<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga: Pentingnya Kerjasama Indonesia-Australia sebagai Pemain Utama Baterai dan Mineral</title><description>Airlangga Hartarto menyaksikan penandatanganan Rencana Aksi untuk implementasi Memorandum of Understanding (MoU) Kadin dan Australia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/04/320/2840845/menko-airlangga-pentingnya-kerjasama-indonesia-australia-sebagai-pemain-utama-baterai-dan-mineral</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/07/04/320/2840845/menko-airlangga-pentingnya-kerjasama-indonesia-australia-sebagai-pemain-utama-baterai-dan-mineral"/><item><title>Menko Airlangga: Pentingnya Kerjasama Indonesia-Australia sebagai Pemain Utama Baterai dan Mineral</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/07/04/320/2840845/menko-airlangga-pentingnya-kerjasama-indonesia-australia-sebagai-pemain-utama-baterai-dan-mineral</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/07/04/320/2840845/menko-airlangga-pentingnya-kerjasama-indonesia-australia-sebagai-pemain-utama-baterai-dan-mineral</guid><pubDate>Selasa 04 Juli 2023 09:35 WIB</pubDate><dc:creator>Mutiara Oktaviana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/07/04/320/2840845/menko-airlangga-pentingnya-kerjasama-indonesia-australia-sebagai-pemain-utama-baterai-dan-mineral-f8vPskNrx2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kerjasama RI-Australia (Foto: Kemenkoperekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/07/04/320/2840845/menko-airlangga-pentingnya-kerjasama-indonesia-australia-sebagai-pemain-utama-baterai-dan-mineral-f8vPskNrx2.jpg</image><title>Kerjasama RI-Australia (Foto: Kemenkoperekonomian)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyaksikan penandatanganan Rencana Aksi untuk implementasi Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Negara Bagian Western Australia and Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Penandatanganan Rencana Aksi dilakukan oleh Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid, dan Premier of Western Australia, Hon Roger Cook MLA.
Rencana Aksi ini untuk mendetailkan implementasi dari MoU yang telah ditandatangani pada tanggal 21 Februari 2023 di Perth, oleh Ketua KADIN Arsjad Rasjid dan Deputy Premier Hon Roger Cook MLA.

BACA JUGA:
Hadapi Krisis Global, Menko Airlangga Dorong Kompetensi Tenaga Kerja


&amp;ldquo;Penandatanganan Rencana Aksi ini merupakan hal yang penting untuk menangkap peluang dan mempertemukan pihak yang terlibat dalam sektor critical minerals,  dengan pihak yang mendukung pembiayaan guna mewujudkan kerja sama yang lebih konkret,&amp;rdquo; tegas Menko Airlangga, Selasa (4/7/2023).
&amp;ldquo;Rencana Aksi merupakan tindak lanjut dari komitmen yang dibuat pada B20/G20 November 2022 lalu,&amp;rdquo; papar Ketua Indonesia-Australia Business Council (IABC) George Marantika.

