<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IPO, Akseleran (AKSL) Masih Rugi 3 Tahun Terakhir</title><description>PT Akselerasi Usaha Indonesia Tbk (AKSL) atau Akseleran resmi IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepas 2,98 miliar saham.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/03/278/2840374/ipo-akseleran-aksl-masih-rugi-3-tahun-terakhir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/03/278/2840374/ipo-akseleran-aksl-masih-rugi-3-tahun-terakhir"/><item><title>IPO, Akseleran (AKSL) Masih Rugi 3 Tahun Terakhir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/03/278/2840374/ipo-akseleran-aksl-masih-rugi-3-tahun-terakhir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/03/278/2840374/ipo-akseleran-aksl-masih-rugi-3-tahun-terakhir</guid><pubDate>Senin 03 Juli 2023 12:29 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/03/278/2840374/ipo-akseleran-aksl-masih-rugi-3-tahun-terakhir-jaksarKhbf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IPO akseleran (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/03/278/2840374/ipo-akseleran-aksl-masih-rugi-3-tahun-terakhir-jaksarKhbf.jpg</image><title>IPO akseleran (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Akselerasi Usaha Indonesia Tbk (AKSL) atau Akseleran resmi IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepas 2,98 miliar saham. Perusahaan peer-to-peer (P2P) lending ini tercatat masih membukukan rugi tahun berjalan selama tiga tahun berturut-turut.

BACA JUGA:
IPO, Akseleran Tawarkan Harga Rp100-Rp120/Saham 


Menilik prospektus keuangan auditan, diketahui, rugi AKSL mencapai Rp22,5 miliar sepanjang 2022.
Namun, realisasi ini lebih rendah 26,05% year-on-year (yoy) dibandingkan 2021 senilai Rp30,39 miliar, sedangkan pada tahun 2020 kerugian yang dibukukan mencapai Rp54,75 miliar.

BACA JUGA:
Amman Mineral Bakal IPO, Patok Harga Rp1.695/Saham


Penurunan rugi pada tahun 2022 disebabkan adanya peningkatan pendapatan usaha yang naik signifikan sebesar 80,01% yoy mencapai Rp71,44 miliar, dari 2021 senilai Rp39,69 miliar. Kontribusi P2P mendominasi pemasukan AKSL di samping pendapatan bunga dan lain-lain.
&quot;Pertumbuhan penyaluran pinjaman sebesar 62,42%, dan pertumbuhan absolut net take rate sebesar 1,88% selama 2022,&quot; kata manajemen dalam prospektus, Senin (3/7/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebagai langkah menuju profitabilitas, AKSL menargetkan pertumbuhan  pinjaman yang berkelanjutan dengan pengembangan produk dan layanan baru.  Perseroan juga sedang fokus mendorong peningkatan tingkat imbal hasil  yang diterima dari penerima pinjaman dan pemberi pinjaman atas layanan  peer-to-peer lending serta efisiensi biaya.
&quot;Grup akan terus menjaga tingkat keberhasilan bayar yang tinggi  dengan meningkatkan kualitas penilaian dalam proses persetujuan  pinjaman,&quot; terang manajemen.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Akselerasi Usaha Indonesia Tbk (AKSL) atau Akseleran resmi IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepas 2,98 miliar saham. Perusahaan peer-to-peer (P2P) lending ini tercatat masih membukukan rugi tahun berjalan selama tiga tahun berturut-turut.

BACA JUGA:
IPO, Akseleran Tawarkan Harga Rp100-Rp120/Saham 


Menilik prospektus keuangan auditan, diketahui, rugi AKSL mencapai Rp22,5 miliar sepanjang 2022.
Namun, realisasi ini lebih rendah 26,05% year-on-year (yoy) dibandingkan 2021 senilai Rp30,39 miliar, sedangkan pada tahun 2020 kerugian yang dibukukan mencapai Rp54,75 miliar.

BACA JUGA:
Amman Mineral Bakal IPO, Patok Harga Rp1.695/Saham


Penurunan rugi pada tahun 2022 disebabkan adanya peningkatan pendapatan usaha yang naik signifikan sebesar 80,01% yoy mencapai Rp71,44 miliar, dari 2021 senilai Rp39,69 miliar. Kontribusi P2P mendominasi pemasukan AKSL di samping pendapatan bunga dan lain-lain.
&quot;Pertumbuhan penyaluran pinjaman sebesar 62,42%, dan pertumbuhan absolut net take rate sebesar 1,88% selama 2022,&quot; kata manajemen dalam prospektus, Senin (3/7/2023).
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sebagai langkah menuju profitabilitas, AKSL menargetkan pertumbuhan  pinjaman yang berkelanjutan dengan pengembangan produk dan layanan baru.  Perseroan juga sedang fokus mendorong peningkatan tingkat imbal hasil  yang diterima dari penerima pinjaman dan pemberi pinjaman atas layanan  peer-to-peer lending serta efisiensi biaya.
&quot;Grup akan terus menjaga tingkat keberhasilan bayar yang tinggi  dengan meningkatkan kualitas penilaian dalam proses persetujuan  pinjaman,&quot; terang manajemen.</content:encoded></item></channel></rss>
