<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertamina dan Petronas Duet Cari Harta Karun Migas di Blok Ambalat</title><description>Pertamina dan Petronas berkolaborasi melakukan desk study untuk mengembangkan potensi migas di blok ambalat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/03/320/2840629/pertamina-dan-petronas-duet-cari-harta-karun-migas-di-blok-ambalat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/03/320/2840629/pertamina-dan-petronas-duet-cari-harta-karun-migas-di-blok-ambalat"/><item><title>Pertamina dan Petronas Duet Cari Harta Karun Migas di Blok Ambalat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/03/320/2840629/pertamina-dan-petronas-duet-cari-harta-karun-migas-di-blok-ambalat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/03/320/2840629/pertamina-dan-petronas-duet-cari-harta-karun-migas-di-blok-ambalat</guid><pubDate>Senin 03 Juli 2023 18:18 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/03/320/2840629/pertamina-dan-petronas-duet-cari-harta-karun-migas-di-blok-ambalat-2gL3IxU9b2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertamina dan Petronas duet cari migas (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/03/320/2840629/pertamina-dan-petronas-duet-cari-harta-karun-migas-di-blok-ambalat-2gL3IxU9b2.jpg</image><title>Pertamina dan Petronas duet cari migas (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pertamina dan Petronas berkolaborasi melakukan desk study untuk mengembangkan potensi migas di blok ambalat. Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji.
&quot;(Desk study) bisa dalam waktu tahun ini. Dalam beberapa bulan mungkin sudah bisa mulai.,&quot; jelasnya ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM pada Senin (3/7/2023).

BACA JUGA:
Akuisisi 35%, Pertamina-Shell Tinggal Tanda Tangan Hak Partisipasi Blok Masela


Namun demikian Tutuka menuturkan bahwa desk study yang akan dilakukan Pertamina dan Petronas itu hanya menggunakan data yang dimiliki masing-masing, bukan menggunakan data survei seismik.
Ia juga tidak membenarkan bahwa desk study ini dilakukan untuk sebagai jalan tengah untuk menekan tarik-menarik perbatasan Blok yang ada di Laut Sulawesi atau Selat Makassar tersebut.

BACA JUGA:
Update Harga BBM BP AKR, Pertamina, Shell hingga Vivo per 3 Juli 2023


&quot;Desk study itu jadi masing-masing kan punya data, studi saja bersama dengan data yang ada. Gak ada tambahan dengan survei lah. Ya kita lihat dulu kira-kira dari situ ada atau engga, kalau sudah ribut perbatasan ternyata engga ada (potensi migasnya) ya ngapain?,&quot; tukasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8yNi8xLzE2NTU5My81L3g4a2ZlMmY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Lebih lanjut Tutuka juga mengaku belum dapat memastikan bahwa  Pertamina bersama perusahaan migas asal Malaysia itu akan mengambil alih  Blok Ambalat ini. Ia hanya bilang, apabila hasil desk study ini  menunjukan kabar positif baru akan dibicarakan lebih lanjut.
&quot;Belum sampai sana, desk study dulu saja. Study aja dengan data yang  ada. Belum tentu Petronas yang mengelola, baru desk studi aja. Baru awal  sekali, kalau bagus baru kita bicarakan,&quot; imbuhnya.
Tutuka menambahkan, yang saat ini menjadi konsen pemerintah adalah  mengeksplor Blok Ambalat secepatnya lebih dahulu. Sebab dirinya mengakui  bahwa masih diperlukan waktu 5 hingga 10 tahun untuk eksplorasi.
&quot;Jadi konsennya kita apa yang kita punya saat ini fosil energi kita  ekspor dengan kecepatan yang tepat lah. Supaya bisa dimanfaatkan, kalau  tidak di sana itu ada cadangan ya disebut kalau potensi sumberdaya kalau  tidak dimanfaatkan cepat-cepat bisa ditinggal,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pertamina dan Petronas berkolaborasi melakukan desk study untuk mengembangkan potensi migas di blok ambalat. Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji.
&quot;(Desk study) bisa dalam waktu tahun ini. Dalam beberapa bulan mungkin sudah bisa mulai.,&quot; jelasnya ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM pada Senin (3/7/2023).

BACA JUGA:
Akuisisi 35%, Pertamina-Shell Tinggal Tanda Tangan Hak Partisipasi Blok Masela


Namun demikian Tutuka menuturkan bahwa desk study yang akan dilakukan Pertamina dan Petronas itu hanya menggunakan data yang dimiliki masing-masing, bukan menggunakan data survei seismik.
Ia juga tidak membenarkan bahwa desk study ini dilakukan untuk sebagai jalan tengah untuk menekan tarik-menarik perbatasan Blok yang ada di Laut Sulawesi atau Selat Makassar tersebut.

BACA JUGA:
Update Harga BBM BP AKR, Pertamina, Shell hingga Vivo per 3 Juli 2023


&quot;Desk study itu jadi masing-masing kan punya data, studi saja bersama dengan data yang ada. Gak ada tambahan dengan survei lah. Ya kita lihat dulu kira-kira dari situ ada atau engga, kalau sudah ribut perbatasan ternyata engga ada (potensi migasnya) ya ngapain?,&quot; tukasnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8yNi8xLzE2NTU5My81L3g4a2ZlMmY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Lebih lanjut Tutuka juga mengaku belum dapat memastikan bahwa  Pertamina bersama perusahaan migas asal Malaysia itu akan mengambil alih  Blok Ambalat ini. Ia hanya bilang, apabila hasil desk study ini  menunjukan kabar positif baru akan dibicarakan lebih lanjut.
&quot;Belum sampai sana, desk study dulu saja. Study aja dengan data yang  ada. Belum tentu Petronas yang mengelola, baru desk studi aja. Baru awal  sekali, kalau bagus baru kita bicarakan,&quot; imbuhnya.
Tutuka menambahkan, yang saat ini menjadi konsen pemerintah adalah  mengeksplor Blok Ambalat secepatnya lebih dahulu. Sebab dirinya mengakui  bahwa masih diperlukan waktu 5 hingga 10 tahun untuk eksplorasi.
&quot;Jadi konsennya kita apa yang kita punya saat ini fosil energi kita  ekspor dengan kecepatan yang tepat lah. Supaya bisa dimanfaatkan, kalau  tidak di sana itu ada cadangan ya disebut kalau potensi sumberdaya kalau  tidak dimanfaatkan cepat-cepat bisa ditinggal,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