BACA JUGA:
Menko Airlangga Dorong UMKM Indonesia Go Global


Rencana Aksi tersebut berkaitan dengan kerja sama critical minerals untuk periode 2023-2025. Kolaborasi tersebut didukung dalam semangat economic powerhouse yang diusung Indonesia-Australia Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) tepat pada saat tiga tahun implementasinya sejak berlaku tanggal 5 Juli 2023.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xMi8xLzE2NzEwMi81L3g4bHBjeHI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kerja sama yang menjadi fokus dalam Rencana Aksi ini mencakup pilar  Rantai Pasok, Environmental, Social and Governance (ESG), dan  Pengembangan Tenaga Kerja Terampil. Kerja sama tersebut membidik  pencapaian industri baterai dan mineral penting yang memberi nilai  tambah, tangguh, dan berkelanjutan di kedua negara.
&amp;ldquo;Kemitraan antara Indonesia dan Western Australia dapat membuka  peluang besar di sektor mineral penting (critical minerals), mengingat  Australia Barat memiliki cadangan mineral yang melimpah untuk  menghasilkan baterai electric vehickle (EV). Australia akan menjadi  pemasok Lithium dan Indonesia akan menjadi pemasok Nikel, di mana  keduanya merupakan komponen utama dalam produksi EV,&amp;rdquo; ujar Dubes RI  Canberra Siswo Pramono.
Kedua negara dapat berkontribusi lebih besar pada 'global value  chains' untuk memasok kebutuhan baterai dan mineral penting global.  Indonesia diproyeksikan menjadi manufacturing powerhouse (pusat  pengolahan) dengan potensi cadangan nikel dan tenaga kerja Indonesia  yang berlimpah, dengan kemudahan akses berbagai bahan baku seperti   litium dan didukung oleh standar dan keahlian dari Australia.
Peluncuran Rencana Aksi direncanakan akan dilakukan pada bulan  September 2023 di Jakarta dalam kegiatan Dialog Tingkat Tinggi Tahunan,  di mana Perth akan menjadi penyelenggara pada pertemuan tahun  berikutnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyaksikan penandatanganan Rencana Aksi untuk implementasi Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Negara Bagian Western Australia and Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Penandatanganan Rencana Aksi dilakukan oleh Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid, dan Premier of Western Australia, Hon Roger Cook MLA.
Rencana Aksi ini untuk mendetailkan implementasi dari MoU yang telah ditandatangani pada tanggal 21 Februari 2023 di Perth, oleh Ketua KADIN Arsjad Rasjid dan Deputy Premier Hon Roger Cook MLA.

BACA JUGA:
Hadapi Krisis Global, Menko Airlangga Dorong Kompetensi Tenaga Kerja


&amp;ldquo;Penandatanganan Rencana Aksi ini merupakan hal yang penting untuk menangkap peluang dan mempertemukan pihak yang terlibat dalam sektor critical minerals,  dengan pihak yang mendukung pembiayaan guna mewujudkan kerja sama yang lebih konkret,&amp;rdquo; tegas Menko Airlangga, Selasa (4/7/2023).
&amp;ldquo;Rencana Aksi merupakan tindak lanjut dari komitmen yang dibuat pada B20/G20 November 2022 lalu,&amp;rdquo; papar Ketua Indonesia-Australia Business Council (IABC) George Marantika.

BACA JUGA:
Menko Airlangga Dorong UMKM Indonesia Go Global


Rencana Aksi tersebut berkaitan dengan kerja sama critical minerals untuk periode 2023-2025. Kolaborasi tersebut didukung dalam semangat economic powerhouse yang diusung Indonesia-Australia Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) tepat pada saat tiga tahun implementasinya sejak berlaku tanggal 5 Juli 2023.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xMi8xLzE2NzEwMi81L3g4bHBjeHI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Kerja sama yang menjadi fokus dalam Rencana Aksi ini mencakup pilar  Rantai Pasok, Environmental, Social and Governance (ESG), dan  Pengembangan Tenaga Kerja Terampil. Kerja sama tersebut membidik  pencapaian industri baterai dan mineral penting yang memberi nilai  tambah, tangguh, dan berkelanjutan di kedua negara.
&amp;ldquo;Kemitraan antara Indonesia dan Western Australia dapat membuka  peluang besar di sektor mineral penting (critical minerals), mengingat  Australia Barat memiliki cadangan mineral yang melimpah untuk  menghasilkan baterai electric vehickle (EV). Australia akan menjadi  pemasok Lithium dan Indonesia akan menjadi pemasok Nikel, di mana  keduanya merupakan komponen utama dalam produksi EV,&amp;rdquo; ujar Dubes RI  Canberra Siswo Pramono.
Kedua negara dapat berkontribusi lebih besar pada 'global value  chains' untuk memasok kebutuhan baterai dan mineral penting global.  Indonesia diproyeksikan menjadi manufacturing powerhouse (pusat  pengolahan) dengan potensi cadangan nikel dan tenaga kerja Indonesia  yang berlimpah, dengan kemudahan akses berbagai bahan baku seperti   litium dan didukung oleh standar dan keahlian dari Australia.
Peluncuran Rencana Aksi direncanakan akan dilakukan pada bulan  September 2023 di Jakarta dalam kegiatan Dialog Tingkat Tinggi Tahunan,  di mana Perth akan menjadi penyelenggara pada pertemuan tahun  berikutnya.</content:encoded></item></channel></rss>
