehatkan agar Waskita Karya juga tumbuh lebih sehat, lebih baik sehingga kita tidak melihat ada masalah atau ganjalan lagi di dalam pengembangan (infrastruktur) ke depannya,&amp;rdquo; katanya, Rabu (28/6/2023).

BACA JUGA:
Waskita Beton Precast Bidik Kontrak Baru Rp3,8 Triliun

Yayat menerangkan visi Indonesia Maju yang Presiden Jokowi memang fokus untuk menggenjot pembangunan khususnya di bidang infrastruktur. Hal itu, menurutnya wajar untuk dilakukan sebagai lompatan untuk menuju Indonesia yang maju dan modern, serta menjadi salah satu negara terdepan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yMC8xLzE2NzM3Ni81L3g4bHdtdWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Minimal syarat untuk terpenuhinya adalah keandalan di sektor infrastruktur. Itu menjadi catatan paling mendasar,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
Waskita Beri Diskon Tarif Tol Selama Libur Idul Adha 2023

Sayangnya, pembangunan infrastruktur di Tanah Air memang masih menghadapi tantangan terutama dari segi pembiayaan. Padahal target percepatan pembangunan tetap harus dipenuhi.Sebagai perusahaan milik negara, BUMN punya peran untuk menjalankan tugas pembangunan. Namun, selain karena penugasan, BUMN juga dinilai memiliki kapasitas mumpuni untuk menjalankan tugas pembangunan.
&amp;ldquo;Memang yang siap bekerja dan punya kapasitas secara teknik, ya tinggal BUMN,&amp;rdquo; katanya.
Yayat pun menyarankan pemerintah perlu kembali mempertimbangkan aspek pembiayaan dalam penugasan pembangunan kepada BUMN. Hal itu dinilai krusial untuk mendukung iklim investasi mengingat kebutuhan investor akan perlindungan, garansi, kepastian dan kemudahan dalam menanamkan modal.
&amp;ldquo;Bagaimana mereka bisa dapat kenyamanan dan kepastian kalau belum ada garansi sepenuhnya diberikan pemerintah terkait aspek-aspek mekanisme mengenai pembiayaan, investasi dan lainnya?&amp;rdquo; katanya.
Di sisi lain, Yayat juga menilai perlu ada evaluasi soal penugasan kepada para BUMN sebagai agen pembangunan infrastruktur. Hal itu penting dilakukan agar kepercayaan investor terhadap BUMN tidak tergerus dan proyek pembangunan bisa tetap berjalan lancar.
&amp;ldquo;Jadi bagaimana mengembalikan posisi Waskita Karya supaya dia tidak semakin tenggelam dengan persoalan trust, reputasi perusahaan dan jangan sampai apa yang dikerjakan Waskita Karya itu berhenti di tengah jalan karena persoalan pembiayaan proyek-proyeknya,&amp;rdquo; kata Yayat.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat infrastruktur dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengatakan perlunya penyehatan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang dinilai punya peran besar dalam pembangunan infrastruktur, khususnya jalan tol.
&amp;ldquo;Kita perlu menyehatkan agar Waskita Karya juga tumbuh lebih sehat, lebih baik sehingga kita tidak melihat ada masalah atau ganjalan lagi di dalam pengembangan (infrastruktur) ke depannya,&amp;rdquo; katanya, Rabu (28/6/2023).

BACA JUGA:
Waskita Beton Precast Bidik Kontrak Baru Rp3,8 Triliun

Yayat menerangkan visi Indonesia Maju yang Presiden Jokowi memang fokus untuk menggenjot pembangunan khususnya di bidang infrastruktur. Hal itu, menurutnya wajar untuk dilakukan sebagai lompatan untuk menuju Indonesia yang maju dan modern, serta menjadi salah satu negara terdepan.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8yMC8xLzE2NzM3Ni81L3g4bHdtdWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&amp;ldquo;Minimal syarat untuk terpenuhinya adalah keandalan di sektor infrastruktur. Itu menjadi catatan paling mendasar,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
Waskita Beri Diskon Tarif Tol Selama Libur Idul Adha 2023

Sayangnya, pembangunan infrastruktur di Tanah Air memang masih menghadapi tantangan terutama dari segi pembiayaan. Padahal target percepatan pembangunan tetap harus dipenuhi.Sebagai perusahaan milik negara, BUMN punya peran untuk menjalankan tugas pembangunan. Namun, selain karena penugasan, BUMN juga dinilai memiliki kapasitas mumpuni untuk menjalankan tugas pembangunan.
&amp;ldquo;Memang yang siap bekerja dan punya kapasitas secara teknik, ya tinggal BUMN,&amp;rdquo; katanya.
Yayat pun menyarankan pemerintah perlu kembali mempertimbangkan aspek pembiayaan dalam penugasan pembangunan kepada BUMN. Hal itu dinilai krusial untuk mendukung iklim investasi mengingat kebutuhan investor akan perlindungan, garansi, kepastian dan kemudahan dalam menanamkan modal.
&amp;ldquo;Bagaimana mereka bisa dapat kenyamanan dan kepastian kalau belum ada garansi sepenuhnya diberikan pemerintah terkait aspek-aspek mekanisme mengenai pembiayaan, investasi dan lainnya?&amp;rdquo; katanya.
Di sisi lain, Yayat juga menilai perlu ada evaluasi soal penugasan kepada para BUMN sebagai agen pembangunan infrastruktur. Hal itu penting dilakukan agar kepercayaan investor terhadap BUMN tidak tergerus dan proyek pembangunan bisa tetap berjalan lancar.
&amp;ldquo;Jadi bagaimana mengembalikan posisi Waskita Karya supaya dia tidak semakin tenggelam dengan persoalan trust, reputasi perusahaan dan jangan sampai apa yang dikerjakan Waskita Karya itu berhenti di tengah jalan karena persoalan pembiayaan proyek-proyeknya,&amp;rdquo; kata Yayat.</content:encoded></item></channel></rss>
