<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kejar Status Negara Berpendapatan Tinggi, Indonesia Butuh Ini</title><description>Indonesia menargetkan menjadi negara berpendapatan tinggi sebelum tahun 2045.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/03/320/2840563/kejar-status-negara-berpendapatan-tinggi-indonesia-butuh-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/03/320/2840563/kejar-status-negara-berpendapatan-tinggi-indonesia-butuh-ini"/><item><title>Kejar Status Negara Berpendapatan Tinggi, Indonesia Butuh Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/03/320/2840563/kejar-status-negara-berpendapatan-tinggi-indonesia-butuh-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/03/320/2840563/kejar-status-negara-berpendapatan-tinggi-indonesia-butuh-ini</guid><pubDate>Senin 03 Juli 2023 16:43 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/03/320/2840563/kejar-status-negara-berpendapatan-tinggi-indonesia-butuh-ini-URT0Tv3oPy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Target Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/03/320/2840563/kejar-status-negara-berpendapatan-tinggi-indonesia-butuh-ini-URT0Tv3oPy.jpg</image><title>Target Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia menargetkan menjadi negara berpendapatan tinggi sebelum tahun 2045. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Febrio Kacaribu mengatakan bahwa dibutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di kisaran 6%-7% secara konsisten untuk mencapai target tersebut.
Peningkatan GNI per kapita secara signifikan di tahun 2022 ini menjadi pijakan yang kuat untuk mewujudkan Visi Indonesia Maju 2045.

BACA JUGA:
Perkuat Ekonomi, Australia Mitra Strategis ASEAN Bidang Perdagangan dan Investasi


&quot;Selain itu, pemerintah juga terus melanjutkan implementasi agenda reformasi struktural dan transformasi ekonomi yang menjadi prasyarat mutlak untuk terus meningkatkan daya saing, produktivitas, dan nilai tambah tinggi perekonomian nasional,&quot; tegas Febrio di Jakarta, Senin (3/7/2023).
Dalam jangka menengah-panjang, pemerintah terus mengarahkan reformasi struktural dalam rangka mendukung dan mempercepat transformasi ekonomi untuk membangun sektor-sektor yang bernilai tambah tinggi, inklusif, dan ramah lingkungan.

BACA JUGA:
Menteri Suharso: Ekonomi Biru Jadi Mesin Baru Pertumbuhan ASEAN


&quot;Penguatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pembangunan infrastruktur, serta perbaikan regulasi dan birokrasi akan menjadi kunci menciptakan iklim usaha dan investasi yang lebih kondusif dan berdaya saing,&quot; ungkap Febrio.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xMC8xLzE2NjAyMy81L3g4a3RieTE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, transformasi ekonomi melalui hilirisasi SDA,  pengembangan industri manufaktur yang mengolah produk masa depan  berbasis teknologi tinggi dan ramah lingkungan, serta kebijakan transisi  energi hijau termasuk pengembangan pasar karbon akan menjadi prioritas  utama dalam agenda ini.
Untuk memastikan keberhasilan berbagai upaya transformasi struktural,  Indonesia membutuhkan SDM yang berkualitas, infrastruktur yang memadai,  serta sistem regulasi dan birokrasi yang lebih memberikan kepastian dan  kemudahan bagi aktivitas investasi dan dunia usaha.
&quot;Selain memastikan keberlanjutan upaya dalam jangka menengah-panjang,  Pemerintah juga tetap berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan  masyarakat, melalui penguatan perlindungan sosial, percepatan  penghapusan kemiskinan ekstrem, penurunan prevalensi stunting, dan  pengendalian inflasi dalam jangka pendek,&amp;ldquo; tutup Febrio.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia menargetkan menjadi negara berpendapatan tinggi sebelum tahun 2045. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Febrio Kacaribu mengatakan bahwa dibutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di kisaran 6%-7% secara konsisten untuk mencapai target tersebut.
Peningkatan GNI per kapita secara signifikan di tahun 2022 ini menjadi pijakan yang kuat untuk mewujudkan Visi Indonesia Maju 2045.

BACA JUGA:
Perkuat Ekonomi, Australia Mitra Strategis ASEAN Bidang Perdagangan dan Investasi


&quot;Selain itu, pemerintah juga terus melanjutkan implementasi agenda reformasi struktural dan transformasi ekonomi yang menjadi prasyarat mutlak untuk terus meningkatkan daya saing, produktivitas, dan nilai tambah tinggi perekonomian nasional,&quot; tegas Febrio di Jakarta, Senin (3/7/2023).
Dalam jangka menengah-panjang, pemerintah terus mengarahkan reformasi struktural dalam rangka mendukung dan mempercepat transformasi ekonomi untuk membangun sektor-sektor yang bernilai tambah tinggi, inklusif, dan ramah lingkungan.

BACA JUGA:
Menteri Suharso: Ekonomi Biru Jadi Mesin Baru Pertumbuhan ASEAN


&quot;Penguatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pembangunan infrastruktur, serta perbaikan regulasi dan birokrasi akan menjadi kunci menciptakan iklim usaha dan investasi yang lebih kondusif dan berdaya saing,&quot; ungkap Febrio.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8xMC8xLzE2NjAyMy81L3g4a3RieTE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Sementara itu, transformasi ekonomi melalui hilirisasi SDA,  pengembangan industri manufaktur yang mengolah produk masa depan  berbasis teknologi tinggi dan ramah lingkungan, serta kebijakan transisi  energi hijau termasuk pengembangan pasar karbon akan menjadi prioritas  utama dalam agenda ini.
Untuk memastikan keberhasilan berbagai upaya transformasi struktural,  Indonesia membutuhkan SDM yang berkualitas, infrastruktur yang memadai,  serta sistem regulasi dan birokrasi yang lebih memberikan kepastian dan  kemudahan bagi aktivitas investasi dan dunia usaha.
&quot;Selain memastikan keberlanjutan upaya dalam jangka menengah-panjang,  Pemerintah juga tetap berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan  masyarakat, melalui penguatan perlindungan sosial, percepatan  penghapusan kemiskinan ekstrem, penurunan prevalensi stunting, dan  pengendalian inflasi dalam jangka pendek,&amp;ldquo; tutup Febrio.</content:encoded></item></channel></rss>
